Daerah  

Rihlah Keluarga Besar KH. Abdul Syukur Bogor Pererat Silaturahmi, Meneladani Ulama, dan Perkuat Nilai Kekeluargaan

Rihlah Keluarga Besar KH. Abdul Syukur Bogor Pererat Silaturahmi, Meneladani Ulama, dan Perkuat Nilai Kekeluargaan

BANTEN, Radarnusantara.net – Keluarga Besar KH. Abdul Syukur Bogor menggelar kegiatan rihlah yang memadukan nilai silaturahmi, pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan. Kegiatan ini diawali dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Hidayah Parung Sapi, Sipak, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Syekh Hasanudin di kawasan Banten Lama, dan ditutup dengan wisata keluarga di Pantai Lagundi, Carita.(04/07/2026).

Rihlah tersebut diikuti oleh anggota keluarga besar dari berbagai daerah sebagai upaya mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkokoh nilai-nilai keislaman yang diwariskan oleh KH. Abdul Syukur Bogor kepada generasi penerus.

Kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Hidayah Parung Sapi, Sipak memiliki makna yang sangat istimewa. Selain menjadi ajang silaturahmi, kunjungan tersebut juga merupakan bentuk mempererat hubungan keluarga, mengingat pondok pesantren itu dipimpin oleh Hj. Neng Masfupah, yang merupakan cucu dari KH. Abdul Syukur Bogor. Kehangatan dan suasana kekeluargaan begitu terasa saat rombongan disambut oleh pimpinan pondok beserta keluarga besar dan para santri.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau berbagai aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren, berdialog mengenai perkembangan pendidikan Islam, serta berbagi pengalaman tentang pentingnya menjaga tradisi keilmuan, akhlak, dan perjuangan dakwah yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Bagi Keluarga Besar KH. Abdul Syukur Bogor, kunjungan ini bukan sekadar agenda rihlah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat ikatan nasab dan menjaga kesinambungan perjuangan keluarga dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam melalui lembaga pesantren.

Usai dari Pondok Pesantren Nurul Huda, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Banten Lama untuk berziarah ke makam Syekh Hasanudin. Ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dalam menyebarkan Islam di Nusantara, sekaligus memanjatkan doa dan mengambil hikmah dari perjuangan mereka dalam membangun akhlak dan peradaban masyarakat.

Sebagai penutup, rombongan menikmati kebersamaan di Pantai Lagundi, Carita. Suasana pantai yang indah dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antarkeluarga melalui kebersamaan, diskusi, dan berbagai kegiatan yang mencerminkan semangat persatuan serta kekeluargaan.

Narasumber kegiatan, Hendra Tirtana, mengatakan bahwa rihlah ini merupakan perjalanan yang memiliki nilai ibadah, pendidikan, sejarah, dan kekeluargaan.

“Rihlah ini kami selenggarakan bukan hanya untuk berekreasi, tetapi juga sebagai ikhtiar memperkuat silaturahmi Keluarga Besar KH. Abdul Syukur Bogor. Kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang dipimpin oleh cucu beliau menjadi simbol bahwa perjuangan dalam bidang pendidikan dan dakwah terus berlanjut. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin agar generasi muda semakin mengenal sejarah keluarganya, mencintai ulama, menjaga persatuan, serta melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu,” ujar Hendra Tirtana.

Melalui kegiatan rihlah ini, Keluarga Besar KH. Abdul Syukur Bogor berharap semangat ukhuwah Islamiyah, kecintaan terhadap ilmu, penghormatan kepada para ulama, dan eratnya hubungan kekeluargaan akan terus terjaga serta menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Reporter; AwaL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *