SAMARINDA.radarnusantara – Suasana kebersamaan mewarnai pembangunan jembatan penghunung dua desa yang rusak oleh Anggota Koramil 03/Babulu Kodim 0913/PPU dan Polsek Babulu serta Pemerintah setempat bersama warga bergotong royong memperbaiki jembatan yang berlokasi di Jl. Tani RT.08 Dusun 3 Desa Labangka Kec. Babulu Kab. PPU.Kamis (16/7/2026)

Komandan Kodim 0913/PPU, Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyuono, S.Hub.,Int melalui Danramil 03/Babulu Kapten Inf Janito menegaskan bahwa Gotong royong adalah budaya kerja sama yang sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia. Tradisi ini mengajarkan kita untuk saling membantu demi kebaikan bersamaTNI AD merupakan wujud pengabdian TNI kepada rakyat.
Karena dengan bergotong royong pekerjaan jadi lebih cepat selesai dan biaya bisa dibagi serta memperkuat identitas budaya Indonesi.
“Kami ingin pembangunan ini menjadi milik bersama. Ketika TNI dan Polri serta pemerintah, dan masyarakat bekerja bergandengan tangan, pekerjaan terasa lebih ringan dan hasilnya akan lebih bermanfaat. Semoga jembatan ini nantinya menjadi penghubung yang mempermudah aktivitas warga sekaligus membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Desa ,” ujarnya.
Selain itu,kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin dengan baik.
Dan jembatan yang menghubungkan dua Desa yaitu antara Desa Labangka dan Labangka Barat Kecamatan Babulu tersebut sangat membantu dalam Masyarakat beraktifitas di sawah.
Dana yang digunakan untuk perbaikan jembatan merupakan Dana dari Kedua Desa tersebut dikarenakan posisi jembatan merupakan perbatasan kedua Desa.
Tujuan dari perbaikan jembatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.(Mur)







Respon (4)