JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Laysa Latifah, pecatur asal DKI Jakarta, menerima bonus pembinaan setelah meraih gelar Woman Grandmaster (WGM) dalam Olimpiade Catur 2026 di Uzbekistan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian yang berhasil diraih Laysa di tingkat internasional sekaligus menegaskan perhatian terhadap perkembangan atlet catur daerah.
Pemberian bonus dilakukan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta. Organisasi tersebut memberikan bonus pembinaan sebagai penghargaan atas keberhasilan Laysa memperoleh gelar WGM. Dukungan ini juga mencerminkan komitmen Percasi DKI Jakarta dalam mendampingi atlet yang telah membawa nama daerah ke panggung internasional.
Gelar Woman Grandmaster merupakan pencapaian penting dalam perjalanan karier seorang pecatur. Bagi Laysa, keberhasilan di Uzbekistan menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebagai atlet catur asal ibu kota. Apresiasi berupa bonus pembinaan diharapkan dapat mendukung keberlanjutan proses pengembangan dirinya sebagai pecatur.
Bonus tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap prestasi yang telah dicapai, tetapi juga memperlihatkan pentingnya dukungan kelembagaan bagi atlet berprestasi. Pembinaan yang berkelanjutan dapat membantu atlet menjaga konsistensi, meningkatkan kesiapan, dan mengembangkan potensi pada masa mendatang.
Dengan penghargaan itu, Percasi DKI Jakarta turut menempatkan prestasi Laysa sebagai bagian dari perkembangan catur daerah. Keberhasilan meraih gelar WGM dalam Olimpiade Catur 2026 di Uzbekistan menjadi alasan utama diberikannya bonus pembinaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Laysa untuk terus melanjutkan kiprahnya serta menjadi dorongan bagi pecatur lain di DKI Jakarta.
Laysa Latifah menerima bonus pembinaan senilai Rp50 juta setelah berhasil meraih gelar Woman Grandmaster (WGM) di Uzbekistan. Bonus tersebut diserahkan oleh Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan perkembangan karier pecatur muda asal Jakarta itu. Penghargaan ini sekaligus menjadi dukungan konkret bagi atlet catur berprestasi agar terus meningkatkan kemampuan di tingkat nasional maupun internasional.
Penyerahan bonus berlangsung dalam pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kejuaraan yang digelar pada 3-4 Oktober 2026. Selain menjadi ajang kompetisi bagi para pecatur dari berbagai kelompok usia, Kejurda ini juga menjadi momentum untuk memberikan perhatian kepada atlet yang mengharumkan nama daerah melalui pencapaian di luar negeri.
Kehadiran Laysa menjadi salah satu perhatian dalam pembukaan Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Gelar WGM yang diraihnya di Uzbekistan dinilai mencerminkan potensi besar pembinaan catur di Ibu Kota. Prestasi itu diharapkan dapat memberi inspirasi kepada pecatur muda DKI Jakarta untuk berlatih lebih disiplin, mengikuti kompetisi secara konsisten, dan berani memasang target tinggi dalam perjalanan olahraga mereka.
Melalui pemberian bonus pembinaan tersebut, Percasi DKI Jakarta menunjukkan komitmen untuk mendukung atlet berprestasi sekaligus memperkuat ekosistem catur daerah. Laysa diharapkan tidak hanya melanjutkan pencapaiannya, tetapi juga menjadi contoh bagi generasi berikutnya yang sedang mengejar gelar grandmaster. Semangat dan pengalamannya dapat mendorong lebih banyak pecatur muda untuk menekuni pembinaan jangka panjang, memperluas pengalaman bertanding, serta membawa nama DKI Jakarta ke pentas yang lebih tinggi.
Keberhasilan Laysa Latifah meraih gelar Woman Grandmaster (WGM) di Uzbekistan diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet catur Jakarta lainnya. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pecatur dari ibu kota memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional apabila memperoleh pembinaan, pendampingan, dan kesempatan bertanding yang berkelanjutan. Karena itu, pencapaian Laysa tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan catur Jakarta.
Harapan tersebut disampaikan Hardiyanto Kenneth yang menargetkan lahirnya lebih banyak pemegang titel grandmaster dari Jakarta. Kenneth pernah berjanji kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat pelantikan pengurus Percasi DKI Jakarta untuk melahirkan empat pemegang titel grandmaster dari Jakarta. Janji itu menjadi arah pembinaan yang perlu diwujudkan melalui program terukur, pencarian bibit berbakat, serta dukungan konsisten bagi para atlet dalam mengikuti kejuaraan nasional dan internasional.
Satu target telah tercapai melalui Laysa, meskipun gelar yang diraihnya adalah WGM, salah satu titel bergengsi dalam catur. Keberhasilannya diharapkan dapat mendorong pecatur Jakarta lainnya untuk bekerja lebih keras dan mengikuti jejaknya dalam mengejar gelar internasional. Para atlet yang sedang menjalani pembinaan diharapkan menjadikan capaian Laysa sebagai bukti bahwa target besar tersebut dapat diwujudkan secara bertahap.
Dalam menjalankan komitmen itu, Kenneth juga memiliki posisi sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan. Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap pembinaan olahraga, khususnya catur, sehingga target melahirkan empat grandmaster dari Jakarta tidak berhenti sebagai pernyataan, melainkan berkembang menjadi agenda pembinaan yang berkesinambungan dan menghasilkan prestasi baru.
Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pembinaan catur di ibu kota. Turnamen ini diikuti 420 pecatur dari berbagai kelompok usia, mulai dari kategori anak-anak hingga dewasa. Keberagaman peserta menunjukkan bahwa kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ruang persaingan bagi atlet senior, tetapi juga wadah bagi pecatur muda untuk memperoleh pengalaman bertanding dan mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.
Selain menawarkan kesempatan berkompetisi, Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 menyediakan total hadiah sebesar Rp100 juta. Besarnya apresiasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta untuk menampilkan performa terbaik selama pertandingan. Dukungan hadiah juga memperlihatkan perhatian terhadap pembinaan olahraga catur dan upaya mendorong munculnya atlet-atlet berprestasi dari Jakarta.
Menurut Kenneth, kejuaraan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Percasi DKI Jakarta. Pelaksanaannya memiliki fungsi ganda, yakni sebagai kompetisi daerah sekaligus ajang seleksi atlet yang akan membawa nama ibu kota pada Kejurnas Catur ke-51 tahun 2026. Kejurnas tersebut dijadwalkan berlangsung di Banten pada 23-29 Oktober 2026, sehingga Kejurda menjadi tahapan penting untuk menyaring wakil terbaik sebelum menghadapi persaingan tingkat nasional.
Kenneth menjelaskan, para pemenang Kejurda akan memperoleh tiket untuk tampil pada Kejurnas di Banten. Dengan mekanisme tersebut, hasil pertandingan daerah secara langsung menentukan komposisi atlet yang berangkat mewakili DKI Jakarta. Ia berharap para atlet yang lolos seleksi memiliki KTP DKI Jakarta atau berdomisili di Jakarta. Persyaratan itu diharapkan menjaga keterwakilan daerah sekaligus memastikan pembinaan Percasi DKI Jakarta memberikan manfaat bagi atlet yang benar-benar berakar di ibu kota.



