<a href="https://radarnusantara.net/masl-tegaskan-kedaulatan-adat-sumedang-di-peringatan-hari-masyarakat-adat-sedunia/”>SUMEDANG, Radarnusantara.net –
Tim H. Lintas Sumedang bersama Tim Harian Radarnusantara.net melakukan penelusuran infrastruktur jalan selama 15 hari tanpa henti di wilayah Sumedang Timur.
Perjalanan dimulai dari Kecamatan Ganeas, Situraja, Cisitu, Darmaraja, Cibugel, Wado, Jatinunggal, dan berakhir di ujung Kecamatan Jati Gede, perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka.
Selain meninjau kondisi jalan sebagai sarana percepatan ekonomi masyarakat bawah, penelusuran ini juga dirangkaikan dengan survei persiapan Pilkades Serentak yang akan digelar pada 24 Oktober 2026. Di penghujung 2026, sebanyak 31 desa di 7 kecamatan tersebut akan habis masa jabatan kepala desanya.
*Kondisi Jalan Umumnya Bagus, Tapi Ada Titik Kritis*
Berdasarkan hasil penelusuran, secara umum jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Sumedang dalam kondisi bagus. Namun, masih terdapat 2 sampai 3 desa di tiap kecamatan yang infrastrukturnya perlu perhatian serius.
Beberapa titik yang disorot tim di lapangan antara lain:
1. *Kecamatan Situraja – Desa Bangbayang*
Desa ini berada di atas bukit dengan jarak tempuh sekitar 30 km dari pusat Kecamatan Situraja. Akses jalan menjadi kendala utama warga.
2. *Kecamatan Cisitu – Desa Cimarga*
Jalan menuju desa ini kecil dan rusak parah. Warga menyebut selama 3 periode pergantian Bupati, jalan tersebut baru satu kali mendapat perbaikan.
3. *Kecamatan Darmaraja – Desa Cipetey*
Warga masih menunggu adanya peningkatan jalan dari pemerintah daerah setempat.
4. *Jalur Darmaraja – Cibugel*
Ruas Jalan Antara dan Jalan Cipasang menjadi perhatian serius. Kedua jalur ini sangat vital karena setiap hari dilalui warga untuk ke pasar, rumah sakit, guru yang mengajar, dan siswa sekolah yang menggunakan kendaraan roda 4.
5. *Kecamatan Wado*
Wilayah ini rawan kecelakaan, terutama di Tanjakan Cae. Tim merekomendasikan pemasangan rambu-rambu besar dan rambu bercahaya untuk malam hari. Kondisi infrastruktur jalan di desa-desa yang berada di kaki Gunung Cakrabuana seperti Desa Sukajadi, Cimungkal, dan Ganjaresik juga dinilai memprihatinkan.
*Panitia Pilkades Keluhkan Kekurangan Anggaran*
Di sela penelusuran, tim juga menggali informasi dari para panitia Pilkades di masing-masing desa. Hampir semua panitia menyampaikan keluhan terkait anggaran.
“Bantuan dari pemerintah berkisar Rp20 juta, sementara kebutuhan riil mencapai sekitar Rp70 juta,” ujar salah satu panitia.
Akibatnya, kekurangan anggaran dalam pelaksanaan Pilkades dilimpahkan kepada seluruh calon kepala desa dan dibagi sesuai jumlah calon di masing-masing desa.
“Hal ini akan menjadi sesuatu yang tidak kami kehendaki apabila terjadi persoalan di kemudian hari,” kata panitia lainnya.
*Rincian Desa yang Gelar Pilkades:*
– Ganeas: 3 desa
– Situraja: 7 desa
– Cisitu: 3 desa
– Darmaraja: 5 desa
– Cibugel: 4 desa
– Wado: 3 desa
– Jatinunggal: 4 desa
– Jati Gede: 2 desa, yakni Desa Cisampih dan Desa Ciranggem
Tim berharap hasil penelusuran ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dan dukungan anggaran untuk pesta demokrasi di tingkat Desa.
Reporter : ( Deni Surya Kusumah )







Respon (2)