Jakarta | Survei nasional tatap muka Poltracking Indonesia mencatat bahwa 64,8 persen responden menyatakan percaya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Temuan itu dipaparkan di Jakarta pada Senin. Angka tersebut menggambarkan pandangan mayoritas peserta survei yang diwawancarai, meskipun tingkat keyakinan mereka tidak seluruhnya berada pada kategori yang sama. Rincian jawaban menunjukkan adanya perbedaan kepercayaan yang dinyatakan sebagai cukup dan kepercayaan yang dinyatakan sangat.
Dari total responden, 54 persen menyebut cukup percaya kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, 10,8 persen menyatakan sangat percaya. Jika kedua kategori itu digabungkan, hasilnya mencapai 64,8 persen, sesuai dengan angka utama yang diumumkan lembaga survei. Pemisahan tersebut memberi gambaran lebih terperinci mengenai intensitas jawaban, sehingga angka keseluruhan tidak semestinya dibaca seolah seluruh responden yang percaya memiliki tingkat keyakinan yang seragam.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi. Cakupan nasional itu menjadi konteks penting saat membaca hasil, tetapi angka yang tersedia dalam paparan ini secara khusus menjelaskan jawaban mengenai kepercayaan terhadap pemerintahan. Informasi tersebut tidak dengan sendirinya menerangkan alasan responden memilih jawaban tertentu ataupun pandangan mereka atas kebijakan dan kinerja di bidang tertentu. Karena itu, hasilnya paling tepat dipahami sebagai ukuran sikap yang dilaporkan dalam survei, bukan sebagai penjelasan lengkap atas faktor pembentuk sikap tersebut.
Sebagai pembanding, tingkat kepercayaan dalam survei Poltracking pada Agustus 2026 tercatat sebesar 63,2 persen. Dibandingkan angka itu, hasil terbaru sebesar 64,8 persen menunjukkan nilai yang lebih tinggi. Perbandingan ini dapat membantu pembaca melihat posisi temuan terbaru terhadap catatan sebelumnya, dengan tetap memperhatikan bahwa angka tersebut berasal dari periode survei yang berbeda. Tanpa rincian tambahan tentang perubahan jawaban atau faktor yang memengaruhinya, data yang disampaikan cukup untuk mencatat perbedaan tingkat kepercayaan, tetapi tidak untuk menyimpulkan penyebab perubahan itu secara pasti.
Poltracking menelusuri salah satu alasan di balik kepercayaan responden terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni pandangan mereka mengenai arah kebijakan pemerintah. Hasil survei menunjukkan 61,3 persen responden percaya bahwa kebijakan pemerintah pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat kecil. Angka ini menggambarkan persepsi yang ditangkap dalam survei, bukan pengukuran langsung atas hasil atau dampak kebijakan terhadap kehidupan warga.
Rinciannya, sebanyak 50,7 persen responden menyatakan cukup percaya bahwa kebijakan pemerintah diarahkan bagi kesejahteraan rakyat kecil. Sementara itu, 10,6 persen menyatakan sangat percaya. Jika kedua kelompok jawaban tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai 61,3 persen. Perbedaan tingkat keyakinan itu menunjukkan bahwa dukungan terhadap pandangan tersebut memiliki intensitas beragam, meskipun mayoritas responden dalam temuan ini memberikan respons positif.
Temuan tersebut dapat membantu menjelaskan bagaimana sebagian publik memandang tujuan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Bagi responden yang percaya, perhatian terhadap masyarakat kecil tampak sebagai salah satu alasan untuk menilai pemerintah secara positif. Namun, angka survei ini tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kebijakan tertentu telah meningkatkan kesejahteraan, menjangkau seluruh kelompok yang membutuhkan, atau menghasilkan dampak yang merata. Survei merekam jawaban dan penilaian responden pada saat pengumpulan data; evaluasi atas pelaksanaan serta hasil kebijakan memerlukan bukti dan indikator tersendiri. Karena itu, persentase tersebut sebaiknya dibaca sebagai ukuran persepsi publik mengenai orientasi kebijakan, bukan kesimpulan faktual tentang keberhasilan pemerintah. Angka ini juga melengkapi gambaran tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan, dengan menyoroti alasan yang berkaitan dengan tujuan kebijakan sebagaimana dipahami masyarakat. Pembedaan persepsi dan dampak penting agar hasil survei ditempatkan secara proporsional dalam pembahasan mengenai kepercayaan publik dan kesejahteraan rakyat kecil.
Hasil survei Poltracking menunjukkan bahwa 62,1 persen responden percaya pemerintahan Presiden Prabowo serius bekerja menyelesaikan persoalan masyarakat. Angka ini menggambarkan penilaian responden terhadap keseriusan pemerintah dalam menjalankan tugasnya, sebagaimana tercatat dalam survei. Dengan demikian, lebih dari separuh responden menyatakan kepercayaan terhadap upaya pemerintah dalam menangani persoalan yang dihadapi masyarakat. Temuan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo, khususnya mengenai tingkat kesungguhan yang mereka rasakan.
Rincian jawaban memperlihatkan bahwa 49,7 persen responden menilai pemerintah cukup serius. Sementara itu, 12,4 persen lainnya menilai pemerintah sangat serius. Jika kedua kategori penilaian tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai 62,1 persen, sesuai dengan proporsi responden yang percaya pemerintah serius bekerja menyelesaikan persoalan masyarakat. Pembagian ini memperlihatkan bahwa sebagian besar penilaian positif berada pada kategori cukup serius, sedangkan bagian yang lebih kecil menyatakan tingkat keseriusan yang sangat tinggi. Kedua kategori tetap menunjukkan kepercayaan terhadap kesungguhan pemerintah.
Angka-angka itu perlu dibaca sebagai hasil pengukuran persepsi responden, bukan sebagai ukuran langsung atas penyelesaian persoalan atau keberhasilan kebijakan. Survei mencatat pandangan responden mengenai keseriusan pemerintah, sehingga hasilnya menjelaskan bagaimana tingkat keyakinan tersebut terbagi di kategori cukup serius dan sangat serius. Penyajian rincian ini membantu pembaca memahami komposisi angka 62,1 persen secara lebih utuh, tanpa menyamakan penilaian tentang keseriusan dengan kesimpulan bahwa seluruh persoalan masyarakat telah terselesaikan. Berdasarkan hasil survei Poltracking, mayoritas responden yang menyatakan pemerintah serius memilih jawaban cukup serius, sementara sebagian lainnya menyatakan sangat serius. Dengan demikian, kedua persentase tersebut menjadi dasar bagi angka keseluruhan kepercayaan yang dilaporkan dalam survei.
Penilaian terhadap kemampuan Presiden Prabowo Subianto memimpin dan mengendalikan pemerintahan menunjukkan bahwa mayoritas responden memandang posisinya cukup kuat. Sebanyak 64,7 persen responden menyatakan posisi Presiden berada pada kategori cukup kuat atau sangat kuat. Rinciannya, 52,3 persen menilai posisi tersebut cukup kuat, sedangkan 12,4 persen menyebutnya sangat kuat. Temuan ini menggambarkan persepsi publik mengenai kapasitas kepemimpinan presiden dalam menjalankan pemerintahan, sebagaimana tercermin dari jawaban para peserta survei.
Perbedaan kategori cukup kuat dan sangat kuat memberi gambaran lebih terperinci tentang penilaian tersebut. Porsi terbesar berada pada kategori cukup kuat, sementara sebagian responden menilai posisi Presiden sudah sangat kuat. Kedua kelompok itu jika digabungkan membentuk angka 64,7 persen. Angka tersebut merujuk secara khusus pada persepsi responden mengenai posisi Prabowo dalam memimpin dan mengendalikan pemerintahan, bukan ukuran langsung atas seluruh aspek kinerja pemerintah. Karena itu, temuan ini perlu dibaca sesuai cakupan pertanyaan dan konteks survei.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda memaparkan temuan tersebut dalam hasil kajian yang secara khusus mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Poltracking menyebut survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Keterangan mengenai metode dan batas galat tersebut menjadi konteks penting saat membaca persentase hasil survei: angka-angka yang disampaikan merupakan estimasi berdasarkan jawaban responden, dengan tingkat ketidakpastian sebagaimana tercermin dalam margin of error. Dengan demikian, hasil penilaian kepemimpinan ini dapat dipahami sebagai potret persepsi publik pada periode pelaksanaan survei, dalam kerangka evaluasi dua tahun pemerintahan.
Baca juga: Prabowo Menyoroti Perilaku Pakar yang Sering Mengkritik | Perayaan Ulang Tahun PAN ke-28 dan Pesan Prabowo | Tantangan dalam Kinerja Birokrasi: Prabowo Sebut Ada Raja Kecil di Kementerian
