Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Patung Selamat Datang

Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Patung Selamat Datang

Jakarta | Enam aktivis Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, telah turun dan berhasil dievakuasi. Setelah berada di atas patung, seluruh aktivis dibawa ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan perawatan. Evakuasi tersebut menandai berakhirnya aksi di lokasi, sekaligus memastikan keenam orang yang terlibat dapat meninggalkan bagian atas monumen dengan selamat. Peristiwa ini menjadi perhatian di pusat Jakarta karena berlangsung di salah satu titik paling dikenal di ibu kota dan melibatkan aktivis yang melakukan aksi dengan membentangkan spanduk pada patung tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menyatakan bahwa seluruh aktivis telah berhasil dievakuasi. Ia memastikan tidak ada seorang pun yang masih tertinggal di atas Patung Selamat Datang setelah proses itu selesai. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa jumlah aktivis yang berada di lokasi telah dipastikan, yakni enam orang, dan semuanya sudah turun dari patung. Kepastian ini penting untuk memperjelas perkembangan penanganan di Bundaran HI, terutama setelah aksi berlangsung di ketinggian. Dengan seluruh peserta berada di bawah, petugas dapat membawa mereka ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan memperoleh perawatan yang diperlukan.

Para aktivis kemudian dibawa ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya. Informasi yang disampaikan mengenai evakuasi menyebutkan bahwa tujuan pemindahan mereka adalah untuk mendapat perawatan. Tidak ada aktivis yang tertinggal di atas patung, menurut keterangan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dengan demikian, tahapan utama setelah aksi membentangkan spanduk adalah menurunkan keenam orang tersebut dan membawa mereka ke klinik. Perkembangan ini juga memberikan kejelasan mengenai kondisi penanganan di lokasi: proses evakuasi telah tuntas, sementara para aktivis berada di fasilitas kesehatan. Keterangan kepolisian menjadi dasar informasi bahwa seluruh peserta telah dievakuasi dari monumen di Bundaran HI.

Proses evakuasi berlangsung dengan perhatian khusus terhadap kondisi para aktivis yang berada di Patung Selamat Datang. Aktivis pertama yang berhasil turun adalah seorang perempuan. Saat mencapai area bawah, ia tampak cukup lemas dan kondisinya terlihat memprihatinkan. Petugas kemudian mengutamakan pemeriksaan awal sebelum para aktivis dibawa untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam proses penyelamatan, mengingat mereka telah berada di lokasi aksi selama beberapa waktu.

Reynold menyampaikan bahwa unit Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya telah disiagakan untuk mendukung penanganan. Sebanyak enam ambulans juga disediakan guna membantu proses penyelamatan dan evakuasi. Kesiapan tenaga kesehatan serta kendaraan medis itu ditujukan agar para aktivis dapat segera memperoleh bantuan setelah turun dari patung. Dengan dukungan tersebut, petugas dapat mengarahkan mereka ke fasilitas yang telah dituju tanpa menunda penanganan yang diperlukan.

Setelah seluruhnya berhasil turun, keenam aktivis dibawa ke klinik tersebut untuk menjalani perawatan intensif. Mereka akan mendapat pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing. Informasi mengenai aktivis pertama yang turun dan dukungan medis yang disiapkan disampaikan sebagai bagian dari perkembangan evakuasi. Prioritas pada tahap ini adalah memastikan seluruh orang yang dievakuasi berada dalam pengawasan tenaga kesehatan dan dapat menerima pertolongan secara memadai.

Reynold berharap para aktivis memperoleh penanganan terbaik setelah proses evakuasi selesai. Ia juga menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan mereka, baik saat diturunkan maupun setelah berada di klinik. Kehadiran Biddokkes dan enam ambulans diharapkan membantu memastikan kebutuhan medis dapat segera ditangani. Selanjutnya, kondisi para aktivis dapat dipantau oleh tenaga kesehatan selama mereka menjalani perawatan. Dengan demikian, keselamatan tetap menjadi perhatian utama hingga seluruh proses penanganan dinyatakan selesai.

