Kota Solo | Kontingen Indonesia menatap Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan sasaran menembus 10 besar klasemen akhir. Ajang olahraga paralimpik tingkat Asia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 dan menjadi kesempatan penting bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan perkembangan prestasi di arena internasional. Target peringkat itu mencerminkan ambisi untuk mempertahankan daya saing sekaligus meningkatkan pencapaian pada penyelenggaraan sebelumnya.
Untuk mendukung sasaran tersebut, Indonesia membidik perolehan medali yang terukur, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Jika tercapai, total 32 medali itu diharapkan dapat menempatkan Indonesia dalam persaingan utama klasemen Asian Para Games 2026. Sasaran tersebut mencakup kontribusi dari berbagai cabang olahraga yang diikuti kontingen, dengan setiap atlet diharapkan tampil maksimal sesuai kesiapan, pengalaman, dan peluang masing-masing.
Penetapan target medali dilakukan berdasarkan evaluasi National Paralympic Committee (NPC) Indonesia terhadap potensi atlet menjelang keberangkatan kontingen. Proses tersebut mempertimbangkan catatan prestasi, hasil pemusatan latihan, konsistensi penampilan, serta peta persaingan dengan negara-negara peserta. Dengan demikian, target yang disusun tidak sekadar berupa angka, melainkan hasil pemetaan kemampuan yang berupaya menggambarkan peluang Indonesia secara realistis.
Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan bahwa sasaran tersebut ditetapkan sebagai target yang realistis sekaligus sumber motivasi bagi para atlet. Pendekatan ini penting agar atlet memiliki arah yang jelas tanpa terbebani ekspektasi yang tidak sesuai dengan kondisi kompetisi. Target masuk 10 besar dan raihan tujuh emas, delapan perak, serta 17 perunggu diharapkan mendorong seluruh anggota kontingen menjaga fokus, disiplin, dan semangat juang hingga pertandingan berakhir.
Penetapan sasaran Indonesia untuk menembus 10 besar Asian Para Games 2026 didasarkan pada evaluasi terhadap kesiapan atlet, bukan semata-mata pada harapan pencapaian. Evaluasi tersebut mencakup hasil latihan yang telah dijalani serta capaian kualifikasi para atlet. Dengan demikian, target kontingen disusun berdasarkan gambaran mengenai performa dan perkembangan atlet selama proses persiapan menuju ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.
Reda Manthovani menjelaskan bahwa hasil latihan dan pencapaian kualifikasi menjadi bagian penting dalam menentukan sasaran kontingen. Para atlet dinilai berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Asian Paralympic Committee. Kesesuaian dengan kriteria tersebut memberikan dasar bagi penyusunan target yang terukur, sekaligus menunjukkan bahwa penentuan sasaran mempertimbangkan persyaratan kompetisi dan status kelayakan atlet untuk berpartisipasi. Penjelasan itu disampaikan dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta pada Senin.
Dasar penetapan target tersebut disampaikan bertepatan dengan rangkaian kegiatan pengukuhan dan pelepasan kontingen Asian Para Games 2026. Acara itu berlangsung di Balai Kota Solo pada hari yang sama. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan sasaran kontingen sekaligus menjelaskan pertimbangan yang melandasinya kepada para pihak yang hadir. Keterangan mengenai evaluasi atlet, hasil latihan, dan capaian kualifikasi memperlihatkan bahwa target masuk 10 besar dirumuskan melalui proses penilaian yang mengacu pada data persiapan serta ketentuan Asian Paralympic Committee.
Indonesia akan mengirimkan kontingen yang terdiri atas 103 atlet untuk berlaga pada Asian Para Games 2026 di Jepang. Para atlet tersebut dijadwalkan tampil dalam 12 cabang olahraga. Komposisi ini menjadi bagian penting dari rencana Indonesia untuk memperkuat persaingan dan mengejar target masuk 10 besar klasemen perolehan medali.
