Jakarta | Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik setelah Fitri Salhuteru menyampaikan pandangannya mengenai awal persoalan tersebut. Dalam keterangannya, Fitri menilai bahwa pihak Sarwendah merupakan pihak yang lebih dahulu membawa persoalan rumah tangga dengan Ruben ke media sosial. Pernyataan itu disampaikan ketika perbincangan mengenai hubungan keduanya sedang ramai dibahas oleh masyarakat.
Fitri dikenal sebagai sahabat Ruben Onsu. Kedekatan tersebut menjadi konteks penting dalam melihat pernyataannya, karena pandangan yang disampaikan berasal dari seseorang yang berada di lingkaran pertemanan Ruben. Meski demikian, komentar Fitri perlu dipahami sebagai pendapat pribadi mengenai bagaimana konflik itu mulai diketahui publik, bukan sebagai keterangan yang telah terbukti secara independen.
Menurut pandangan Fitri, perhatian publik terhadap masalah Ruben dan Sarwendah muncul setelah persoalan tersebut dibawa ke ruang media sosial oleh pihak Sarwendah. Ia menyoroti urutan kemunculan isu tersebut di hadapan publik, sehingga pernyataannya kemudian ikut memperkeruh pembahasan mengenai pihak yang lebih dulu membuka persoalan. Pandangan itu disampaikan di tengah perseteruan yang sedang ramai diperbincangkan, bukan sebagai penetapan resmi mengenai penyebab konflik.
Karena itu, komentar Fitri sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari perkembangan pemberitaan dan percakapan publik tentang hubungan Ruben Onsu serta Sarwendah. Pernyataan tersebut mencerminkan sudut pandang Fitri sebagai sahabat Ruben, sementara kebenaran mengenai awal mula persoalan tetap perlu dibedakan dari opini yang beredar. Fokus pernyataannya adalah dugaan mengenai pihak yang lebih dahulu membawa masalah ke media sosial, bukan uraian lengkap tentang seluruh perjalanan perselisihan keduanya.
Menurut penjelasan Fitri Salhuteru, persoalan yang menjadi awal perhatian Ruben Onsu berkaitan dengan keinginannya untuk bertemu anak-anak. Permintaan tersebut disebut tidak berfokus pada hal yang rumit, melainkan pada kebutuhan untuk memperoleh waktu dan akses agar dapat menemui mereka. Dalam penjelasan itu, Ruben digambarkan hanya meminta kesempatan untuk hadir dan berinteraksi dengan anak-anaknya, tanpa uraian lebih lanjut mengenai persoalan hukum, status pengasuhan, atau keputusan resmi terkait keluarga.
Permintaan untuk bertemu anak-anak kemudian menjadi bagian penting dalam pembicaraan mengenai perselisihan Ruben dan Sarwendah. Fitri menyampaikan bahwa Ruben menginginkan waktu untuk melakukan pertemuan secara langsung. Keterangan tersebut menempatkan akses bertemu sebagai persoalan awal yang dipermasalahkan, bukan sebagai kesimpulan mengenai pihak yang paling berhak atau mengenai penyebab hukum tertentu. Detail yang disampaikan berfokus pada adanya keinginan Ruben untuk menemui anak-anak dan perlunya kesempatan bagi pertemuan tersebut.
Konflik kemudian berkembang setelah muncul unggahan rekaman video call Ruben dengan seorang laki-laki yang dibagikan oleh Sarwendah. Unggahan itu disebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang membuat persoalan tersebut semakin disorot. Namun, keterangan mengenai video call tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan keseluruhan hubungan keluarga ataupun alasan hukum di balik konflik. Karena itu, informasi yang tersedia perlu dipahami secara terbatas sesuai penjelasan sumber, yakni bahwa pembahasan bermula dari permintaan Ruben untuk memperoleh waktu dan akses bertemu anak-anak, lalu berkembang setelah adanya unggahan rekaman percakapan video tersebut.
Penjelasan Fitri juga tidak menyatakan perubahan status pengasuhan maupun memberikan rincian mengenai pengaturan keluarga secara menyeluruh. Fokusnya berada pada pengalaman dan permintaan Ruben untuk dapat bertemu anak-anak. Dengan demikian, pembaca dapat melihat bahwa isu akses pertemuan menjadi titik awal yang disebut dalam sumber, sedangkan perkembangan berikutnya dikaitkan dengan unggahan video call oleh Sarwendah. Rincian lain di luar keterangan tersebut belum dapat disimpulkan dari informasi yang tersedia.
Fitri Salhuteru turut menyinggung kabar mengenai adanya rekaman yang disebut berkaitan dengan Sarwendah dan hingga kini masih disimpan oleh Ruben Onsu. Pernyataan tersebut disampaikan Fitri ketika membahas awal perselisihan serta sejumlah informasi yang berkembang di tengah perhatian publik. Ia tidak menjelaskan secara terperinci isi rekaman itu, termasuk kapan dan dalam situasi apa materi tersebut dibuat. Karena itu, keberadaan maupun konteks rekaman tersebut tetap perlu dipahami sebagai klaim yang disampaikan Fitri, bukan fakta yang telah terverifikasi secara independen.
Menurut penilaian Fitri, Ruben tampaknya memilih untuk tidak mengunggah rekaman tersebut ke ruang publik. Ia menduga keputusan itu berkaitan dengan pertimbangan terhadap dampak yang mungkin muncul, terutama bagi anak-anak Ruben dan Sarwendah. Dengan tidak menyebarkan materi tersebut, Ruben dinilai masih berusaha menahan diri agar persoalan pribadi tidak semakin melebar dan tidak menimbulkan konsekuensi yang lebih berat bagi keluarga. Namun, alasan sebenarnya di balik sikap Ruben itu belum disampaikan secara terbuka oleh yang bersangkutan.
Fitri juga memberikan pandangan mengenai sejumlah bukti yang belakangan dibuka Ruben. Ia menggambarkan kemunculan bukti-bukti tersebut sebagai reaksi terhadap tindakan dari pihak Sarwendah. Dalam sudut pandang Fitri, langkah itu menyerupai sikap saling mencerminkan, yakni satu pihak dianggap membalas atau mengikuti aksi yang lebih dahulu dilakukan pihak lain. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa Fitri melihat terbukanya berbagai informasi bukan sebagai peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian respons dalam konflik kedua pihak.
Meski demikian, pandangan Fitri mengenai motif, rekaman, dan hubungan bukti-bukti tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan final. Ruben maupun Sarwendah tetap memiliki hak untuk memberikan penjelasan dari sudut pandang masing-masing. Publik juga perlu membedakan pernyataan, dugaan, dan informasi yang telah dikonfirmasi agar pembahasan mengenai konflik keluarga ini tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.
Di tengah sorotan terhadap aktivitas Sarwendah di media sosial, Ruben Onsu sebelumnya menyampaikan sikap yang cenderung santai. Ia mengaku tidak ingin mempermasalahkan tindakan Sarwendah, termasuk pilihan yang berkaitan dengan akun media sosial miliknya. Bagi Ruben, setiap orang memiliki kebebasan untuk menggunakan akun pribadinya sesuai dengan pertimbangan masing-masing. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa ia berusaha merespons isu secara tenang, tanpa memperpanjang perdebatan yang berkembang di ruang publik.
Ruben juga menyebut telah menggunakan hak jawabnya melalui sebuah video. Menurut dia, penjelasan tersebut sudah cukup untuk menyampaikan sudut pandangnya kepada masyarakat. Ia tidak merasa perlu memberikan tanggapan berulang-ulang terhadap setiap pembahasan mengenai persoalan tersebut. Pernyataan Ruben itu disampaikan pada 12 Oktober 2026, sebelum Fitri Salhuteru memberikan komentar yang kembali menyoroti awal perselisihan Ruben dan Sarwendah.
Sementara itu, Fitri dikutip pada 13 Oktober 2026 ketika membahas dinamika hubungan keduanya serta aktivitas Sarwendah di media sosial. Keterangan Fitri merupakan pandangannya terhadap situasi yang sedang menjadi perhatian, sedangkan pernyataan Ruben mencerminkan sikap pribadi Ruben dalam menanggapi tindakan Sarwendah. Dengan demikian, komentar Fitri dan penjelasan Ruben perlu ditempatkan secara terpisah agar pemberitaan tetap berimbang. Ruben menekankan kebebasan setiap orang atas akun media sosialnya, sementara Fitri menyampaikan penilaian berdasarkan sudut pandangnya mengenai rangkaian peristiwa tersebut.
