JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Booth Street Fighter di Indonesia Comic Con (ICC) 2026 menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung yang ingin merasakan nuansa gim pertarungan ikonik tersebut secara langsung. Kehadiran booth ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan menjelang perilisan film Street Fighter, sekaligus mempertemukan elemen hiburan layar lebar dengan pengalaman khas waralaba gim yang telah dikenal luas. Pengunjung tidak hanya melihat materi promosi, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam sejumlah aktivitas yang disiapkan di area booth.
Indonesia Comic Con 2026 berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3–4 Oktober 2026. Dalam gelaran tersebut, booth Street Fighter menawarkan ruang bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan berbagai elemen yang identik dengan gimnya. Atmosfer pertarungan, karakter, serta tantangan yang terinspirasi dari Street Fighter menjadi bagian dari pengalaman yang dapat dinikmati selama acara. Konsep ini memberikan kesempatan kepada penggemar untuk merasakan kedekatan yang lebih kuat dengan dunia Street Fighter sebelum filmnya hadir untuk penonton.
Salah satu daya tarik yang tersedia adalah tantangan menghancurkan mobil, sebuah aktivitas yang mengingatkan pada elemen bonus dalam gim Street Fighter. Tantangan tersebut dirancang sebagai pengalaman langsung di dalam booth, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi aksi secara lebih nyata dan menghibur. Selain menjadi sarana promosi film, aktivitas ini juga memperkuat karakter Street Fighter sebagai waralaba yang menggabungkan pertarungan, keterampilan, dan interaksi. Kehadiran booth di ICC 2026 menunjukkan bagaimana promosi film dapat dikemas melalui pengalaman partisipatif, tanpa menghilangkan identitas yang melekat pada gim aslinya.
Aktivitas utama di booth Street Fighter pada ICC 2026 adalah Smash the Car, sebuah tantangan yang mengajak pengunjung memukul dan menghancurkan mobil yang telah disediakan di area booth. Setiap peserta memperoleh waktu satu menit untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Batas waktu ini membuat permainan terasa intens karena pengunjung harus mengerahkan tenaga sekaligus menentukan strategi pukulan dalam durasi yang singkat. Mobil yang menjadi sasaran telah disiapkan khusus untuk aktivitas, sehingga pengalaman menghancurkannya dapat berlangsung secara aman dan terkontrol.
Sebelum memulai, peserta wajib mengenakan perlengkapan pelindung. Tangan harus dilindungi menggunakan sarung tinju atau sarung tangan yang menyerupai sarung tangan MMA, sementara mata diamankan dengan safety goggles. Penggunaan perlengkapan tersebut menjadi bagian penting dari prosedur permainan, mengingat aktivitas melibatkan pukulan berulang terhadap objek keras. Petugas booth juga memastikan peserta memahami aturan dan siap mengikuti tantangan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum hitungan waktu dimulai.
Konsep Smash the Car terinspirasi dari salah satu bonus stage ikonik dalam gim Street Fighter II. Dalam tahap tambahan tersebut, pemain ditantang menghancurkan sebuah mobil dalam waktu terbatas untuk memperoleh poin bonus. Adaptasi ke dunia nyata ini menghadirkan kembali elemen permainan yang telah dikenal penggemar, tetapi dalam bentuk pengalaman langsung yang dapat dilakukan pengunjung. Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia, menyatakan bahwa melalui Smash the Car, pihaknya ingin membawa pengalaman yang identik dengan gim tersebut ke dunia nyata. Dengan demikian, booth tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga menawarkan aktivitas interaktif yang menghubungkan nostalgia gim klasik dengan pengalaman fisik bagi pengunjung ICC 2026.
Di bagian belakang booth, pengunjung juga dapat menemukan mesin dingdong Street Fighter II yang menghadirkan nuansa arcade klasik. Kehadiran mesin ini melengkapi tantangan menghancurkan mobil di area utama, sekaligus menawarkan pengalaman bermain yang berbeda. Bentuk kabinet, layar, tombol, dan tuas kendalinya mengingatkan pengunjung pada suasana pusat permainan era 1990-an. Musik pembuka serta efek suara pertarungan turut memperkuat atmosfer nostalgia bagi pemain yang pernah mengenal gim tersebut, maupun pengunjung baru yang ingin mencoba permainan legendaris ini.
