Tangerang | Arema FC tampil dominan saat menjamu Dewa United pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Minggu (25/10/2026) sore WIB, Singo Edan meraih kemenangan telak 4-0. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan Dewa United pada musim berjalan dan menjadi kekalahan pertama tim tamu di kompetisi.
Arema membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Careca. Gol itu memberi tuan rumah kendali lebih besar atas pertandingan, sementara Dewa United harus berusaha mengejar ketertinggalan. Arema menjaga tekanan dan mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, tim tuan rumah kembali menunjukkan ketajaman di depan gawang.
Careca mencetak gol keduanya pada menit ke-52 untuk menggandakan keunggulan Arema. Gol tersebut membuat tugas Dewa United semakin berat dan memberi tuan rumah ruang untuk mengembangkan permainan. Arema tidak mengendurkan serangan setelah unggul dua gol. Pada menit ke-65, Samuel Otusanya menambah gol ketiga, mempertegas dominasi tim Singo Edan dalam laga kandang ini.
Dewa United berupaya merespons, tetapi tidak berhasil membongkar pertahanan Arema maupun memperkecil jarak. Tuan rumah tetap menjaga konsentrasi sampai penghujung pertandingan. Julian Guevara kemudian memastikan skor akhir menjadi 4-0 melalui gol pada menit ke-90+5. Tambahan gol di masa injury time melengkapi kemenangan meyakinkan Arema di hadapan pendukungnya.
Empat gol yang dicetak oleh tiga pemain berbeda menggambarkan kontribusi kolektif Arema dalam pertandingan tersebut. Careca menjadi pencetak gol terbanyak bagi tuan rumah dengan dua gol, sedangkan Otusanya dan Guevara masing-masing menyumbangkan satu gol. Di sisi lain, Dewa United gagal mempertahankan rekor tanpa kekalahan yang telah dibawanya hingga pekan ketujuh. Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Arema, sekaligus menegaskan bahwa mereka mampu memanfaatkan kesempatan di Kanjuruhan dengan efektif. Skor 4-0 juga menjadi penanda jelas betapa sulitnya Dewa United mengimbangi tuan rumah sepanjang laga.Kemenangan Arema FC atas Dewa United membawa perubahan langsung bagi posisi kedua tim di klasemen sementara. Tambahan tiga poin mengangkat Arema ke peringkat kesembilan dengan koleksi sembilan poin. Hasil tersebut menjadi dorongan penting bagi tim untuk memperbaiki posisi setelah pertandingan ini, sekaligus menambah nilai pada persaingan di papan klasemen. Perolehan poin Arema kini meningkat, sementara kemenangan itu memastikan mereka meninggalkan laga dengan hasil yang berdampak nyata pada urutan sementara kompetisi.
Di sisi lain, kekalahan tidak mengubah posisi Dewa United pada urutan ketiga. Tim tersebut tetap mengumpulkan 14 poin dan masih berada di klub-klub teratas klasemen sementara. Meski gagal menambah angka dalam laga melawan Arema, posisi ketiga mereka belum berubah berdasarkan hasil pertandingan tersebut. Selisih perolehan poin kedua tim menunjukkan jarak yang masih memisahkan Dewa United dan Arema, kendati kemenangan ini memberi Arema tambahan bekal untuk menatap pertandingan berikutnya.
Bagi Arema, tiga poin tersebut juga memiliki arti tersendiri karena menjadi hasil positif pertama setelah manajemen mengakhiri kerja sama dengan pelatih Marcos Santos. Catatan ini menandai capaian tim dalam periode tersebut tanpa mengubah fakta bahwa Arema saat ini berada di peringkat kesembilan dengan sembilan poin. Kemenangan atas Dewa United pun tercatat sebagai hasil yang memutus catatan tak terkalahkan lawannya, sekaligus memberi perubahan pada perolehan angka Arema di klasemen.
Pergerakan kedua tim setelah laga ini memperlihatkan dampak yang berbeda: Arema naik ke posisi kesembilan, sedangkan Dewa United tetap menempati peringkat ketiga. Angka sembilan untuk Arema dan 14 bagi Dewa United menjadi gambaran terbaru dari posisi mereka dalam klasemen sementara. Dengan hasil tersebut, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana masing-masing tim menjaga atau memperbaiki posisi pada laga-laga selanjutnya. Namun, perubahan yang sudah tercatat untuk saat ini terbatas pada tambahan tiga poin Arema dan posisi Dewa United yang tidak bergeser dari urutan ketiga.
Persita Tangerang dan Bali United harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dalam pertandingan di Banten International Stadium, Minggu (25/10/2026) sore WIB. Hasil tersebut terasa dramatis karena Persita baru berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time babak kedua. Bali United sempat berada di posisi untuk membawa pulang kemenangan setelah unggul lebih dahulu, tetapi gol pada menit-menit terakhir mengubah akhir pertandingan.
Bali United membuka keunggulan pada menit ke-29 babak pertama melalui penyerang asal Kroasia, Marko Dugandzic. Gol itu membuat tim tamu memimpin dan memberi tekanan kepada Persita untuk mengejar ketertinggalan. Hingga waktu normal babak kedua berjalan, keunggulan Bali United masih bertahan. Persita terus mencari peluang untuk mencetak gol balasan, sementara waktu yang tersisa semakin sedikit dan peluang mereka untuk menghindari kekalahan tampak menipis.
Namun, upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu. Pablo Ganet mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+6, tepat di pengujung laga. Gol tersebut memastikan Persita tidak pulang dengan tangan kosong sekaligus menggagalkan kemenangan Bali United yang sudah berada di depan mata. Bagi tim tuan rumah, momen itu menjadi penutup yang penting setelah tertinggal sejak babak pertama. Sementara itu, Bali United harus menerima bahwa keunggulan mereka tak cukup untuk mengamankan tiga poin penuh.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir, sehingga kedua kesebelasan memperoleh masing-masing satu poin. Hasil ini menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan pada hari yang sama, dengan perubahan keadaan terjadi pada detik-detik terakhir. Persita menunjukkan bahwa pertandingan belum selesai sebelum wasit meniup peluit panjang, sedangkan Bali United kehilangan kesempatan untuk mengakhiri laga sebagai pemenang. Gol Ganet bukan hanya menyamakan skor, tetapi juga menentukan pembagian poin dalam duel yang berlangsung di Banten International Stadium tersebut.
Hasil imbang Persita melawan Bali United membuat kedua tim menutup pertandingan dengan posisi yang berdekatan di klasemen sementara. Bali United berada di peringkat ketiga dengan koleksi 13 poin, sedangkan Persita menempati posisi kelima dengan 12 poin. Selisih satu poin memisahkan keduanya, sementara urutan klasemen menempatkan Bali United dua tingkat di atas Persita. Angka tersebut memperlihatkan persaingan rapat di kedua klub pada papan klasemen, tanpa mengubah perbedaan posisi yang tercatat setelah pertandingan.
Dalam catatan hasil ini, urutan dan jumlah poin perlu dibaca secara jelas: Bali United berada di posisi ketiga dengan 13 poin, dan Persita berada di posisi kelima dengan 12 poin. Dengan demikian, Bali United unggul satu poin atas Persita. Kedua tim memiliki jarak dua peringkat, meskipun perbedaan angka poin mereka hanya satu. Informasi ini menggambarkan posisi masing-masing seusai pertandingan, bukan perkiraan mengenai perubahan berikutnya. Klasemen yang dimaksud adalah klasemen sementara pada konteks hasil imbang tersebut.
Posisi Bali United dan Persita ini berbeda dari pembahasan laga sebelumnya yang melibatkan Arema FC dan Dewa United. Kedua pertandingan tersebut merupakan konteks yang terpisah, sehingga posisi peringkat ketiga dan kelima serta angka 13 dan 12 poin di sini merujuk khusus kepada Bali United dan Persita. Pemisahan ini penting agar angka klasemen tidak tertukar dengan informasi mengenai Arema FC atau Dewa United.
Baca juga: Persija Jakarta Harus Bermain di Bali Lawan Java United | Persija Jakarta Mantap: Tiga Kemenangan Beruntun Kian Mendorong Ambisi | Persija Jakarta Raih Tiga Kemenangan Beruntun untuk Pertama Kalinya