Sejak pagi, Greenpeace Indonesia menggelar aksi di Patung Selamat Datang, Jakarta, dengan membentangkan spanduk dan memasang sejumlah poster berwarna kuning. Aksi tersebut menyampaikan tuntutan agar pemerintah menangani krisis iklim serta memuat kritik terhadap persoalan lingkungan dan kebijakan yang dinilai berkaitan dengan perlindungan masyarakat. Lokasi yang berada di kawasan pusat kota membuat materi aksi terlihat oleh warga dan pengguna jalan yang melintas.

Spanduk diangkat sekitar pukul 08.10 WIB. Salah satu poster kuning yang dipasang membawa pesan, “Melindungi lingkungan = melindungi kualitas hidup.” Pesan itu mengaitkan upaya menjaga lingkungan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kondisi yang memungkinkan masyarakat hidup dengan aman dan sehat. Poster-poster lainnya menjadi bagian dari penyampaian tuntutan Greenpeace agar pemerintah memberi perhatian pada dampak krisis iklim dan mengambil langkah penanganan.

Aksi tersebut berlangsung di area monumen yang menjadi salah satu landmark Jakarta. Setelah spanduk dibentangkan, kepolisian meminta para aktivis untuk turun. Permintaan itu menjadi bagian dari perkembangan situasi di lokasi, sementara pesan aksi yang telah disampaikan berfokus pada penanganan krisis iklim dan perlindungan kualitas hidup. Greenpeace Indonesia menggunakan spanduk dan poster sebagai sarana untuk menyampaikan pandangan serta mendorong isu lingkungan masuk dalam perhatian publik. Penempatan materi di Patung Selamat Datang juga menjadikan tuntutan tersebut tampak di ruang publik, sehingga dapat diketahui oleh orang-orang yang berada di sekitar kawasan itu pada pagi hari. Dalam penyampaian aksi, tuntutan penanganan krisis iklim menjadi pokok pesan, disertai kritik lain yang tercantum dalam materi visual. Kronologi ini mencatat waktu spanduk diangkat dan permintaan kepolisian agar aktivis turun, tanpa mengabaikan isi pesan yang dibawa para peserta aksi.

Reynold mengimbau agar penyampaian pendapat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban umum. Ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi perlu dijalankan secara bertanggung jawab, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun merusak fasilitas dan lingkungan di sekitar lokasi. Imbauan tersebut disampaikan setelah enam aktivis Greenpeace dievakuasi dari Patung Selamat Datang. Menurut Reynold, setiap pihak tetap dapat menyuarakan pandangan, tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan warga yang beraktivitas di kawasan pusat Jakarta tersebut. Ia berharap aspirasi dapat disampaikan melalui cara yang tertib sehingga situasi di Bundaran HI tetap terkendali.

Reynold juga merujuk Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024, yang menetapkan Bundaran Hotel Indonesia sebagai struktur cagar budaya. Status tersebut, katanya, menjadi pengingat bahwa kawasan dan elemen bersejarah di dalamnya perlu dijaga bersama. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk peserta aksi dan masyarakat, untuk merawat serta melindungi kawasan Bundaran HI agar nilai sejarahnya tetap terpelihara. Penggunaan ruang publik, menurut imbauan itu, sebaiknya tidak menimbulkan risiko terhadap patung maupun struktur lain yang menjadi bagian dari cagar budaya. Dengan demikian, penyampaian pendapat dapat berlangsung tanpa mengabaikan tanggung jawab kolektif untuk menjaga warisan kota. Perhatian terhadap ketertiban dan pelestarian kawasan dinilai penting bagi semua pihak.

Dalam keterangannya, Reynold menyatakan bahwa kepolisian bersama Kodim 0501 Jakarta Pusat siap melayani dan melindungi para aktivis. Ia juga meminta personel yang bertugas di lokasi untuk memberikan rasa aman, baik kepada aktivis maupun masyarakat sekitar. Mengenai kemungkinan adanya proses hukum setelah peristiwa tersebut, polisi belum mengambil keputusan. Reynold menjelaskan bahwa keselamatan para aktivis menjadi perhatian utama pada tahap ini. Penanganan situasi, kata dia, perlu mengutamakan perlindungan terhadap orang-orang yang terlibat, sembari memastikan kondisi di sekitar Bundaran HI tetap aman dan tertib. Karena itu, belum ada kepastian mengenai langkah hukum selanjutnya; fokus kepolisian saat ini adalah memastikan keselamatan mereka yang dievakuasi.