Mesin tersebut dirancang untuk dimainkan oleh dua orang secara langsung. Setiap pertandingan mempertemukan dua pengunjung dalam format satu lawan satu dengan menggunakan karakter-karakter yang tersedia di dalam gim. Pemain dapat memilih petarung sesuai gaya bermain masing-masing, kemudian bertanding melalui beberapa ronde untuk menentukan pemenang. Kombinasi serangan, pertahanan, dan penggunaan jurus khusus menjadi bagian penting dalam pertandingan singkat tersebut. Meskipun mekanismenya sederhana untuk dipahami, persaingan tetap terasa menarik karena setiap karakter memiliki kemampuan dan strategi yang berbeda.
Sistem yang diterapkan adalah model pemain bertahan. Setelah pertandingan berakhir, pemenang berhak tetap berada di mesin untuk menghadapi lawan berikutnya. Sementara itu, pemain yang kalah harus memberikan tempatnya kepada pengunjung lain yang telah menunggu. Dengan demikian, kemenangan tidak langsung mengakhiri sesi bermain, melainkan membuka kesempatan untuk melanjutkan tantangan melawan pemain baru. Pengunjung yang berhasil mempertahankan posisinya dapat menguji konsistensi kemampuan dan melihat sejauh mana ia mampu bertahan.
Aturan tersebut membuat permainan berlangsung dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya tanpa menghilangkan kesempatan bagi pengunjung lain untuk berpartisipasi. Mereka yang belum mendapat giliran dapat menyaksikan jalannya pertarungan, mempelajari pola permainan, dan menyiapkan karakter atau strategi sebelum maju ke mesin. Pergantian pemain yang teratur juga membantu menjaga antrean tetap bergerak. Kombinasi suasana arcade klasik, pertandingan langsung, dan sistem pemain bertahan menjadikan mesin Street Fighter II sebagai salah satu daya tarik tambahan di booth ICC 2026.
Kehadiran booth Street Fighter di ICC 2026 menjadi bagian dari rangkaian promosi menjelang perilisan film Street Fighter di Indonesia. Melalui area tersebut, elemen-elemen yang lekat dengan waralaba gim diperkenalkan kepada publik dalam bentuk pengalaman langsung, termasuk aktivitas interaktif berupa tantangan menghancurkan mobil. Kehadiran aktivitas ini memberikan kesempatan bagi penggemar untuk berinteraksi dengan nuansa Street Fighter sebelum filmnya hadir di layar lebar.
Film Street Fighter dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 14 Oktober 2026. Film ini disutradarai oleh Kitao Sakurai dan diproduksi oleh Legendary Pictures bersama Capcom. Kolaborasi tersebut menandai pengembangan waralaba gim Street Fighter ke dalam medium film, dengan membawa kembali karakter-karakter ikonik serta elemen khas yang telah menjadi bagian penting dari identitas seri tersebut.
Selain menyasar penggemar lama, film ini juga diperkenalkan sebagai upaya mengenalkan dunia Street Fighter kepada generasi baru. Karena itu, rangkaian aktivitas di booth memiliki fungsi sebagai penghubung pengalaman bermain gim dan karya sinematik yang akan segera dirilis. Pengunjung dapat melihat serta merasakan secara langsung berbagai elemen yang merepresentasikan waralaba tersebut, tanpa harus menunggu hingga jadwal penayangan film tiba.
Dengan demikian, booth Street Fighter di ICC 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga menjadi titik perkenalan bagi masyarakat terhadap proyek film yang diproduksi Legendary Pictures dan Capcom. Aktivitas interaktif yang dihadirkan memperkuat momentum menuju penayangan pada 14 Oktober 2026, sekaligus mempertahankan keterhubungan karakter, atmosfer, dan identitas gim Street Fighter dengan pengalaman yang ditawarkan menjelang perilisan filmnya di Indonesia.


