Jakarta | Kementerian Dalam Negeri mulai mematangkan persiapan untuk menilai inovasi unggulan daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Tahap persiapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses penilaian berlangsung terarah dan mampu menggambarkan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pembaruan. Inovasi yang dikembangkan daerah akan menjadi perhatian dalam rangkaian evaluasi, terutama untuk melihat inisiatif yang dinilai menonjol dan relevan bagi penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Melalui proses tersebut, Kemendagri menghimpun gambaran mengenai berbagai praktik inovatif yang disiapkan oleh pemerintah daerah peserta. Pemantapan kegiatan juga diperlukan agar setiap tahapan penilaian dapat dijalankan sesuai jadwal dan memberikan ruang yang memadai bagi daerah untuk menyampaikan informasi mengenai inovasinya. Dengan demikian, IGA menjadi ajang untuk menilai sekaligus mengenali berbagai upaya pembaruan yang tumbuh di daerah.
Salah satu tahap penting dalam proses tersebut adalah presentasi langsung kepala daerah di hadapan tim penilai. Agenda presentasi dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026. Dalam sesi ini, kepala daerah akan menyampaikan paparan mengenai inovasi unggulan yang dikembangkan pemerintah daerah masing-masing. Format penyampaian secara langsung memberikan kesempatan kepada tim penilai untuk memperoleh penjelasan dari pihak yang memimpin pemerintahan daerah. Tahap ini juga menjadi bagian dari rangkaian penilaian, bukan proses yang berdiri sendiri. Karena itu, presentasi perlu dipahami dalam kaitannya dengan penilaian terhadap keseluruhan inovasi daerah. Jadwal yang telah ditetapkan menjadi salah satu acuan bagi daerah dalam menyiapkan materi dan mengatur keikutsertaan kepala daerah. Persiapan tersebut dapat membantu memastikan paparan berlangsung tertib dan informasi utama mengenai inovasi tersampaikan dengan jelas kepada tim penilai.
Melalui presentasi, tim penilai dapat melihat secara langsung inovasi unggulan yang dikembangkan pemerintah daerah sebagai bagian dari proses evaluasi IGA 2026. Paparan kepala daerah memberi ruang untuk menjelaskan inisiatif yang diajukan, sementara penilaian tetap berlangsung dalam kerangka rangkaian evaluasi yang telah disiapkan. Perhatian terhadap inovasi unggulan memungkinkan proses ini berfokus pada upaya pembaruan yang ditampilkan oleh masing-masing pemerintah daerah. Bagi daerah peserta, kesempatan memaparkan inovasi di hadapan tim penilai merupakan tahapan penting untuk menyampaikan gambaran mengenai inisiatif yang dikembangkan. Dengan mematangkan persiapan sejak awal, Kemendagri mengupayakan agar agenda penilaian dapat berjalan sesuai rencana. Presentasi pada 3–5 November 2026 tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian IGA, ketika inovasi unggulan daerah disampaikan dan menjadi bagian dari pertimbangan tim penilai dalam menilai upaya pemerintah daerah.
Persiapan presentasi kepala daerah untuk penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Matheos Tan. Rapat berlangsung di Command Center BSKDN, Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pembahasan diarahkan pada sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan proses presentasi dan pelaksanaan penilaian, sehingga aspek substansi maupun teknis kegiatan dapat dipersiapkan secara terencana.
Salah satu pokok bahasan rapat ialah pembagian tim penilai. Penetapan pembagian tersebut menjadi bagian dari persiapan penilaian, karena proses presentasi memerlukan pengaturan peran tim yang terlibat dalam kegiatan. Rapat juga membahas jadwal presentasi kepala daerah. Kejelasan jadwal menjadi perhatian agar rangkaian presentasi dapat disiapkan dan dilaksanakan sesuai susunan yang telah dibahas. Kedua hal ini dibicarakan bersama sebagai unsur penting dalam persiapan penilaian IGA 2026.
Selain pengaturan tim dan waktu, rapat menyoroti kelengkapan profil inovasi unggulan daerah. Profil tersebut menjadi bahan yang perlu dipastikan ketersediaannya dalam rangkaian presentasi. Pembahasan mengenai kelengkapan profil membantu mengarahkan persiapan pada informasi inovasi yang akan disampaikan oleh daerah. Dengan perhatian terhadap bahan presentasi, kesiapan substansi dapat berjalan seiring dengan pengaturan teknis kegiatan.
Aspek lain yang turut dibahas ialah kesiapan perangkat penilaian dan kebutuhan teknis pelaksanaan. Perangkat penilaian perlu dipersiapkan sebagai bagian dari proses penilaian, sementara dukungan teknis kegiatan menjadi perhatian agar agenda presentasi dapat berlangsung sesuai kebutuhan. Pembahasan perangkat dan teknis melengkapi agenda rapat yang mencakup tim penilai, jadwal, serta profil inovasi unggulan daerah.
Melalui rapat tersebut, BSKDN membahas sejumlah komponen persiapan presentasi kepala daerah untuk penilaian IGA 2026 dalam satu forum. Fokus pada pembagian tim penilai, jadwal presentasi, kelengkapan profil inovasi, dan kesiapan perangkat serta teknis kegiatan menunjukkan ruang lingkup persiapan yang dibicarakan. Seluruh pokok itu menjadi perhatian dalam mendukung penyelenggaraan presentasi dan penilaian sesuai rencana.
Untuk memastikan proses penilaian berjalan terarah, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) menyiapkan sejumlah kebutuhan administrasi dan teknis bagi presentasi kepala daerah dalam Penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026. Persiapan tersebut mencakup pedoman teknis yang menjadi acuan pelaksanaan, surat kesediaan tim penilai, serta jadwal presentasi masing-masing daerah. Kelengkapan ini diperlukan agar pemerintah daerah dan tim penilai memahami tahapan, ketentuan, serta waktu kegiatan sebelum sesi penilaian berlangsung. Dengan acuan yang tersedia, peserta dapat menyiapkan bahan presentasi sesuai kebutuhan, sedangkan penilai dapat menjalankan tugas berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.
BSKDN juga menyiapkan pembagian tugas bagi anggota tim penilai agar tanggung jawab selama presentasi jelas. Formulir penilaian disediakan untuk mendukung proses evaluasi, baik ketika penilaian dilakukan secara daring maupun secara luring. Penggunaan formulir tersebut membantu tim mencatat aspek yang dinilai secara tertib dan menjadi bagian dari dokumentasi penilaian. Selain dokumen dan instrumen itu, setiap daerah menyiapkan profil inovasi unggulan. Profil ini memuat informasi mengenai inovasi yang dipresentasikan dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tim penilai saat mencermati keunggulan, pelaksanaan, serta hasil inovasi daerah.
Kesiapan dokumen perlu disertai pemeriksaan fasilitas pendukung, terutama untuk memastikan presentasi dapat berlangsung tanpa gangguan teknis. Matheos mengimbau daerah agar memeriksa fasilitas yang akan digunakan sebelum jadwal presentasi, termasuk perangkat dan sarana pendukung kegiatan. Pemeriksaan lebih awal memberi kesempatan bagi penyelenggara maupun peserta untuk mengetahui dan menangani kendala sebelum sesi dimulai. Imbauan tersebut menekankan pentingnya kesiapan teknis sebagai bagian dari persiapan menyeluruh, baik bagi daerah yang mengikuti presentasi secara daring maupun yang hadir secara luring. Dengan dokumen, profil inovasi, pembagian tugas, dan fasilitas yang dipersiapkan, proses penilaian diharapkan dapat berlangsung lancar serta membantu tim menelaah paparan setiap daerah secara cermat dan konsisten.
Menjelang presentasi kepala daerah untuk penilaian IGA 2026, Matheos meminta seluruh pihak yang terlibat segera menuntaskan berbagai kebutuhan yang masih belum terpenuhi. Persiapan yang tersisa perlu ditindaklanjuti secara cermat agar tidak menghambat jalannya kegiatan. Setiap pihak diharapkan memastikan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya telah dipersiapkan sebelum jadwal presentasi dimulai. Dengan penyelesaian kebutuhan secara tepat waktu, panitia dan peserta dapat memusatkan perhatian pada rangkaian acara serta materi yang akan disampaikan.
Permintaan tersebut menegaskan bahwa kesiapan presentasi tidak hanya bergantung pada satu pihak. Dukungan dari unsur-unsur terkait diperlukan, mulai dari pemenuhan kebutuhan teknis hingga pengaturan pelaksanaan kegiatan. Matheos menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi agar setiap persiapan dapat berjalan searah. Komunikasi yang terjaga memungkinkan pihak terkait mengetahui perkembangan, menyampaikan kebutuhan, dan menyelesaikan kendala yang muncul sebelum hari pelaksanaan.
Koordinasi juga berperan dalam memastikan informasi mengenai jadwal dan kebutuhan kegiatan tersampaikan dengan baik kepada pihak yang berkepentingan. Apabila terdapat hal yang belum siap, tindak lanjut dapat dilakukan lebih awal melalui komunikasi antarpihak. Dengan begitu, persiapan tidak menumpuk pada saat mendekati acara.






