Daerah  

Pembangunan Jembatan Antar Desa di Cibungbulang Jadi Tonggak Kemajuan Akses dan Ekonomi Warga

Kabupaten Bogor –Radarnusantara.net – Pemerintah Kabupaten Bogor terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur pedesaan demi meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu upaya konkret yang saat ini tengah dilakukan adalah pembangunan jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Cibungbulang, tepatnya di Desa Ciaruteun Udik dan Desa Cibatok II. (01/10/2025).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa (Bankeu) Tahun Anggaran 2025 yang bertujuan memperlancar konektivitas antarwilayah, memudahkan aktivitas transportasi warga, serta meningkatkan kegiatan ekonomi, terutama di sektor pertanian dan perdagangan.

Di wilayah Desa Ciaruteun Udik, proyek pembangunan jembatan jalan desa berlokasi di Kampung Gunung Leutik RT 02 RW 05. Jembatan yang dibangun memiliki ukuran P = 7,5 m, T = 6 m, L = 5 m dan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Ciaruteun Udik dengan nilai anggaran sebesar Rp 664.600.000,- (termasuk pajak). Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kerja.

Selain itu, pemerintah desa juga melaksanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 50 meter dengan tinggi 4 meter di lokasi yang sama. TPT ini dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 335.400.000,- (termasuk pajak), yang berfungsi menjaga kestabilan tanah di sekitar jembatan agar struktur tetap kuat dan tahan lama.

Sementara itu, di Desa Cibatok II, pembangunan jembatan juga tengah berlangsung di Kampung Kalurahan RT 02 RW 05. Jembatan yang memiliki ukuran P = 2,5 m, T = 6 m, L = 5 m ini dikerjakan oleh TPK Desa Cibatok II dengan anggaran sebesar Rp 664.600.000,- (termasuk pajak) dan diperkirakan rampung dalam 60 hari kerja.

Sebagai pendukung infrastruktur jalan, pemerintah desa juga membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan total anggaran Rp 335.400.000,-. Keberadaan TPT ini penting untuk mengantisipasi risiko longsor dan erosi yang dapat membahayakan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran transportasi.

Kepala Desa Ciaruteun Udik menegaskan bahwa proyek jembatan tersebut menjadi solusi nyata bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses wilayah tetangga. “Dengan adanya jembatan ini, perjalanan warga akan jauh lebih cepat, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan aktivitas ekonomi pun semakin meningkat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Cibatok II menyebutkan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki dampak strategis terhadap kemajuan desa. “Infrastruktur ini bukan sekadar penghubung wilayah, tapi juga membuka jalan baru bagi peningkatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat,” katanya.

Tak hanya pemerintah desa, para pekerja di lapangan juga merasakan kebanggaan tersendiri. Mitun, salah satu pekerja proyek, menyampaikan antusiasmenya bisa berkontribusi dalam pembangunan yang bermanfaat besar bagi warga. “Kami bekerja maksimal agar hasilnya memuaskan. Walau medan cukup berat, kami tetap semangat karena tahu jembatan ini akan mempermudah kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap, melalui pembangunan jembatan dan TPT ini, konektivitas antarwilayah semakin kuat, perekonomian desa berkembang, dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata.

 

Reporter: AwaL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *