Aceh Utara / Tulisan ini, disusun oleh Dr. Bukhari, S.HI., M.H. CM, seorang akademisi dari IAIN Lhokseumawe, mengundang kita untuk merenung mengenai peran Kementerian Agama (Kemenag) dalam membentuk kebesaran Indonesia. Dengan tema “Harmonisasi Indonesia dan Umat,” kita diingatkan tentang kepentingan kerjasama erat antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai kemajuan berkelanjutan.
Pada perayaan Hari HAB Kemenag ke-78, tulisan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperingati sejarah panjang Kemenag, tetapi juga ajakan untuk merenung. Dr. Bukhari menyoroti kunci keberhasilan Indonesia yang besar, yakni kolaborasi erat antara Kemenag dan masyarakat, melalui pemikirannya sebagai seorang akademisi berpengalaman di IAIN Lhokseumawe.
Tulisan ini membahas lebih lanjut peran Kemenag dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, moral, dan kesejahteraan masyarakat. Dr. Bukhari menekankan peran Kemenag dalam mendukung pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan agama berkualitas di lembaga-lembaga seperti IAIN.
Selain itu, tulisan ini mengeksplorasi bagaimana Kemenag dapat menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Dr. Bukhari menekankan pentingnya dialog terbuka, toleransi, dan saling pengertian untuk membangun Indonesia yang beragam namun tetap bersatu.
Dengan mengambil inspirasi dari tema “Harmonisasi Indonesia dan Umat,” artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana kolaborasi ini dapat memperkuat dasar bangsa yang kokoh. Dr. Bukhari mengajak pembaca untuk merayakan pencapaian Kemenag dan pada saat yang sama, memperkokoh komitmen bersama untuk membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
