Jakarta | Gubernur Jakarta Pramono Anung melantik dan mengambil sumpah 368 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Balai Kota Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dari keseluruhan pejabat yang dilantik, sebanyak 282 orang merupakan guru.
Pelantikan 368 pejabat fungsional itu menjadi inti kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta di Gedung Balai Kota Jakarta. Dalam prosesi tersebut, Pramono Anung bertindak sebagai pihak yang melantik sekaligus mengambil sumpah para pejabat fungsional. Jumlah pejabat yang mengikuti prosesi tercatat sebanyak 368 orang, dengan komposisi utama berasal dari profesi guru.
Sebanyak 282 guru termasuk dalam 368 pejabat fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Jakarta. Dengan demikian, guru menjadi kelompok mayoritas dalam pelantikan tersebut. Kegiatan itu berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Gedung Balai Kota Jakarta, dalam lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta.
Rangkaian peristiwa ini mencakup dua hal utama, yakni pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap para pejabat fungsional. Kedua prosesi tersebut dipimpin oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung. Secara keseluruhan, terdapat 368 pejabat fungsional yang dilantik, dan 282 di antaranya berprofesi sebagai guru.
Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Balai Kota Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026. Informasi utama dari kegiatan ini adalah jumlah pejabat yang dilantik, pihak yang melantik, lokasi pelaksanaan, waktu acara, serta dominasi profesi guru dalam komposisinya. Sebanyak 282 guru tercatat sebagai bagian terbesar dari total 368 pejabat fungsional yang mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada para guru yang baru dilantik sebagai pejabat fungsional. Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pengukuhan dalam jabatan, melainkan juga bentuk pengakuan atas peran guru dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Ia menilai para guru memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan proses pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan bahwa guru memberikan kontribusi penting terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta. Peran tersebut dinilai tidak berhenti pada kegiatan mengajar di ruang kelas, tetapi juga mencakup upaya mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik. Karena itu, keberadaan guru dipandang sebagai salah satu unsur utama dalam mendukung kemajuan pendidikan serta membangun sumber daya manusia di Ibu Kota.
Pramono juga menyebutkan bahwa dari 368 pejabat fungsional yang dilantik, jumlah terbanyak berasal dari kalangan guru. Pernyataan itu menunjukkan besarnya posisi profesi guru dalam susunan pejabat fungsional yang dilantik. Ia memberikan penghargaan kepada seluruh guru yang menerima amanah tersebut dan berharap mereka dapat melaksanakan tugas secara bertanggung jawab sesuai dengan peran serta kewenangan masing-masing.
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan klaim bahwa Jakarta kini menjadi kota pelajar nomor satu di Indonesia. Ia mengatakan bahwa sebelumnya Jakarta belum pernah berada pada posisi tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk menggambarkan adanya perkembangan dalam bidang pendidikan di Jakarta, sekaligus menegaskan pentingnya peran para guru dalam pencapaian yang disebutkannya. Bagi Pramono, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari dedikasi dan kontribusi tenaga pendidik yang menjalankan tugas secara langsung.
Dengan pelantikan tersebut, para guru memperoleh tanggung jawab baru sebagai pejabat fungsional. Pramono mengaitkan amanah itu dengan kebutuhan untuk terus menjaga mutu pendidikan Jakarta. Apresiasi yang diberikan kepada guru menjadi penegasan bahwa profesi tersebut memiliki kedudukan penting dalam agenda kemajuan pendidikan, terutama ketika Jakarta diarahkan untuk mempertahankan capaian sebagai kota pelajar yang disebutnya berada di peringkat teratas secara nasional.
Perhatian Pramono Anung terhadap sektor pendidikan tidak terlepas dari latar belakang keluarganya. Ia tumbuh dalam keluarga yang sebagian anggotanya berprofesi sebagai guru, sehingga memahami secara langsung peran pendidik dalam membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, serta membuka peluang bagi generasi muda. Latar belakang tersebut turut memengaruhi pandangannya mengenai pentingnya memberikan dukungan berkelanjutan kepada para guru dan memperkuat kualitas layanan pendidikan di Jakarta.
Menurut Pramono, pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mendorong kemajuan bangsa. Pendidikan yang berkualitas dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan, memperluas kesempatan kerja, dan membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Bagi keluarga kurang mampu, akses terhadap pendidikan juga memiliki arti penting karena dapat memutus rantai ketidakberuntungan yang berlangsung antargenerasi. Dengan memperoleh pendidikan yang layak, anak-anak dari keluarga tersebut memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan mencapai kemandirian.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta. Ia menyebut Jakarta berada di peringkat pertama dengan nilai 85,05. Capaian itu mencerminkan kualitas pembangunan manusia yang relatif baik, meskipun tetap perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui kebijakan yang konsisten. IPM tidak hanya mengukur keberhasilan di bidang pendidikan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas manusia memerlukan pendekatan yang menyeluruh, bukan hanya pembangunan sarana pendidikan.
Pramono berharap capaian tersebut dapat dipertahankan melalui kerja sama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jakarta. Sinergi antarlembaga, dukungan para pejabat fungsional, serta keterlibatan guru dan masyarakat diperlukan agar program pembangunan berjalan efektif. Dengan kolaborasi yang kuat, Jakarta diharapkan mampu menjaga kualitas pendidikan, memperluas akses layanan dasar, dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Pramono Anung berpesan kepada 368 pejabat fungsional yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, jabatan bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat. Setiap pejabat perlu memahami bahwa kepercayaan yang diberikan melalui pelantikan harus dijawab dengan kinerja nyata. Amanah tersebut juga menuntut kesiapan untuk bekerja secara disiplin, menjaga profesionalitas, serta melaksanakan tugas sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Ia berpandangan bahwa jabatan menjadi ujian bagi seseorang. Perubahan perilaku dan cara seseorang menggunakan kewenangan akan terlihat setelah menerima jabatan. Karena itu, pejabat yang dilantik diminta tidak berubah menjadi pribadi yang mengutamakan kepentingan diri sendiri atau kelompok tertentu. Kewenangan harus digunakan secara tepat, terukur, dan sesuai aturan yang berlaku. Setiap keputusan perlu ditempatkan dalam kerangka pelayanan, bukan sebagai kesempatan untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun memperluas pengaruh.
Pramono juga meminta agar jabatan yang diemban benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Para pejabat baru diharapkan bekerja penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan, dan memastikan pelaksanaan tugas mendukung kebutuhan warga Jakarta. Dengan menjalankan kewenangan secara tertib serta berorientasi pada kepentingan publik, mereka dapat ikut memperbaiki mutu layanan pemerintah. Pesan tersebut menjadi pengingat agar seluruh pejabat fungsional menjaga integritas dalam pekerjaan dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan publik di Jakarta.
