Kabupaten Bogor, Radarnusantara.net , — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk SMP Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menuai sorotan tajam dari warga.
Proyek yang bersumber dari APBN TA 2026 dengan nilai *Rp 792.913.000* dengan pelaksana *Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)* dan waktu pelaksanaan 120 hari kalender tersebut *diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis alias KURANG SPEK.*
DINDING LAMA DITAMBAL, ATAP TIPIS, TANPA K3
Berdasarkan investigasi dan dokumentasi di lapangan, fakta yang ditemukan sangat miris. Bangunan yang seharusnya direvitalisasi total terlihat, masih menggunakan dinding lama yang hanya ditambal dan diplester tipis tanpa pembongkaran total.
Selain itu, pemasangan atap jenis spandek pasir dilakukan oleh pekerja *tanpa Alat Pelindung Diri / Keselamatan K3* sama sekali. Struktur rangka baja ringan yang terpasang pun *diduga tidak sesuai bestek / gambar kerja.*
“Dana hampir 800 juta untuk revitalisasi SMP. Itu besar. Harusnya hasilnya bangunan baru yang layak dan aman untuk anak-anak. Kalau cuma dinding lama ditambal, atap diganti yang tipis, ini kemana uangnya? Ini kan untuk keselamatan siswa,” ujar warga sekitar sekolahan dengan nada geram kepada Radarnusantara.net.
*KEPSEK DITANYA JAWAB KURANG PAHAM*
Lebih parahnya lagi, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak SMP atau Kepala Sekolah terkait teknis bangunan, pernyataan yang keluar *kurang pas dan tidak profesional.*
Saat ditanya terkait bangunan, *Kepsek menjawab kurang paham.*
Publik pun bertanya, bagaimana bangunan mau bagus kalau pelaksananya saja tidak paham bangunan? Ini semata-mata *diduga cari keuntungan di balik dunia pendidikan.* Diduga bangunan *asal jadi yang penting banyak untungnya.*
Padahal dalam *Juknis Revitalisasi Kemendikdasmen*, P2SP wajib melaksanakan pembangunan sesuai RAB dan gambar yang telah disetujui kementerian, menggunakan material SNI, dan diawasi oleh konsultan pengawas serta konsultan perencana.
Jika dinding lama yang sudah rapuh hanya ditambal, ini jelas membahayakan nyawa siswa. Jangan sampai revitalisasi yang tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa justru menjadi bom waktu yang siap ambruk.
*WARGA MINTA DIAUDIT*
Warga meminta *Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikdasmen* untuk segera turun ke lapangan melakukan *audit fisik dan audit mutu* terhadap proyek tersebut sebelum diserahterimakan dan digunakan oleh siswa.
Pasalnya, jika bangunan kurang spek dan ambruk, yang menjadi korban adalah siswa. Jangan main-main dengan keselamatan anak-anak,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Gunung Mulya belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kurang spek tersebut. Tim Radarnusantara.net akan terus mengawal kasus ini hingga ke Kementerian.
*Reporter: ( Asep Kobul*)

