PACITAN, Jawa Timur — Upaya penguatan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri kembali menunjukkan hasil konkret. SMK Negeri 1 Donorojo di Pacitan sukses menggelar Job Fair 2026 yang menghadirkan lebih dari 30 perusahaan lintas sektor dan membuka peluang kerja langsung bagi lulusan muda. Kegiatan yang berlangsung Sabtu, 14 Februari 2026, ini menjadi bagian dari strategi nasional mempercepat penyerapan tenaga kerja vokasi.
Acara bertema “Generasi Kompeten: Siap Bersaing di Dunia Kerja Global” tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Sasmito Pribadi, yang menegaskan pentingnya kolaborasi nyata antara sekolah dan industri untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan.
“Job Fair bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis untuk menutup kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Pendidikan vokasi harus menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” tegasnya dalam sambutan pembukaan.
Puluhan Perusahaan Buka Rekrutmen Langsung
Job Fair ini diikuti lebih dari 30 perusahaan dari sektor manufaktur, teknologi informasi, jasa keuangan, konstruksi, hingga perdagangan. Ribuan pengunjung yang terdiri dari siswa, alumni, dan masyarakat umum memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti proses rekrutmen, wawancara langsung, serta konsultasi karir.
Selain membuka lowongan kerja, sejumlah perusahaan juga menawarkan program magang dan kerja sama pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan tuntutan global.
Panitia melaporkan, puluhan peserta langsung mendapatkan tawaran kerja di lokasi, sementara ratusan lainnya lolos ke tahap seleksi lanjutan. Capaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan pendidikan vokasi daerah.
Strategi Tekan Pengangguran Lulusan Vokasi
Kepala sekolah SMK Negeri 1 Donorojo menegaskan bahwa Job Fair ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung agenda nasional pengurangan pengangguran lulusan SMK.
“Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi investasi masa depan. Kami ingin memastikan lulusan tidak hanya menerima ijazah, tetapi juga memiliki akses nyata ke dunia kerja,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dilengkapi seminar karir, pelatihan keterampilan kerja, serta pameran profil perusahaan. Bagi siswa yang belum lulus, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memahami kebutuhan industri dan mempersiapkan kompetensi secara lebih terarah.
Model Nasional Penguatan Pendidikan Vokasi
Keberhasilan Job Fair SMK Negeri 1 Donorojo memperlihatkan bahwa sekolah vokasi di daerah mampu menjadi pusat penghubung strategis antara pendidikan dan industri. Model ini sejalan dengan agenda nasional penguatan pendidikan vokasi untuk mencetak tenaga kerja produktif, kompetitif, dan siap bersaing di pasar global.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah, sekolah, dan dunia usaha, Job Fair semacam ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mempercepat transisi lulusan dari bangku sekolah menuju dunia kerja, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis sumber daya manusia unggul.