Jumlah atlet dan cabang olahraga yang diikuti menunjukkan cakupan keikutsertaan Indonesia dalam ajang olahraga para tingkat Asia tersebut. Dengan menurunkan 103 atlet, Indonesia memiliki perwakilan yang akan berkompetisi di berbagai nomor pertandingan dalam 12 cabang olahraga. Namun, informasi yang tersedia belum merinci nama atlet, cabang olahraga yang diikuti, maupun pembagian nomor pertandingan masing-masing.
Kontingen Indonesia dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Selasa, 13 Oktober 2026. Keberangkatan tersebut dilakukan lima hari sebelum upacara pembukaan Asian Para Games 2026. Waktu keberangkatan ini menandai dimulainya rangkaian perjalanan kontingen menuju lokasi penyelenggaraan, sekaligus menjadi tahapan awal sebelum para atlet menjalani agenda kompetisi yang telah ditetapkan panitia.
Target menembus 10 besar akan bergantung pada performa seluruh anggota kontingen dalam 12 cabang olahraga yang diikuti. Karena itu, jumlah atlet tidak semata-mata menjadi angka administratif, melainkan menggambarkan luasnya upaya Indonesia untuk mengumpulkan prestasi di arena pertandingan. Keberadaan 103 atlet memberikan dasar bagi misi tersebut, meskipun pencapaian posisi akhir tetap akan ditentukan oleh hasil pertandingan dan perolehan medali selama Asian Para Games 2026. Rincian lebih lanjut mengenai atlet, cabang olahraga, serta jadwal pertandingan belum tersedia dalam informasi yang menjadi acuan.
Ambisi Indonesia pada Asian Para Games 2026 tidak hanya diarahkan untuk menembus 10 besar, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan olahraga para di Asia Tenggara. Target tersebut membutuhkan persiapan berkelanjutan, dukungan lintas sektor, serta keberanian atlet untuk bersaing menghadapi negara-negara dengan tradisi prestasi yang kuat. Salah satu tolok ukur penting yang menjadi perhatian adalah perbandingan perolehan medali emas sepanjang sejarah Asian Para Games.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut Indonesia telah mengoleksi 76 medali emas, sedangkan Thailand mengumpulkan 91 emas. Perbedaan itu mencapai 15 medali emas. Angka tersebut menunjukkan bahwa persaingan kedua negara masih terbuka, sekaligus menggambarkan pekerjaan yang harus diselesaikan Indonesia untuk memperbaiki pencapaiannya di tingkat regional. Selisih tersebut diharapkan tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai ukuran yang jelas untuk menyusun target dan mengevaluasi perkembangan kontingen.
Erick berharap jarak 15 emas itu dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk secara bertahap melampaui Thailand. Upaya tersebut memerlukan konsistensi dalam pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, pemetaan cabang olahraga potensial, dan pemenuhan kebutuhan latihan yang sesuai dengan standar kompetisi internasional. Dengan persiapan yang terarah, Indonesia diharapkan mampu membangun prestasi yang lebih kuat dan menjadikan dirinya sebagai negara dengan pencapaian terbaik di Asia Tenggara.
Erick juga berpesan agar atlet tidak menyia-nyiakan kesempatan bertanding. Setiap pertandingan perlu dijalani dengan disiplin, kepercayaan diri, dan tanggung jawab untuk memberikan performa terbaik bagi Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan kebutuhan kontingen dipenuhi sejak masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi di Jepang. Dukungan itu mencakup perhatian terhadap kesiapan atlet, ofisial, serta berbagai aspek pendukung yang diperlukan selama pemusatan latihan dan pertandingan. Menurut Erick, Presiden Prabowo turut memberikan perhatian terhadap perjuangan kontingen, sehingga para atlet dapat berangkat dengan dukungan negara dan fokus mengejar hasil terbaik.
Baca juga: Persiapan Asian Games 2026

