Daerah  

Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) Lakukan Aksi Nyata Untuk Melindungi Kawasan Gunung Wayang, Tanam Bibit Pohon Endemik, serta Doa Bersama di Kawasan Situ Cisanti

Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) Lakukan Aksi Nyata Untuk Melindungi Kawasan Gunung Wayang, Tanam Bibit Pohon Endemik, serta Doa Bersama di Kawasan Situ Cisanti

Kabupaten Bandung, Radarnusantaranet , – Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) melakukan aksi nyata untuk melindungi kawasan Gunung Wayang dengan menanam bibit pohon endemik dan Doa Bersama di kawasan Situ Cisanti, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan di tengah kontroversi pengelolaan lahan hutan seluas ratusan hektare yang diserahkan kepada kelompok tani.

Acara Ini dihadiri oleh sekretaris FPHJ Thio Setiowekti, pendiri FPHJ Dadang Hendaris, Iskandar Soelaeman , Firasat Adi, Suparman, FPLH, Perwakilan Paguyuban LMDH Jabar, warga sekitar, masyarakat adat, Kuncen Mata Air Cisanti dan Kepala Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung Atep Ahmad Syarif

Ketua FPHJ, Eka Santosa, mengatakan penghijauan dilakukan secara konkret bersama elemen masyarakat dan pihak Perhutani dengan menanam pohon-pohon lokal yang menjadi habitat alami kawasan Gunung Wayang–Situ Cisanti.

“Ini aksi nyata. Kami bersama masyarakat dan Perhutani melakukan penghijauan untuk mengembalikan Gunung Wayang agar kembali menjadi rimba. Pohon yang ditanam adalah pohon Endemik dan lokal yang memang cocok dengan ekosistem Situ Cisanti,” ujar Eka di sela kegiatan.

Lanjut , Eka.Ia menyebutkan, jajaran pengurus inti FPHJ berada langsung di Kilometer 0 Situ Cisanti untuk mengawal kawasan tersebut menjadi Taman Hutan Raya.
Ia mengaku prihatin dengan keputusan Kementerian Kehutanan terkait pengelolaan sekitar 900 hektare kawasan hutan yang diserahkan kepada kelompok tani LHPD Alfatih yang berjumlah sekitar 600 orang.
Kami sangat prihatin dengan keputusan tersebut. Jangan sampai kawasan ini rusak. FPHJ siap mengawal dan siap menghijaukan kawasan ini demi menjaga kelestarian hutan,” tegasnya.

Menurut Eka, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena Gunung Wayang dan Situ Cisanti merupakan hulu Sungai Citarum yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat luas.
Ini adalah hulu Citarum, sungai strategis yang menyuplai air ke banyak kabupaten dan kota, bahkan menopang pembangkit listrik untuk Pulau Jawa dan Bali. Negara tidak boleh abai,” katanya.

FPHJ pun meminta pemerintah dan negara hadir secara penuh untuk melindungi ekosistem Gunung Wayang–Situ Cisanti agar tidak terjadi kerusakan lingkungan di masa depan.
Kawasan ini harus dilindungi. Ekosistemnya sangat penting dan tidak tergantikan,” ucap Eka.

Meski demikian, FPHJ menyatakan mendukung langkah Gubernur Jawa Barat yang telah mengeluarkan Surat Edaran larangan alih fungsi lahan negara No 152/Disbun/2025 .

Eka menegaskan pembangunan ekonomi harus tetap berjalan, namun tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.
Kami sepakat, ekonomi harus maju, tapi lingkungan harus tetap terjaga. Jangan sampai alam dikorbankan,” pungkasnya. ***

Sumber : FPHJ/Poppy
( Redaksi / Tera )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *