Hatta Rajasa Jadi Wakil Ketua Wantimpres, Berikut Perjalanan Karier dan Penghargaannya

Hatta Rajasa Jadi Wakil Ketua Wantimpres, Berikut Perjalanan Karier dan Penghargaannya

PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI). Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pengangkatan ini menempatkan Hatta Rajasa dalam susunan Wantimpres RI sebagai wakil ketua sekaligus anggota lembaga tersebut.

Dalam susunan baru itu, Hatta Rajasa menjadi bagian dari Wantimpres RI bersama 26 anggota lainnya. Dengan demikian, pelantikan di Istana Negara menandai masuknya Hatta ke dalam komposisi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia untuk periode pengangkatan sebagaimana ditetapkan melalui keputusan presiden.

Pengangkatan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota Wantimpres RI didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Keputusan tersebut menjadi dasar resmi bagi pembentukan susunan keanggotaan Wantimpres RI yang turut mencantumkan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua.

Pelantikan itu berlangsung dalam rangkaian resmi pengangkatan keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Dalam kapasitas yang ditetapkan melalui keputusan tersebut, Hatta Rajasa tercatat sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota. Posisi itu menjadi bagian dari susunan Wantimpres RI yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 secara khusus menjadi landasan bagi pengangkatan keanggotaan Wantimpres RI, termasuk penetapan Hatta Rajasa dalam posisi wakil ketua. Bersama 26 anggota lainnya, ia kini tercantum dalam susunan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia yang dilantik pada Jumat tersebut. Peristiwa ini menjadi inti penetapan Hatta Rajasa sebagai salah satu unsur pimpinan sekaligus anggota Wantimpres RI.

Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 18 Desember 1953. Masa awal kehidupannya berlangsung di kota tersebut sebelum ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hatta menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 4 Palembang. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, ia memilih Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai tempat untuk memperdalam pengetahuan di bidang teknik.

Di ITB, Hatta tercatat sebagai mahasiswa angkatan 1973 pada bidang teknik perminyakan. Pilihan terhadap bidang tersebut menunjukkan ketertarikannya pada sektor yang memiliki peran penting dalam pembangunan dan perekonomian Indonesia. Pendidikan teknik perminyakan yang ditempuhnya menjadi salah satu fondasi dalam membentuk cara berpikir analitis serta pemahamannya terhadap persoalan teknis dan industri.

Selain menjalani kegiatan akademik, Hatta aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB. Keterlibatan tersebut memberinya pengalaman dalam mengelola kegiatan, membangun komunikasi dengan sesama mahasiswa, serta menjalankan tanggung jawab organisasi. Ia juga tercatat sebagai senator mahasiswa ITB, sebuah peran yang berkaitan dengan penyampaian aspirasi dan partisipasi mahasiswa dalam lingkungan kampus.

Aktivitas Hatta selama masa mahasiswa tidak terbatas pada organisasi yang berkaitan langsung dengan bidang studinya. Ia terlibat dalam kegiatan Masjid Salman Bandung dan pernah aktif di Pelajar Islam Indonesia. Berbagai pengalaman tersebut memperluas ruang pergaulan serta membentuk kemampuan kepemimpinan dan kerja sama yang kelak menjadi bagian dari perjalanan publiknya. Dengan demikian, latar belakang pendidikan di ITB dan pengalaman berorganisasi menjadi dasar penting sebelum Hatta memasuki dunia profesional dan pemerintahan.

Jejak Hatta Rajasa di pemerintahan memperlihatkan rangkaian penugasan yang berlangsung secara bertahap, dari bidang riset dan teknologi hingga koordinasi kebijakan ekonomi. Salah satu jabatan awal yang tercatat dalam perjalanan tersebut adalah Menteri Negara Riset dan Teknologi, yang diembannya pada 2001–2004. Dalam posisi ini, ia berada di lingkungan pemerintahan yang menangani pengembangan riset, teknologi, dan pemanfaatan pengetahuan untuk mendukung kebutuhan nasional.

Setelah masa tugasnya sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi berakhir, Hatta Rajasa dipercaya menjabat Menteri Perhubungan pada 2004–2007. Peralihan ini menunjukkan penugasan pada bidang yang berbeda, yaitu sektor perhubungan. Jabatan tersebut menjadi bagian berikutnya dalam rekam jejaknya di pemerintahan sebelum ia menerima tanggung jawab baru sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Hatta menjabat Menteri Sekretaris Negara pada 2007–2009. Sesudah itu, pada 22 Oktober 2009, ia mulai mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Masa jabatannya berlangsung hingga 13 Mei 2014. Sebagai menteri koordinator, ia menempati posisi yang berkaitan dengan koordinasi kebijakan dan program di bidang perekonomian.

Urutan jabatan tersebut—Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, kemudian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian—menjadi bagian penting dari pengalaman pemerintahan Hatta Rajasa. Rekam jejak itu mendahului pengangkatannya sebagai wakil ketua merangkap anggota Wantimpres. Dengan demikian, perjalanan kariernya di pemerintahan mencakup beberapa bidang strategis dan memperlihatkan kesinambungan penugasan dari satu posisi ke posisi berikutnya.

Rangkaian penghargaan Hatta Rajasa mencakup penghormatan yang diterimanya sejak 2011 hingga 2014. Daftar tersebut memuat penghargaan dari lembaga di Indonesia maupun penghormatan dari lembaga internasional. Setiap penghargaan tercatat berdasarkan nama dan tahun penerimaannya, sehingga menjadi bagian dari perjalanan penghargaan Hatta Rajasa.

Pada 2013, Hatta Rajasa menerima Bintang Mahaputera Adipradana. Pada tahun yang sama, ia menerima penghargaan Economic Booster of the Year dari Indonesia Property and Bank. Ia juga menerima Reformasi Award dan Pro Democracy. Keempat penghargaan tersebut tercatat dalam daftar penghargaan yang diterima Hatta Rajasa sejak 2013.

Dalam daftar penghargaan lainnya, Hatta Rajasa memperoleh The Rising Stars Men’s Obsession’s 9 Young Leaders 2013-2014. Ia juga mendapat penghormatan sebagai Pemimpin Perubahan dari Republika pada 2011. Kedua nama penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan penghargaan Hatta Rajasa pada bidang kepemimpinan.

Pada tingkat internasional, Hatta Rajasa menerima Gwanghwa Medal atau The First Rank of the Order of Diplomatic Service Merit dari Republik Korea di Jakarta pada 2012. Penghargaan lainnya adalah Public Policy Award dari Asia Society pada 2011. Kedua penghargaan tersebut melengkapi daftar penghormatan internasional yang diterima Hatta Rajasa.

Dengan demikian, daftar penghargaan Hatta Rajasa meliputi Bintang Mahaputera Adipradana, Economic Booster of the Year dari Indonesia Property and Bank, Reformasi Award, Pro Democracy, The Rising Stars Men’s Obsession’s 9 Young Leaders 2013-2014, serta penghormatan sebagai Pemimpin Perubahan dari Republika pada 2011. Daftar itu juga mencakup Gwanghwa Medal atau The First Rank of the Order of Diplomatic Service Merit dari Republik Korea di Jakarta pada 2012 dan Public Policy Award dari Asia Society pada 2011.