Makassar | PSS Sleman mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-0 pada lanjutan pekan keempat Super League 2026/27. Pertandingan tersebut berlangsung pada Minggu sore, 11 Oktober, di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Hasil akhir ini mencatat kemenangan PSS Sleman atas PSM Makassar dalam pertandingan pekan keempat kompetisi tersebut.
Skor 3-0 menjadi hasil yang tercatat dalam laga PSS Sleman dan PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo. Pertandingan pada Minggu sore, 11 Oktober, itu merupakan bagian dari lanjutan pekan keempat Super League 2026/27. Dengan hasil tersebut, PSS Sleman memperoleh tiga poin dari pertandingan melawan PSM Makassar.
Tambahan tiga poin membawa PSS Sleman naik ke peringkat ke-12 klasemen sementara Super League 2026/27. Pada saat yang sama, PSM Makassar berada di posisi ke-15 dengan dua poin. Dengan demikian, klasemen sementara setelah pertandingan itu mencatat PSS Sleman di posisi ke-12 dan PSM Makassar di posisi ke-15. Selisih posisi tersebut tercatat setelah PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar pada pekan keempat, yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu sore, 11 Oktober.
Peluit pembuka langsung mengawali pertandingan dengan tempo tinggi. PSS Sleman dan PSM Makassar tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan ritme permainan, karena kedua tim segera berusaha membangun serangan dari wilayah masing-masing. Bola bergerak cepat, sementara para pemain dari kedua kubu menunjukkan keberanian untuk menekan dan mencari ruang di area pertahanan lawan. Situasi tersebut membuat duel di Stadion Maguwoharjo berlangsung terbuka sejak menit-menit pertama.
PSS Sleman menjadi tim yang lebih dahulu menciptakan peluang berbahaya. Pada menit ke-10, Hiromu Tanaka mencoba menguji penjaga gawang PSM Makassar melalui sebuah tembakan. Upaya tersebut menjadi salah satu momen awal yang menunjukkan niat PSS untuk tampil agresif di hadapan pendukungnya. Meskipun belum langsung mengubah kedudukan, tembakan Tanaka memperlihatkan bahwa serangan tuan rumah mulai menemukan celah di lini pertahanan PSM.
PSM Makassar kemudian memberikan respons melalui sejumlah ancaman yang tidak kalah berarti. Stefan Jevtoski terlibat dalam upaya membangun serangan, sedangkan Lars Veldwijk turut menjadi perhatian di area depan. Henhen Herdiana juga berusaha membantu menciptakan tekanan bagi pertahanan PSS. Rangkaian ancaman tersebut membuat pertandingan tetap berjalan dalam keseimbangan, dengan kedua tim silih berganti mencari kesempatan untuk masuk ke sepertiga akhir lapangan. Tidak ada kubu yang sekadar menunggu, karena PSS maupun PSM sama-sama berupaya memanfaatkan setiap ruang yang terbuka. Fase awal ini pun memperlihatkan laga yang sengit, dengan peluang dan tekanan muncul dari kedua sisi tanpa memberikan gambaran bahwa salah satu tim sepenuhnya menguasai jalannya pertandingan.
Gol pertama PSS Sleman dalam pertandingan melawan PSM Makassar tercipta pada menit ke-34. Serangan tuan rumah berlanjut hingga Gustavo Tocantins berada dalam posisi untuk mengirimkan umpan tarik ke area yang dituju. Bola dari Tocantins kemudian diterima oleh Hiromu Tanaka, yang menjadi pemain paling siap untuk menuntaskan peluang tersebut. Urutan serangan itu membawa PSS Sleman semakin dekat dengan keunggulan setelah permainan berjalan tanpa gol pada menit-menit sebelumnya.
Tanaka tidak menyia-nyiakan umpan yang diberikan Tocantins. Setelah menerima bola, pemain asal Jepang tersebut menyelesaikan peluang dengan tenang. Penyelesaian itu menghasilkan gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSS Sleman. Dengan demikian, Tocantins tercatat sebagai pemberi assist, sementara Tanaka menjadi pencetak gol pembuka bagi tim tuan rumah. Kerja sama keduanya menjadi penentu lahirnya gol pertama di Maguwoharjo.
Keunggulan 1-0 tersebut memberi PSS Sleman posisi yang lebih baik dalam pertandingan. Gol pada menit ke-34 memastikan tuan rumah memimpin atas PSM Makassar sebelum jeda. Setelah Tanaka menuntaskan umpan tarik Tocantins, tidak ada gol tambahan yang mengubah skor hingga babak pertama selesai. PSS Sleman pun memasuki turun minum dengan keunggulan satu gol, sedangkan PSM Makassar masih tertinggal 0-1. Gol Tanaka menjadi pembeda pada paruh pertama sekaligus menegaskan pentingnya rangkaian serangan yang berakhir melalui umpan Tocantins dan penyelesaian tenang sang penyerang.
Memasuki awal babak kedua, PSS Sleman tidak mengendurkan permainan. Tim tuan rumah tetap mempertahankan intensitas serangan melalui sirkulasi bola yang cepat, pergerakan aktif di lini tengah, serta tekanan saat PSM Makassar berusaha membangun serangan dari belakang. Keunggulan yang sudah dimiliki tidak membuat PSS bermain pasif. Sebaliknya, para pemain terus mencari ruang untuk menambah gol dan menjaga kendali atas jalannya pertandingan di Stadion Maguwoharjo.
PSM sempat memperoleh peluang untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan keras Stefan Jevtoski pada menit ke-50. Sepakan tersebut menjadi peringatan bagi pertahanan PSS karena tim tamu masih memiliki kemampuan untuk menciptakan ancaman ketika mendapatkan ruang di sekitar kotak penalti. Namun, kesempatan itu belum mampu mengubah keadaan. PSS segera kembali merapikan organisasi permainan dan melanjutkan tekanan, sementara PSM kesulitan menjaga konsistensi serangan untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
Tekanan PSS akhirnya kembali membuahkan hasil ketika Hiromu Tanaka mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut. Gol itu semakin memperbesar keunggulan sekaligus mempertegas peran penting Tanaka dalam kemenangan timnya. PSM yang tertinggal semakin kesulitan mengejar, terutama karena PSS mampu mengendalikan tempo dan memanfaatkan celah yang muncul. Pada masa injury time, Matheus Fornazari menutup pesta gol melalui gol tambahan yang memastikan kemenangan telak 3-0 bagi PSS Sleman. Dwigol Tanaka dan gol Fornazari memastikan PSS membawa tambahan tiga poin, sekaligus mengakhiri pertandingan dengan performa yang meyakinkan di hadapan pendukungnya.
Baca juga: Inisiatif Telkom Dalam Penerapan Kecerdasan Buatan di Makassar


