Daerah  

‎Tim SAR Gabungan Temukan Wisatawan yang Terseret Arus di Curug Ciparay Pamijahan

‎Tim SAR Gabungan Temukan Wisatawan yang Terseret Arus di Curug Ciparay Pamijahan

Kabupaten ‎Bogor, Radarnusantara.net – Setelah melakukan pencarian intensif sejak Sabtu malam, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang wisatawan yang dilaporkan hanyut di kawasan wisata alam Curug Ciparay, Kampung Raina RW 08, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (7/6/2026).

‎Korban diketahui bernama Nazar (32), warga Cipayung, Jakarta Timur. Sebelumnya, korban dilaporkan terseret arus saat berwisata bersama rekan-rekannya di kawasan Curug Ciparay pada Sabtu sore (6/6/2026).

‎Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim SAR gabungan, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Koramil Cibungbulang, Polsek Cibungbulang, Brimob, Polmas, KNPI, serta warga setempat. Setelah dilakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, korban akhirnya ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi awal kejadian.

‎Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tubuh terlentang dan kaki tersangkut di sela bebatuan sungai. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke darat sebelum dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur.

‎Danramil Cibungbulang, Kapten C.h.k Mulyana, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan proses pencarian yang dilakukan oleh seluruh unsur yang terlibat.

‎”Alhamdulillah, korban akhirnya berhasil ditemukan. Tim telah bekerja maksimal sejak kemarin sore hingga malam hari. Namun karena kondisi cuaca yang gelap dan kurang mendukung, pencarian sempat dihentikan dan dilanjutkan kembali pada pagi hari,” ujarnya.

‎Menurutnya, berkat koordinasi dan kerja sama seluruh personel yang terlibat, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi.

‎”Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, baik Basarnas, Damkar, TNI, Polri maupun masyarakat yang telah bekerja keras dalam operasi kemanusiaan ini,” tambahnya.

‎Sementara itu, Kapolsek Cibungbulang, Kompol Iwan Wahyudi, turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel dan masyarakat yang ikut membantu pencarian korban.

‎Ia menjelaskan bahwa pihak keluarga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum terhadap jenazah korban karena peristiwa tersebut murni merupakan musibah dan tidak ditemukan unsur tindak pidana.

‎”Keluarga korban telah menyatakan tidak menghendaki visum karena kejadian ini merupakan kecelakaan yang berujung pada meninggalnya korban,” katanya.

‎Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan melakukan pendalaman terkait aspek keselamatan di lokasi wisata tersebut. Menurutnya, pengelola tempat wisata memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan keselamatan para pengunjung.

‎”Karena kawasan wisata ini memungut biaya masuk, maka aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pengelola wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap pengunjung agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan maupun pengelola destinasi wisata alam untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat beraktivitas di kawasan sungai dan air terjun yang memiliki risiko tinggi, terlebih pada musim hujan dan saat debit air meningkat.

Reporter : ‎(Lukman /AwaL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *