Kabupaten Bogor, Radarnusantara.net — Upaya meningkatkan standar keamanan pangan terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melalui kegiatan Pelatihan Penjamah Makanan (Food Handler) yang digelar di aula Desa Cihideung Ilir.Kegiatan ini melibatkan sejumlah SPPG, di antaranya SPPG Cinangka, SPPG Kalong 2, SPPG Tegalwaru, SPPG Cihideung Ilir, dan SPPG Pelita.(18/04/2026).
Pelatihan yang diinisiasi oleh Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja, Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para penjamah makanan dalam menjaga higienitas serta keamanan pangan siap saji, guna mencegah risiko penyakit bawaan makanan di masyarakat.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan laporan ketua panitia dan pembukaan resmi yang diisi sambutan dari perwakilan SPPG serta Dinas Kesehatan. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan sistem pangan yang aman dan berkelanjutan.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif dan aplikatif, mencakup berbagai aspek krusial dalam pengelolaan pangan. Narasumber Ida Farida, S.SI.T menyampaikan materi terkait cemaran pangan dan penyakit bawaan makanan, yang menyoroti pentingnya pengendalian kontaminasi dalam setiap tahapan pengolahan.
Selanjutnya, Fariz Fadilah, SKM memaparkan pentingnya pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit sebagai bagian integral dari sistem keamanan pangan. Materi ini menegaskan bahwa faktor lingkungan memiliki kontribusi signifikan terhadap kualitas makanan yang dihasilkan.
Dalam sesi berikutnya, peserta dibekali pemahaman mengenai tahapan proses produksi pangan yang baik, pembersihan dan sanitasi peralatan oleh Tri Mulyana Nugraha, Amd.Kep, serta penerapan higiene perorangan yang menjadi fondasi utama dalam praktik penjamahan makanan yang aman.
Tidak hanya itu, Robert Cristianto, SKM turut memberikan pemaparan terkait kebijakan keamanan pangan siap saji serta Standar Operasional Prosedur (SOP) sanitasi. Sementara itu, aspek pemenuhan standar gizi disampaikan oleh Mutiara Prihatini, S.Gz., M.Si, guna memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya aman, tetapi juga bernilai gizi seimbang.
Setelah jeda istirahat, shalat, dan makan (ISHOMA), kegiatan dilanjutkan dengan sesi lanjutan hingga pelaksanaan post test sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh panitia.
Penanggung jawab kegiatan, Mutia, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan para penjamah makanan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan secara konsisten.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap penjamah makanan memiliki standar pengetahuan dan praktik yang sesuai dengan regulasi, sehingga dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat melalui pengawasan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pangan, khususnya dalam penyediaan makanan siap saji yang aman, higienis, dan bergizi.
Reporter : AwaL
Pelatihan Penjamah Makanan Digelar, Dinkes Kabupaten Bogor Perkuat Keamanan Pangan Siap Saji

