Survei Adidaya Catat Mayoritas Responden Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Survei Adidaya Catat Mayoritas Responden Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Jakarta | Survei nasional Adidaya Institute mencatat bahwa 60,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta survei memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Presiden. Angka tersebut menjadi gambaran penting mengenai persepsi publik pada periode menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo, ketika masyarakat menilai berbagai aspek pelaksanaan tugas dan kebijakan pemerintah. Meski demikian, hasil survei ini merekam jawaban responden pada saat pengumpulan data dan tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik penilaian mereka.

Di sisi lain, 36,2 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden. Proporsi ini menunjukkan bahwa penilaian publik tidak sepenuhnya seragam dan terdapat bagian cukup besar dari peserta survei yang memberikan evaluasi negatif. Adapun 3,5 persen responden tidak menjawab. Dengan demikian, data yang dipaparkan mencakup tiga kelompok jawaban: puas, tidak puas, serta tidak memberikan jawaban. Menyajikan seluruh angka tersebut secara berdampingan membantu memberi gambaran yang lebih utuh daripada hanya menyoroti kelompok dengan persentase terbesar.

Selisih responden yang puas dan tidak puas mencapai 24,1 poin persentase. Namun, angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai perbedaan proporsi jawaban dalam survei Adidaya Institute, bukan sebagai ukuran tunggal atas seluruh pandangan masyarakat. Temuan ini juga tidak menerangkan isu atau kebijakan tertentu yang menjadi dasar penilaian responden. Dalam konteks menjelang dua tahun pemerintahan, tingkat kepuasan 60,3 persen dapat dipahami sebagai catatan mengenai persepsi publik pada satu periode, sementara angka ketidakpuasan dan jawaban yang tidak diberikan tetap menjadi bagian penting dari hasil keseluruhan. Informasi mengenai angka-angka ini memberi pembaca landasan untuk memahami distribusi penilaian, tanpa menyimpulkan lebih jauh tentang penyebabnya atau perubahan sikap publik dari waktu ke waktu.

Dalam survei Adidaya, penilaian terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan bahwa 51,4 persen responden menyatakan puas atas kinerjanya. Sementara itu, 44,8 persen responden menyatakan tidak puas, dan 3,8 persen tidak menjawab. Angka-angka tersebut menggambarkan distribusi jawaban responden mengenai kinerja wakil presiden dalam survei tersebut. Hasil ini menempatkan tingkat kepuasan terhadap Gibran di atas tingkat ketidakpuasan, berdasarkan persentase yang tercatat, tanpa mengubah kategori jawaban ataupun cakupan penilaiannya.

Untuk kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan, survei mencatat 52,8 persen responden menyatakan puas. Sebanyak 30,4 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 4 persen tidak menjawab. Penilaian terhadap pemerintahan sebagai satu kesatuan ini merupakan angka tersendiri dari penilaian khusus terhadap kinerja Gibran. Karena itu, kedua rangkaian persentase perlu dibaca sesuai objek penilaiannya: yang pertama terkait wakil presiden, sementara yang kedua mencakup pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan.

Perbandingan angka tersebut memperlihatkan bahwa persentase kepuasan terhadap pemerintahan secara keseluruhan tercatat sebesar 52,8 persen, sedangkan kepuasan terhadap kinerja Gibran berada pada 51,4 persen. Pada sisi ketidakpuasan, persentase untuk Gibran tercatat 44,8 persen, sementara untuk pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 30,4 persen. Adapun jawaban tidak menjawab tercatat 3,8 persen untuk penilaian terhadap Gibran dan 4 persen untuk penilaian pemerintahan secara keseluruhan. Penyajian setiap angka secara terpisah membantu pembaca memahami hasil survei tanpa mencampurkan penilaian terhadap individu dan penilaian terhadap pemerintahan. Data ini menjadi bagian dari gambaran tingkat kepuasan publik yang dilaporkan Adidaya, berdampingan dengan hasil penilaian terhadap kinerja Presiden Prabowo. Persentase yang disampaikan menunjukkan jawaban responden dalam masing-masing kategori sebagaimana tercantum dalam hasil survei.

Selain tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden, survei Adidaya juga memotret penilaian responden atas beberapa aspek pemerintahan dan keadaan nasional. Pada bidang pertahanan, sebanyak 61,3 persen responden menilai pertahanan nasional sudah cukup kuat. Dalam paparan survei, penilaian ini dikaitkan dengan peran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Angka tersebut menunjukkan pandangan yang disampaikan oleh peserta survei, bukan hasil pemeriksaan independen terhadap kesiapan, kapasitas, atau kondisi pertahanan Indonesia. Karena itu, hasilnya perlu dibaca sebagai persepsi responden pada saat survei dilakukan.

Penilaian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat juga cenderung positif dalam hasil yang dilaporkan. Sebanyak 54,8 persen responden menyatakan keamanan dan ketertiban terjaga. Sementara itu, 53,5 persen menilai kondisi politik nasional cukup stabil. Kedua indikator ini menggambarkan bagaimana sebagian responden memandang situasi di lingkungan sosial dan politik. Persentase tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh wilayah mengalami kondisi yang seragam, maupun menggantikan pengukuran khusus terkait keamanan dan stabilitas politik. Hasil survei ini lebih tepat dipahami sebagai rangkuman pendapat responden yang dihimpun melalui metode penelitian yang digunakan.

Dalam aspek kebebasan sipil dan tata kelola, 54,1 persen responden menilai kebebasan berpendapat sudah baik. Sebanyak 54 persen lainnya menilai pemerintah telah bekerja baik dalam pemberantasan korupsi. Angka-angka itu menambah gambaran tentang aspek pemerintahan yang dinilai mendukung kepuasan sebagian responden. Namun, keduanya tetap merupakan penilaian publik, bukan verifikasi atas ruang kebebasan berpendapat atau capaian penegakan hukum. Secara keseluruhan, hasil ini memperlihatkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif pada sejumlah bidang yang ditanyakan, dengan tingkat dukungan yang berbeda-beda. Pembacaan yang cermat perlu mempertimbangkan batas survei dan membedakan persepsi masyarakat dari evaluasi faktual atas kinerja lembaga maupun keadaan nasional.

Metodologi survei Adidaya Institute mencakup keterangan mengenai waktu pelaksanaan, wilayah cakupan, jumlah responden, proses pemilihan sampel, serta margin of error. Rincian tersebut memberikan konteks bagi pembaca dalam memahami dasar pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun temuan survei mengenai penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo. Data dihimpun dalam rentang waktu 15–21 September 2026, sedangkan cakupan pengumpulan menjangkau 38 provinsi. Dengan demikian, survei ini mencatat pandangan responden dari berbagai wilayah di Indonesia dalam periode yang telah ditentukan. Angka dan keterangan metodologis ini merupakan bagian dari informasi yang menyertai hasil survei dan perlu dibaca bersama temuan yang dipaparkan.

Jumlah responden yang dilibatkan dalam survei tercatat sebanyak 1.240 orang. Pemilihan responden dilakukan secara acak bertingkat dengan menggunakan probability sampling. Proses tersebut disebut melibatkan 124 titik sampling yang tersebar di 122 kabupaten/kota. Keterangan tentang jumlah responden dan sebaran titik sampling menggambarkan cakupan sampel yang digunakan dalam kegiatan survei. Data ini melengkapi informasi mengenai luas wilayah pelaksanaan, tanpa mengubah batas informasi yang tersedia tentang proses pengumpulan maupun pemilihan responden. Pembaca dapat mempertimbangkan rincian tersebut saat menelaah hasil survei, termasuk angka kepuasan yang menjadi perhatian dalam laporan. Keterangan metodologi ini menyajikan parameter pokok yang disebutkan untuk survei Adidaya Institute.

Survei dilakukan secara tatap muka pada 15–21 September 2026 di 38 provinsi dengan melibatkan 1.240 responden. Pemilihan responden dilakukan secara acak bertingkat menggunakan probability sampling, dari 124 titik sampling yang tersebar di 122 kabupaten/kota. Margin of error yang dicantumkan berada di kisaran 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Keterangan margin of error tersebut menyertai pelaporan hasil dan memberikan ukuran ketidakpastian statistik sebagaimana dinyatakan dalam informasi survei. Secara keseluruhan, rincian yang tersedia meliputi moda wawancara tatap muka, periode pelaksanaan, cakupan wilayah, jumlah responden, pendekatan pemilihan sampel, sebaran titik sampling, dan margin of error. Unsur-unsur itu menjadi catatan metodologis utama yang dapat digunakan pembaca ketika meninjau angka-angka dalam hasil survei.

Baca juga: Apresiasi Presiden Terhadap Kinerja Gubernur Jakarta | Tantangan dalam Kinerja Birokrasi: Prabowo Sebut Ada Raja Kecil di Kementerian | Prabowo Menyoroti Perilaku Pakar yang Sering Mengkritik