Daerah  

*Pawai Kerukunan Warnai Waisak di Sorong, Irwasda Polda Papua Barat Daya: Perbedaan Justru Perekat Persatuan*

*Pawai Kerukunan Warnai Waisak di Sorong, Irwasda Polda Papua Barat Daya: Perbedaan Justru Perekat Persatuan*

 

*SORONG, Papua Barat Daya* (30/05/26) – Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terpancar kuat di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya. Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Kampung Kerukunan, Kabupaten Sorong, saat Vihara Buddha Sasana menjadi pusat perayaan Pawai Kerukunan dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 M, (27/5).

Kegiatan yang sarat makna persatuan ini dibuka secara simbolis oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si. Prosesi pengangkatan bendera menjadi tanda dilepasnya ratusan peserta pawai yang akan menyusuri jalan-jalan utama Kampung Kerukunan dengan membawa pesan damai.

Hadir langsung dalam pembukaan, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., yang menegaskan komitmen Polri dalam mengawal setiap kegiatan keagamaan agar berjalan aman dan khidmat. Kehadiran Irwasda bersama jajaran kepolisian menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Pawai Kerukunan ini tidak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga panggung pemersatu bangsa. Hal ini terlihat dari antusiasme luar biasa berbagai elemen penting di wilayah Papua Barat Daya yang memadati lokasi.

Selain jajaran kepolisian, kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari instansi pemerintahan, instansi TNI, para tokoh agama lintas iman, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga warga sekitar yang datang membawa semangat persaudaraan. Anak-anak, orang tua, hingga lansia ikut serta, menjadikan pawai ini cerminan nyata kebinekaan yang hidup di Tanah Papua.

“Kampung Kerukunan sekali lagi membuktikan dirinya sebagai miniatur kedamaian. Di sini kita lihat, perbedaan suku, ras, dan agama tidak menjadi penghalang, justru menjadi perekat persatuan yang kokoh. Ini harta paling berharga yang harus kita jaga bersama,” ujar Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu dalam sambutannya.

Irwasda juga menyampaikan apresiasi kepada umat Buddha yang telah menyelenggarakan Waisak dengan nuansa kebersamaan, serta kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir. Menurutnya, kehadiran Forkopimda bersama para tokoh lintas sektoral menegaskan komitmen bersama untuk merawat harmoni sosial di tengah masyarakat Papua Barat Daya yang majemuk.

Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si., menambahkan bahwa kegiatan seperti Pawai Kerukunan sangat penting sebagai ruang dialog dan penguatan nilai moderasi beragama.
“Ketika semua pihak duduk bersama, berjalan bersama, dan merayakan perbedaan dengan sukacita, maka pesan perdamaian akan lebih mudah sampai ke hati masyarakat,” katanya.

Sepanjang pawai, peserta membawa spanduk dan umbul-umbul bertuliskan ajaran cinta kasih, toleransi, dan pesan “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta” – semoga semua makhluk hidup berbahagia. Suasana semakin hangat saat warga dari berbagai latar belakang ikut menyambut dan membagikan air minum kepada peserta pawai.

Melalui sinergi yang ditunjukkan oleh segenap instansi, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam Pawai Kerukunan ini, diharapkan pesan-pesan perdamaian dan moderasi beragama dapat terus menggema. Polda Papua Barat Daya berkomitmen mengawal dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Tanah Papua.

Dengan semangat Waisak, Kampung Kerukunan Kabupaten Sorong kembali mengirimkan pesan kuat: bahwa di Papua Barat Daya, perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dirayakan bersama.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *