Jejak Masuk Sabu ke Rutan Depok Terungkap setelah Video Narapidana Berjoget Viral

Jejak Masuk Sabu ke Rutan Depok Terungkap setelah Video Narapidana Berjoget Viral

Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (7/10/26) — Polisi mengungkap jalur masuk sabu ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok setelah video sejumlah pria berjoget di sebuah ruangan beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memicu dugaan adanya aktivitas pesta narkoba di dalam tempat tahanan, meskipun identitas seluruh orang yang terlihat serta isi lengkap video masih harus dipastikan melalui pemeriksaan.

Pada awalnya, video itu disebut-sebut direkam di lapas Depok. Namun, penelusuran dan pemeriksaan polisi kemudian mengarah pada Rutan Depok. Perubahan keterangan mengenai lokasi menjadi bagian penting dalam pengungkapan kasus karena berkaitan dengan bagaimana narkotika dapat masuk ke lingkungan rutan dan siapa saja yang diduga terlibat dalam peredarannya.

Polisi kini menelusuri rangkaian peristiwa dari masuknya sabu hingga dugaan penggunaannya di dalam ruangan yang tampak dalam rekaman. Penyelidikan mencakup pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, penelusuran asal barang, serta pencocokan keterangan dengan bukti yang tersedia. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah video benar memperlihatkan penggunaan narkoba dan untuk memisahkan fakta dari dugaan yang berkembang di ruang publik.

Viralnya rekaman itu menjadi pintu masuk bagi aparat untuk membongkar dugaan jaringan pemasok maupun jalur distribusi narkotika menuju Rutan Depok. Meski demikian, video tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan peran setiap orang yang berada di dalamnya. Kepastian mengenai identitas, lokasi, waktu perekaman, dan aktivitas yang berlangsung tetap menunggu hasil penyidikan resmi.

Pengungkapan dugaan masuknya sabu ke Rutan Depok bermula dari pemeriksaan terhadap dua narapidana berinisial AA dan SW. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah muncul informasi mengenai penggunaan narkotika di dalam lingkungan rumah tahanan. Dalam proses pemeriksaan, keduanya kemudian mengakui bahwa mereka menggunakan narkotika di dalam rutan.

Pengakuan AA dan SW menjadi langkah awal bagi polisi untuk menelusuri asal barang terlarang yang digunakan. Polisi berkoordinasi dengan pihak terkait serta menggali keterangan dari kedua narapidana tersebut secara lebih lanjut. Keterangan itu diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai bagaimana narkotika dapat berada di dalam rutan dan dari siapa barang tersebut diperoleh.

Dari hasil pendalaman keterangan, AA dan SW menyebut bahwa sabu yang mereka gunakan diperoleh dari seseorang berinisial R. Informasi mengenai inisial tersebut kemudian menjadi petunjuk dalam penelusuran sumber sabu. Polisi masih menjadikan keterangan kedua narapidana itu sebagai bagian dari proses pengungkapan alur perolehan barang terlarang tersebut.

Pemeriksaan terhadap AA dan SW menunjukkan bahwa pengungkapan tidak hanya berfokus pada penggunaan narkotika di dalam rutan, tetapi juga diarahkan untuk mengetahui sumbernya. Dengan menggali informasi dari pihak yang mengakui penggunaan, polisi berupaya menyusun rangkaian keterangan mengenai asal sabu yang disebut berasal dari R. Seluruh informasi tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan penelusuran sesuai dengan keterangan yang diperoleh selama pemeriksaan.

Alur masuknya sabu ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok mulai terungkap melalui penelusuran polisi setelah video narapidana berjoget menjadi perhatian publik. Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, paket narkotika itu disebut dikirim oleh seseorang berinisial menuju kawasan Rutan Depok. Pengiriman dilakukan dengan memanfaatkan jasa ojek online, sehingga paket dapat dibawa dari lokasi pengirim menuju area sekitar rutan tanpa harus diserahkan langsung kepada narapidana yang berada di dalam.

Hingga kini, identitas pengemudi ojek online yang membawa paket tersebut belum diketahui. Setelah tiba di sekitar rutan, paket itu juga tidak langsung diterima oleh narapidana. Polisi mengungkap bahwa seorang oknum pegawai berinisial S mengambil paket tersebut. S kemudian membawa barang itu masuk ke dalam lingkungan rutan. Dengan demikian, distribusi sabu berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari pengiriman oleh R, pengantaran menggunakan layanan ojek online, pengambilan paket di sekitar rutan, hingga pembawaan barang ke dalam rutan oleh S.

Keterangan mengenai keterlibatan S bukan berasal dari dugaan tambahan, melainkan terungkap berdasarkan penelusuran yang dilakukan aparat kepolisian. Polisi menelusuri rangkaian peristiwa tersebut untuk mengetahui bagaimana paket yang dikirim dari luar dapat masuk ke area rutan. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok Komisaris Polisi Sutirto menyampaikan alur distribusi itu kepada wartawan. Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa penyidik masih memisahkan secara cermat peran setiap pihak dalam jaringan pengiriman, termasuk pihak yang mengirim paket, pengemudi yang mengantarkannya, serta oknum pegawai yang mengambil dan membawa barang tersebut ke dalam rutan. Sementara itu, identitas pengemudi dan rincian lebih lanjut mengenai proses pengiriman masih menjadi bagian dari penelusuran aparat.

Temuan lanjutan dalam pengungkapan masuknya sabu ke Rutan Depok mengarah pada dugaan keterlibatan seorang oknum pegawai berinisial S. Polisi menyebut pengantaran paket narkotika ke dalam rutan diduga bukan terjadi satu kali. S diduga telah beberapa kali membawa paket sabu masuk ke lingkungan Rutan Depok, sehingga perannya dinilai berkaitan dengan jalur peredaran narkoba yang terungkap setelah video narapidana berjoget menjadi viral.

Dalam pemeriksaan, S mengakui perbuatannya. Pengakuan tersebut memperkuat keterangan mengenai aktivitas pengantaran paket ke dalam rutan. Setiap paket yang diantarkan disebut memiliki nilai bayaran sebesar Rp1 juta. Keterangan mengenai besaran bayaran itu disampaikan Sutirto, yang turut menerangkan bahwa S menerima imbalan untuk setiap pengantaran paket.

Informasi tentang pengantaran yang dilakukan berulang kali dan adanya bayaran untuk setiap paket memperjelas dugaan pola masuknya sabu ke Rutan Depok. Peran S disebut menjadi bagian penting dalam terbongkarnya jalur narkoba di dalam rutan, terutama karena pengantaran tersebut diduga berlangsung lebih dari sekali. Dengan temuan itu, keberadaan jalur pemasukan sabu ke lingkungan Rutan Depok terungkap melalui rangkaian keterangan mengenai peran S, pengakuannya dalam pemeriksaan, serta bayaran Rp1 juta untuk setiap paket yang diantarkan.