Padang | Tim SAR gabungan mengevakuasi puluhan warga yang terdampak banjir di dua kawasan, Kota Panjang Ikua dan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Evakuasi dilakukan setelah air menggenangi permukiman warga dan kondisi di lapangan dinilai membahayakan, terutama bagi penduduk yang berada di rumah-rumah dengan akses keluar terbatas.
Banjir tersebut dipicu oleh luapan sungai setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Padang sejak Sabtu siang, 9 November. Curah hujan yang tinggi membuat debit air meningkat dengan cepat. Aliran sungai kemudian melampaui kapasitasnya dan masuk ke kawasan permukiman di sekitar bantaran, menyebabkan sejumlah warga harus meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Di Kota Panjang Ikua dan Lubuk Minturun, genangan dilaporkan telah memasuki rumah serta ruas akses warga. Ketinggian air mencapai lebih dari 50 sentimeter di sejumlah titik. Kondisi itu menyulitkan mobilitas masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan warga yang membutuhkan bantuan untuk keluar dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain tinggi, arus banjir juga cukup deras sehingga proses penyelamatan harus dilakukan dengan kewaspadaan. Air yang menggenangi kawasan terlihat berwarna kecokelatan, menunjukkan kuatnya aliran yang membawa material dari bagian hulu. Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan peralatan evakuasi untuk menjangkau warga yang masih bertahan di rumah maupun mereka yang memerlukan pemindahan segera.
Petugas juga memantau perkembangan ketinggian air dan kondisi sungai guna mengantisipasi banjir susulan. Warga di kawasan terdampak diimbau tetap mengikuti arahan petugas, menghindari arus yang deras, serta memprioritaskan keselamatan apabila air kembali naik. Penanganan di dua lokasi tersebut terus dilakukan seiring upaya memastikan seluruh warga terdampak dapat dievakuasi dengan aman.
Ketika tim penyelamat tiba di lokasi, puluhan warga masih berada di tengah kawasan yang terdampak banjir. Genangan menghambat pergerakan mereka untuk keluar secara mandiri, sehingga bantuan evakuasi diperlukan. Warga yang terjebak kemudian menjadi prioritas penanganan tim di lapangan, mengingat kondisi air menyulitkan akses menuju tempat yang lebih aman.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa banjir tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga menempatkan warga pada keadaan yang membutuhkan pertolongan segera. Tim penyelamat harus membantu warga meninggalkan area terdampak secara bertahap. Evakuasi dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat muncul selama warga masih berada di tengah genangan dan aliran air.
Komandan Tim Lapangan Kantor SAR Padang, Tri Desyu Herman, menjelaskan bahwa ketinggian genangan di lokasi cukup membahayakan. Selain itu, arus air yang mengalir deras membuat kondisi menjadi semakin berisiko bagi warga yang berupaya keluar tanpa bantuan. Keterangan tersebut menegaskan bahwa warga tidak dapat menunggu hingga keadaan membaik dan perlu segera dievakuasi.
Derasnya aliran air juga menjadi pertimbangan penting bagi tim penyelamat saat memberikan bantuan. Dalam kondisi seperti itu, perpindahan warga harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan mereka selama berada di kawasan banjir. Puluhan warga yang masih terjebak membutuhkan pendampingan agar dapat keluar dari lokasi terdampak dengan lebih aman.
Keberadaan tim SAR di lokasi menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan tersebut. Bantuan diberikan kepada warga yang kesulitan menghadapi genangan dan arus air secara mandiri. Dengan kondisi air yang tinggi serta alirannya yang deras, proses evakuasi harus segera dilakukan untuk mencegah warga tetap berada dalam situasi yang membahayakan.
Proses evakuasi warga terdampak banjir di dua kawasan Padang berlangsung sejak Sabtu sore dan berlanjut hingga malam hari. Kondisi aliran air yang masih menggenangi sejumlah akses membuat petugas harus bekerja secara bertahap dan berhati-hati. Penyelamatan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga serta memastikan setiap orang dapat melewati area yang terdampak tanpa menghadapi risiko tambahan.
Dalam pelaksanaannya, tim SAR menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak atau kesulitan keluar dari kawasan banjir. Selain itu, petugas membentangkan tali sebagai alat bantu penyeberangan. Bentangan tersebut membantu warga menjaga keseimbangan ketika melintasi aliran air, sekaligus menjadi pegangan bagi petugas dalam mengarahkan proses pemindahan. Penggunaan perahu dan tali disesuaikan dengan kondisi lapangan serta arus banjir yang dihadapi.
Evakuasi dilakukan secara berkelanjutan dari sore hingga malam pada Sabtu. Petugas bergerak menyisir area terdampak, berkoordinasi dalam menentukan warga yang perlu segera dipindahkan, dan memberikan arahan selama proses penyeberangan. Penerangan serta kewaspadaan menjadi bagian penting dalam operasi yang berlangsung ketika hari mulai gelap, terutama karena genangan dan arus dapat menyulitkan pergerakan.
Lebih dari 50 warga berhasil dievakuasi melalui upaya tersebut. Dalam menentukan prioritas, tim penyelamat mendahulukan kelompok rentan, yaitu anak-anak, perempuan hamil, lanjut usia, serta warga yang sedang sakit. Prioritas ini diberikan karena kelompok tersebut umumnya membutuhkan bantuan lebih besar untuk bergerak melewati aliran banjir. Setelah kelompok rentan ditangani, proses evakuasi dilanjutkan bagi warga lain hingga seluruh penyelamatan yang dapat dilakukan pada saat itu berlangsung dengan tertib dan aman.
Operasi penyelamatan warga terdampak banjir di sejumlah kawasan Padang melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur. Selain Kantor SAR Padang, personel Polda Sumatera Barat turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Kepala Polda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin, yang mengoordinasikan pengerahan anggota di lokasi terdampak. Dukungan juga datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur terkait lainnya.
Koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam pelaksanaan evakuasi. Setiap unsur bekerja bersama untuk menjangkau warga yang masih berada di kawasan terdampak, memindahkan mereka ke lokasi yang lebih aman, serta memantau kondisi genangan dan akses menuju permukiman. Sinergi tersebut dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan, terutama pada wilayah yang mengalami peningkatan ketinggian air atau memiliki akses terbatas. Kehadiran berbagai unsur diharapkan dapat mempercepat penanganan warga yang membutuhkan bantuan.
Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah setelah proses evakuasi berlangsung. Berdasarkan informasi hingga Sabtu malam, belum ada keterangan resmi mengenai korban jiwa akibat banjir tersebut. Informasi terkait keadaan warga dan situasi di lokasi tetap dihimpun oleh petugas serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Dalam perkembangan terakhir, genangan air di sejumlah titik dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, personel gabungan masih berada di lapangan untuk memantau perubahan kondisi dan memberikan bantuan apabila diperlukan. Masyarakat di kawasan terdampak diimbau mengikuti arahan petugas selama proses pemantauan dan evakuasi masih berlangsung.
Baca juga: Kebakaran di Kawasan Wisata Bromo: Upaya Penanganan Sedang Dilakukan | Satgas Pemberantasan Premanisme Polresta Bandung Amankan 15 Orang dan Puluhan Dus Miras, Obat Keras Ribuan Butir Disita

