Tangerang | Brisia Jodie dan Jonathan Alden menggelar acara tujuh bulanan atau mitoni pada Rabu, 28 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menandai kehamilan yang telah memasuki usia tujuh bulan dan dijalani melalui tradisi keluarga. Pada hari yang sama, Alden ditemui di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Keterangan mengenai pertemuan itu menjadi konteks pemberitaan pada hari pelaksanaan mitoni, bukan penanda bahwa acara keluarga tersebut berlangsung di lokasi itu.
Mitoni dikenal sebagai tradisi yang berkaitan dengan kehamilan tujuh bulan dalam sejumlah keluarga, terutama yang merawat adat Jawa. Pelaksanaannya dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan menyampaikan doa serta harapan bagi ibu dan calon bayi. Bentuk acaranya tidak selalu sama, karena susunan kegiatan dan pilihan simbol dapat mengikuti kebiasaan keluarga masing-masing. Dalam konteks Jodie dan Alden, acara ini menjadi bagian dari perjalanan keluarga menyambut kelahiran anak mereka.
Penyebutan rangkaian serba tujuh menggambarkan keterkaitan angka tujuh dengan usia kehamilan dan tradisi mitoni. Unsur tersebut kerap menjadi tema dalam penyelenggaraan acara, meski rincian pelaksanaan dapat berbeda satu keluarga dan keluarga lain. Karena itu, mitoni tidak semata-mata dipahami sebagai perayaan, melainkan juga sebagai momen kebersamaan yang memberi ruang bagi keluarga untuk mengungkapkan perhatian dan dukungan. Acara tujuh bulanan Jodie dan Alden berlangsung pada tanggal yang telah disebutkan, sementara informasi bahwa Alden ditemui di Pamulang pada hari yang sama berdiri sebagai keterangan lokasi pertemuan. Pembedaan ini penting agar lokasi wawancara tidak disamakan dengan tempat penyelenggaraan acara. Dengan demikian, inti kabar tersebut adalah pelaksanaan tradisi keluarga untuk kehamilan yang memasuki bulan ketujuh, serta pertemuan dengan Alden di Tangerang Selatan pada hari yang sama. Mitoni juga lazim menjadi titik refleksi menjelang fase akhir kehamilan, ketika keluarga mulai menyiapkan diri menyambut perubahan dan tanggung jawab baru. Bagi pasangan, kegiatan semacam ini dapat mempertemukan nilai budaya dengan pengalaman pribadi, tanpa mengharuskan setiap keluarga menjalankan tata cara yang identik. Informasi yang tersedia menempatkan acara Jodie dan Alden dalam kerangka tradisi tersebut.Jonathan Alden menggambarkan susunan acara mitoni dirinya bersama Brisia Jodie sebagai rangkaian yang bergerak melalui tiga tahapan utama. Acara dimulai dengan sungkeman kepada orang tua, kemudian dilanjutkan dengan pembagian berkah kepada keluarga yang hadir, dan mencapai puncaknya dalam upacara siraman. Urutan tersebut menjadi gambaran yang disampaikan Alden mengenai jalannya mitoni mereka, tanpa perlu menambahkan tahapan lain di luar keterangannya.
Sungkeman ditempatkan sebagai pembuka rangkaian. Setelah itu, perhatian beralih kepada keluarga yang hadir melalui pembagian berkah. Dalam penjelasan Alden, kedua bagian ini mendahului siraman dan membentuk susunan acara secara berurutan. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa mitoni mereka tidak hanya berpusat pada satu upacara, melainkan terdiri atas beberapa bagian yang tersusun dari awal hingga puncak.
Siraman menjadi bagian yang menutup rangkaian sebagaimana diceritakan Alden, sekaligus titik puncak acara. Dengan demikian, gambaran yang ia berikan menempatkan sungkeman, pembagian berkah, dan siraman dalam satu alur: penghormatan kepada orang tua terlebih dahulu, berbagi berkah dengan keluarga yang hadir setelahnya, lalu pelaksanaan siraman. Susunan ini merupakan inti keterangan Alden tentang acara tersebut, sementara rincian mengenai cara setiap tahap dilaksanakan tidak disebutkan dalam uraian yang tersedia.
Penjelasan berurutan itu membantu pembaca memahami struktur mitoni Brisia Jodie dan Jonathan Alden tanpa mengaburkan informasi yang benar-benar disampaikan. Sungkeman menjadi awal, pembagian berkah hadir sebagai tahap berikutnya, dan siraman menandai puncak. Ketiganya membentuk gambaran acara yang ringkas, dengan keluarga dan orang tua disebut dalam dua bagian awal, sebelum rangkaian berakhir pada siraman. Karena Alden menyampaikan susunannya secara jelas, urutan tersebut dapat dipaparkan apa adanya tanpa menyisipkan dugaan tentang peserta, perlengkapan, tata cara, atau suasana acara. Fokusnya tetap pada tiga bagian yang ia sebutkan: sungkeman kepada orang tua, pembagian berkah bagi keluarga yang hadir, serta siraman sebagai puncak rangkaian mitoni mereka.
Nuansa serba tujuh menjadi salah satu ciri yang menonjol dalam rangkaian mitoni Brisia Jodie dan Jonathan Alden. Angka tersebut tampak dalam berbagai unsur acara, termasuk jajanan yang disediakan dalam tujuh rupa. Kehadiran aneka kudapan itu memberi warna pada prosesi sekaligus memperlihatkan perhatian terhadap detail tradisi yang dijalankan. Jajanan disusun sebagai bagian dari rangkaian, bukan sekadar hidangan pelengkap bagi para tamu. Penyebutan tujuh rupa juga memperkuat tema acara yang dibangun melalui sejumlah tahapan dan perlengkapan. Dalam pelaksanaan mitoni ini, unsur tersebut menjadi cara untuk menghadirkan makna tradisi sekaligus menjadikan suasana acara terasa selaras dari awal hingga akhir.
Selain jajanan, buah-buahan turut hadir sebagai bagian dari perlengkapan prosesi. Sumber tidak merinci jumlah maupun jenis buah yang digunakan, sehingga unsur tersebut dapat disebut sebagai bagian dari sajian tanpa menambahkan keterangan yang belum dipastikan. Nuansa angka tujuh juga terlihat dalam keterlibatan tujuh orang yang bertugas menyiram. Mereka menjalankan salah satu tahapan acara secara bergantian, sehingga prosesi berlangsung dengan keterlibatan beberapa orang yang memiliki peran khusus. Perpaduan jajanan, buah-buahan, dan para petugas tersebut menunjukkan bagaimana tema serba tujuh diterapkan pada beberapa bagian mitoni. Meski setiap unsur memiliki fungsi berbeda, keseluruhannya mendukung jalannya rangkaian dengan tetap berpegang pada konsep yang dipilih pasangan.
Di balik tampilan acara yang tertata, persiapan dan pelaksanaannya membutuhkan tenaga. Brisia Jodie mengungkapkan bahwa ia berganti pakaian hingga tujuh kali selama rangkaian berlangsung. Pergantian busana itu menjadi salah satu bagian yang membuat pengalaman mengikuti acara terasa cukup melelahkan. Ia juga menyebut rangkaian tersebut cukup menguras tenaga, sebuah gambaran tentang banyaknya tahapan yang perlu dijalani pada hari itu. Persiapan bahkan telah dimulai sejak pukul 07.00 pagi. Sejak waktu tersebut, berbagai keperluan acara mulai disiapkan dan dilanjutkan hingga prosesi berlangsung. Dengan jadwal yang dimulai lebih awal serta beberapa tahapan yang harus diikuti, tidak mengherankan jika acara ini membutuhkan stamina. Pengakuan Brisia memperlihatkan sisi personal di balik kemeriahan mitoni yang mengusung unsur serba tujuh.
Meski rangkaian mitoni berlangsung melelahkan, Jodie dan Alden tetap memilih menjalaninya karena acara tujuh bulanan memiliki arti khusus bagi keluarga mereka. Bagi Jodie, tradisi tersebut bukan sekadar perayaan untuk menandai usia kehamilan, melainkan kebiasaan keluarga yang terus dilakukan saat ada anggota keluarga mengandung tujuh bulan. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan itu sudah melekat dalam keluarga, sehingga kehamilan ini menjadi kesempatan untuk kembali menjalankannya. Walaupun persiapan dan rangkaian acaranya menguras tenaga, alasan keluarga tersebut membuat Jodie merasa tradisi itu tetap layak dijaga dan dirayakan bersama orang-orang terdekat.
Jodie juga menyebut kedua orang tua mereka menginginkan acara tersebut digelar. Karena itu, mitoni bukan hanya keinginan pribadi Jodie dan Alden, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap harapan keluarga. Tradisi tujuh bulanan itu, menurut Jodie, berasal dari kedua belah pihak keluarga. Artinya, kebiasaan tersebut memiliki tempat dalam keluarga Jodie maupun keluarga Alden, sehingga keduanya sama-sama mengenal dan menghargai pelaksanaannya. Dukungan orang tua turut menjadi alasan acara tetap dilangsungkan, sekalipun rangkaian persiapannya membutuhkan tenaga dan waktu. Bagi keluarga, pertemuan dalam acara itu juga memberi ruang untuk bersama-sama menyambut fase kehamilan yang sedang dijalani Jodie.
Alden pun memandang mitoni sebagai momen yang sayang untuk dilewatkan.
Baca juga: Rangkaian HUT, Wadan Kodiklat TNI Silaturahmi dengan Mantan Panglima TNI | Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr






