SUMEDANG, Radarnusantara.net –
Minim Rambu dan Penerangan Jadi Penyebab Utama Kecelakaan .
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Pertigaan Warung Ketan, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Korban kali ini adalah seorang ibu bersama anak dan balitanya yang berasal dari Desa Cilapang Girang. Ketiganya mengalami kecelakaan saat melintas di pertigaan tersebut.
Berdasarkan keterangan warga, kecelakaan terjadi secara tiba-tiba. Korban yang membonceng anak kecil di bagian depan motor tidak sempat menghindar ketika berada tepat di pertigaan Warung Ketan.
“Di pertigaan Warung Ketan ini hampir tiap 1 minggu sekali terjadi kecelakaan, baik siang maupun malam. Sudah sering terjadi laka di sini,” ujar warga sekitar lokasi kejadian.
Warga menilai minimnya penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan di titik tersebut. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari membuat pengendara sulit melihat kendaraan lain yang melintas.
Menanggapi kejadian berulang ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perhubungan untuk segera mengambil langkah nyata demi keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki.
“Dishub harus segera pasang rambu, lampu penerangan, dan marka jalan, Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegas warga.
Pertigaan Warung Ketan merupakan jalur yang cukup ramai dilalui warga dari beberapa desa di Kecamatan Situraja dan sekitarnya. Tanpa adanya penanganan serius, warga khawatir akan terus terjadi korban kecelakaan di lokasi yang sama.
*Jalur Vital Lintas Provinsi*
Pertigaan Warung Ketan merupakan titik pertemuan arus lalu lintas yang cukup vital. Dari arah utara, kendaraan keluar dari wilayah Situ Jatigede. Sementara dari arah selatan, jalur ini menuju ke Wado dan menjadi jalur lintas Sumedang – Jawa Tengah via Situraja, Cisitu, Darmaraja, Wado, hingga perbatasan Malangbong, Garut.
Setiap hari jalur ini ramai dilalui kendaraan roda 2, roda 4, angkutan umum, guru, siswa sekolah, hingga warga yang hendak ke pasar dan rumah sakit.
Warga menilai minimnya penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan di titik tersebut. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari membuat pengendara sulit melihat kendaraan lain yang melintas dari berbagai arah.
Menanggapi kejadian berulang ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perhubungan untuk segera mengambil langkah nyata demi keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki.
“Dishub harus segera pasang rambu, lampu penerangan, dan marka jalan. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan,
Kabupaten Sumedang terkait rencana perbaikan di titik rawan kecelakaan tersebut.
Reporter: ( Deni Surya Kusumah )
