BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, Seorang warga meninggal dunia setelah terjebak di dalam sumur kering di Kampung Ciburial, Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (1/10). Korban diketahui bernama Reynaldi, berusia 30 tahun. Peristiwa tersebut bermula ketika Reynaldi berupaya menolong seseorang yang lebih dahulu berada di dasar sumur.
Sumur kering itu menjadi lokasi kejadian setelah orang pertama dilaporkan berada di bagian bawah dan membutuhkan pertolongan. Reynaldi kemudian turun atau masuk ke dalam sumur untuk membantu proses penyelamatan. Namun, upaya tersebut justru membuatnya turut terjebak di dalam ruang sempit dan minim kondisi yang mendukung keselamatan.
Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, yakni Reynaldi. Informasi mengenai insiden tersebut berpusat pada proses pertolongan di sumur kering yang berlangsung di wilayah Kampung Ciburial. Niat korban untuk membantu orang lain berakhir tragis setelah ia tidak dapat keluar dari dasar sumur.
Peristiwa di sumur kering memiliki risiko tinggi karena kondisi di dalamnya dapat berbeda dari permukaan. Ruang yang sempit juga menyulitkan upaya evakuasi, terlebih ketika seseorang masuk tanpa perlengkapan dan prosedur keselamatan yang memadai. Karena itu, kejadian yang menimpa Reynaldi menjadi gambaran bahwa tindakan menolong di lokasi berbahaya perlu dilakukan dengan kehati-hatian serta melibatkan pihak yang memiliki kemampuan penanganan darurat.
Kasus tersebut berlangsung di Kabupaten Bandung Barat dan menambah catatan kecelakaan saat upaya penyelamatan dilakukan secara langsung. Reynaldi meninggal setelah terjebak ketika hendak menolong orang yang lebih dahulu berada di dasar sumur. Rangkaian kejadian ini menjadi inti insiden yang terjadi di Kampung Ciburial pada Kamis (1/10).
Rian Riandi, 21 tahun, warga Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, turun ke sebuah sumur untuk mengambil senter. Tindakan tersebut menjadi awal dari peristiwa tragis yang terjadi di lokasi itu. Berdasarkan keterangan yang tersedia, Rian masuk ke dalam sumur dan bergerak menuju bagian dasarnya untuk mengambil benda penerangan tersebut.
Sumur yang dimasuki Rian memiliki kedalaman sekitar 18 meter. Pada saat kejadian, kondisi sumur tersebut kering. Setelah mencapai dasar, Rian tidak mampu kembali ke permukaan. Keterangan yang diperoleh menyebutkan bahwa ia mengalami kekurangan oksigen ketika berada di dalam sumur.
Keadaan itu membuat Rian akhirnya pingsan di dasar sumur. Kronologi awal tersebut menunjukkan bahwa Rian semula turun dengan tujuan mengambil senter, kemudian kesulitan untuk naik kembali setelah sampai di bagian bawah. Informasi mengenai kedalaman sumur, kondisi yang kering, serta kekurangan oksigen menjadi fakta utama dalam rangkaian kejadian sebelum Rian ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Reynaldi melihat kondisi Rian yang berada di dalam sumur kering di wilayah Bandung Barat. Situasi tersebut mendorongnya untuk segera memberikan pertolongan secara langsung. Tanpa menunggu terlalu lama, Reynaldi berinisiatif turun ke dalam sumur untuk menjangkau Rian dan membantu proses penyelamatan. Keputusan itu diambil karena ia melihat Rian memerlukan bantuan di dasar sumur.
Namun, upaya pertolongan tersebut justru menempatkan Reynaldi dalam bahaya. Setelah berada di dasar sumur, ia tidak dapat segera keluar dan akhirnya ikut terjebak bersama Rian. Kondisi di dalam sumur membuat keduanya membutuhkan bantuan dari orang lain. Reynaldi kemudian berteriak meminta pertolongan agar keberadaannya diketahui oleh warga di sekitar lokasi.
Teriakan Reynaldi terdengar oleh istrinya, Dede Siti Sulastri. Menyadari bahwa suaminya juga berada dalam keadaan darurat, Dede kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar. Permintaan tersebut menjadi langkah awal untuk mengabarkan kejadian kepada pihak lain dan mengupayakan evakuasi terhadap kedua orang yang berada di dalam sumur.
Kapolsek Cipeundeuy Kompol Suwandi menerangkan bahwa rangkaian kejadian bermula ketika Reynaldi berusaha menolong Rian, tetapi kemudian turut terjebak di dasar sumur. Keterangan tersebut memperjelas bahwa Reynaldi turun bukan untuk kepentingannya sendiri, melainkan karena berinisiatif menyelamatkan Rian. Setelah mendengar teriakan Reynaldi, Dede Siti Sulastri meminta bantuan warga, sehingga keadaan itu segera diketahui oleh lingkungan sekitar. Peristiwa ini menunjukkan risiko besar yang dapat muncul ketika seseorang berusaha melakukan penyelamatan di ruang sempit dan berbahaya tanpa dukungan penanganan yang memadai.
Setelah mendengar permintaan bantuan dari dalam sumur, warga segera berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka kemudian berupaya mengevakuasi dua orang yang berada di dasar sumur kering tersebut. Proses pertolongan dilakukan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan kondisi sumur dan posisi kedua korban. Warga berusaha mengeluarkan korban satu per satu agar evakuasi dapat berlangsung dengan aman.
Upaya tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 09.30 WIB. Pada waktu itu, Rian berhasil dikeluarkan dari dalam sumur dalam kondisi lemas. Warga yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan awal sambil menunggu penanganan lebih lanjut. Evakuasi Rian menjadi bagian dari rangkaian penyelamatan terhadap dua orang yang sebelumnya berada di dasar sumur.
Dalam kejadian tersebut, sumber menyebutkan bahwa satu orang meninggal dunia. Korban yang meninggal diidentifikasi sebagai Reynaldi. Keterangan mengenai peristiwa ini disampaikan berdasarkan informasi yang tersedia terkait proses pertolongan warga dan evakuasi dari sumur kering. Tidak terdapat keterangan tambahan dalam bahan mengenai kondisi medis, waktu kematian, maupun hasil pemeriksaan terhadap Reynaldi. Warga tetap berupaya membantu hingga proses evakuasi kedua korban dapat dilakukan dari lokasi kejadian.





