Jakarta, Jumat pagi 26 Juni 2026, suasana di kawasan Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, sudah tampak lebih ramai dari biasanya sejak pukul 08.00 WIB. Deretan kursi tamu undangan terisi perlahan, sementara aparat pengamanan dan protokol acara mengatur alur masuk para pejabat serta perwakilan cabang olahraga. Agenda hari itu bukan sekadar seremoni formal, melainkan pelantikan kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta untuk masa bakti 2026–2030.
Di ruang utama Balai Agung, prosesi berlangsung dengan tata urutan yang ketat dan terstruktur. Tepat sebelum acara dimulai, para tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, organisasi olahraga, hingga aparat kewilayahan telah menempati posisi masing-masing. Hadir di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin, serta Sekretaris Daerah Uus Kuswanto. Dari unsur olahraga nasional, tampak Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman turut hadir memberikan dukungan langsung pada agenda strategis pembinaan olahraga ibu kota.
Selain itu, jajaran pejabat daerah seperti Kepala Binda DKI Jakarta, Karokesos, Kadispora DKI Jakarta Andriyansah, serta Kepala KONI DKI Jakarta yang baru dilantik Dr. Hidayat Humaid juga berada di barisan depan bersama para ketua cabang olahraga. Kehadiran mereka menandai pentingnya agenda ini sebagai titik awal konsolidasi organisasi olahraga Jakarta menuju target besar empat tahun ke depan.
Acara resmi dimulai sekitar pukul 08.45 WIB dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak oleh seluruh hadirin. Suasana ruang Balai Agung yang semula riuh langsung berubah menjadi hening dan khidmat. Setelah itu dilanjutkan dengan Mars Patriot yang menambah nuansa kebanggaan dan semangat keolahragaan.
Memasuki pukul 08.49 WIB, pembawa acara membuka rangkaian kegiatan secara resmi. Tidak berselang lama, pada pukul 08.50 WIB, pembacaan naskah pengukuhan menjadi penanda dimulainya prosesi inti pelantikan. Momen ini menjadi titik perhatian seluruh tamu undangan ketika nama-nama pengurus KONI DKI Jakarta periode 2026–2030 resmi disebutkan dan dikukuhkan.
Puncak acara pelantikan berlangsung sekitar pukul 08.54 WIB. Pengurus KONI DKI Jakarta secara resmi dilantik dan disahkan untuk menjalankan mandat organisasi dalam empat tahun ke depan. Prosesi berlangsung tertib, dengan penegasan komitmen terhadap peningkatan prestasi olahraga Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.
Setelah pelantikan, giliran Ketua KONI DKI Jakarta yang baru, Dr. Hidayat Humaid, menyampaikan sambutan perdananya di hadapan para tamu undangan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan bukan sekadar kehormatan struktural, melainkan tanggung jawab besar yang harus dibuktikan melalui capaian prestasi.
Ia menyampaikan bahwa kepengurusan baru datang dengan target yang jelas dan arah kerja yang terukur. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah ambisi menjadikan DKI Jakarta sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur. Target tersebut disebut bukan hanya cita-cita organisasi, tetapi juga representasi harapan masyarakat Jakarta secara luas.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan meraih posisi juara umum akan menjadi simbol kebanggaan daerah. Oleh karena itu, ia meminta dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga cabang olahraga dan para pelatih.
Sekitar pukul 09.08 WIB, giliran Ketua Umum Marciano Norman memberikan sambutan. Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya sinergi antara KONI daerah dan pemerintah pusat dalam menyongsong agenda besar olahraga nasional, termasuk kesiapan Indonesia dalam event multievent seperti PON dan kejuaraan internasional lainnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam mendukung ekosistem olahraga nasional. Salah satu poin yang disoroti adalah kesiapan Jakarta untuk menjadi daerah penyangga dan pendukung fasilitas pada PON 2028, termasuk pemanfaatan venue olahraga di wilayah ibu kota apabila dibutuhkan oleh daerah penyelenggara.
Selain itu, ia menegaskan keyakinannya terhadap potensi atlet-atlet Jakarta yang dinilai mampu menjadi tulang punggung prestasi Indonesia di tingkat Asia bahkan dunia. Harapan besar disampaikan agar kepengurusan baru KONI DKI Jakarta mampu bekerja secara solid, profesional, dan terarah.
Tidak lama berselang, pada pukul 09.17 WIB, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan sambutan penutup dari jajaran pemerintah daerah. Dalam pernyataannya, ia mengucapkan selamat kepada pengurus KONI DKI Jakarta yang baru dilantik dan menegaskan kembali komitmen Pemprov DKI dalam mendukung target besar olahraga Jakarta.
Gubernur menekankan bahwa target menjadi juara umum PON 2028 bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan konsistensi pembinaan atlet. Ia juga menyinggung hasil pertemuan sebelumnya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang menghasilkan kesepakatan terkait peran Jakarta sebagai supporting system dalam penyelenggaraan PON 2028.
Dalam penjelasannya, Jakarta disebut siap menyediakan dukungan fasilitas apabila daerah penyelenggara di NTT dan NTB menghadapi keterbatasan venue. Namun demikian, ia menegaskan bahwa identitas PON tetap harus mengacu pada tuan rumah utama sesuai keputusan nasional.
Gubernur juga memberikan evaluasi terhadap capaian olahraga Jakarta selama ini. Menurutnya, secara teknis pembinaan atlet sudah berada pada jalur yang baik, namun masih terdapat kelemahan pada aspek non-teknis seperti manajemen organisasi, koordinasi, serta efektivitas dukungan lintas sektor. Hal ini menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi agar target prestasi dapat tercapai secara maksimal.
Ia menambahkan bahwa seluruh fasilitas milik pemerintah daerah akan dibuka seluas-luasnya untuk mendukung latihan dan persiapan atlet. Para kepala dinas terkait diminta untuk tidak ragu memfasilitasi kebutuhan KONI dalam rangka memperkuat kesiapan menghadapi kompetisi nasional.
Setelah rangkaian sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang berlangsung singkat namun khidmat. Doa dipanjatkan sebagai harapan agar kepengurusan baru diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas dan mampu membawa prestasi bagi Jakarta.
Sekitar pukul 09.30 WIB, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama antara pejabat pemerintah daerah, pengurus KONI, serta para tamu undangan. Momen tersebut menjadi simbol awal kerja kolektif kepengurusan baru dalam membangun ekosistem olahraga Jakarta.
Tidak lama setelah sesi foto, kegiatan resmi dinyatakan selesai pada pukul 09.31 WIB. Gubernur DKI Jakarta bersama jajaran tamu VIP kemudian meninggalkan lokasi acara untuk melanjutkan agenda pemerintahan lainnya. Seluruh rangkaian pelantikan berjalan tertib, aman, dan kondusif tanpa hambatan berarti.
Dengan berakhirnya agenda tersebut, kepengurusan baru KONI DKI Jakarta periode 2026–2030 resmi memulai langkah awalnya. Tantangan besar kini menanti, terutama dalam upaya mewujudkan target ambisius menjadi juara umum PON 2028, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pembinaan atlet nasional.
Pewarta: Abdul Latif







