Thom Haye Bidik Poin Penuh Persib Saat Menjamu Dewa United di Tengah Kompetisi Padat

Thom Haye Bidik Poin Penuh Persib Saat Menjamu Dewa United di Tengah Kompetisi Padat

Bandung | Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, menegaskan kesiapan tim untuk membidik poin penuh saat menjamu Dewa United dalam lanjutan Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Persib menjadikan laga kandang ini sebagai kesempatan untuk tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri.

Haye, yang mengenakan nomor punggung 33, memastikan keterbatasan waktu persiapan tidak mengurangi tekad Persib menghadapi pertandingan. Tim tetap berupaya memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menyiapkan diri sebaik mungkin sebelum berhadapan dengan Dewa United. Sikap tersebut menunjukkan fokus Persib untuk menjaga kesiapan, meskipun jadwal kompetisi berlangsung padat.

Bermain di Stadion Si Jalak Harupat memberikan dorongan tersendiri bagi Persib. Dukungan pendukung di kandang diharapkan dapat membantu tim mempertahankan intensitas permainan sejak awal pertandingan hingga peluit akhir. Karena itu, Haye menegaskan bahwa setiap pemain akan berusaha memberikan penampilan terbaik demi memenuhi target kemenangan yang telah ditetapkan.

Persib pun datang dengan keinginan kuat untuk mengamankan hasil maksimal pada pertandingan ini. Haye menyampaikan bahwa tim akan tampil dengan kesungguhan penuh ketika menghadapi Dewa United. Dengan persiapan yang terbatas, Persib tetap berkomitmen menjalankan pertandingan secara optimal dan memperjuangkan tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.

Persib Bandung menghadapi tantangan besar dalam upaya meraih poin penuh saat menjamu Dewa United. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kekuatan lawan, tetapi juga kondisi fisik dan waktu pemulihan pemain. Maung Bandung harus membagi tenaga di tengah jadwal kompetisi yang padat, dengan pertandingan domestik dan agenda regional yang berlangsung dalam rentang waktu berdekatan.

Sebelum menghadapi Dewa United, Persib baru saja menjalani laga tandang melawan Port FC di Thailand dalam ajang ASEAN Club Championship Shopee Cup, Kamis, 8 Oktober 2026. Pertandingan itu berakhir dengan kekalahan Persib 1-3. Setelah laga tersebut, rombongan tim terbang kembali ke Bandung pada Jumat, 9 Oktober 2026. Perjalanan lintas negara dan proses pemulihan yang terbatas tentu mengurangi waktu persiapan menuju pertandingan berikutnya.

Jeda singkat menjadi persoalan tersendiri bagi tim pelatih. Pemain perlu memulihkan kondisi, sementara strategi untuk menghadapi Dewa United juga harus disiapkan secara efektif. Dalam situasi seperti ini, rotasi dapat menjadi pilihan penting agar intensitas permainan tetap terjaga dan risiko kelelahan maupun cedera dapat ditekan. Persib pun dituntut mampu mengelola energi sejak awal pertandingan.

Meski demikian, Thom Haye tidak mempermasalahkan agenda padat tersebut. Gelandang Persib itu menilai tim sudah memiliki pengalaman menghadapi periode dengan tiga pertandingan dalam sepekan pada musim sebelumnya. Pengalaman tersebut dapat membantu pemain beradaptasi terhadap tuntutan jadwal, termasuk menjaga fokus dan kesiapan mental ketika waktu pemulihan sangat terbatas.

Namun, situasi musim ini memiliki perbedaan penting dibandingkan musim lalu. Persib kini mengikuti tambahan kompetisi regional, sehingga jumlah pertandingan dan perjalanan yang harus dijalani menjadi lebih banyak. Karena itu, pengalaman menghadapi jadwal rapat saja belum cukup. Persib perlu mengatur kebugaran, menentukan prioritas, serta memanfaatkan kedalaman skuad agar tetap kompetitif. Dukungan publik di Bandung juga diharapkan membantu pemain menjaga motivasi ketika menghadapi Dewa United dalam kondisi persiapan yang singkat.

Thom Haye menilai Dewa United bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata oleh Persib. Menurutnya, klub tersebut menunjukkan sejumlah perubahan positif setelah berada di bawah arahan pelatih baru dan mendatangkan banyak pemain anyar. Perubahan itu membuat Dewa United memiliki perkembangan yang perlu diperhatikan, terutama ketika mereka datang dengan persiapan dan semangat baru dalam menghadapi pertandingan.

Meski demikian, penilaian tersebut tidak membuat Persib perlu kehilangan fokus terhadap kekuatannya sendiri. Haye menegaskan bahwa lawan tetap harus dihormati, tetapi perhatian utama harus diarahkan kepada kualitas tim dan penerapan skema permainan yang telah disiapkan. Persib perlu menjaga keyakinan terhadap proses yang dijalani serta menjalankan permainan sendiri sepanjang pertandingan.

Dalam konferensi pers menjelang laga pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Haye juga menyinggung tantangan kompetisi dengan jadwal yang padat. Ia menyampaikan bahwa tim hanya dapat menghadapi rangkaian pertandingan tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Setelah persiapan dilakukan, fokus harus dikembalikan kepada cara Persib memainkan gaya sendiri ketika berhadapan dengan lawan yang patut dihormati.

Pandangan itu menunjukkan bahwa Persib tidak ingin menjadikan padatnya jadwal sebagai alasan untuk mengurangi konsentrasi. Kesiapan menjadi dasar penting sebelum pertandingan, sedangkan kedisiplinan dalam menjalankan permainan menjadi perhatian berikutnya. Dengan menghormati Dewa United sekaligus tetap percaya pada kualitas internal, Haye mendorong rekan-rekannya menjaga arah permainan sesuai rencana yang telah dibangun. Sikap tersebut diharapkan membantu Persib tampil konsisten dalam upaya meraih poin penuh di kandang.

Thom Haye menegaskan bahwa keberhasilan bersama tim nasional Indonesia dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup tidak akan dijadikannya sebagai motivasi tambahan ketika kembali memperkuat Persib. Bagi gelandang tersebut, pencapaian di level internasional memang memiliki arti penting, tetapi konteksnya berbeda dengan persaingan di kompetisi klub. Setiap pertandingan menuntut perhatian, persiapan, dan tanggung jawab yang sesuai dengan kebutuhan tim yang sedang dibela.

Haye memandang tugas bersama tim nasional dan kewajiban bersama Persib sebagai dua hal yang terpisah. Saat membela Indonesia, ia menjalankan peran untuk memenuhi target kolektif negara. Sementara itu, ketika mengenakan seragam Persib, fokusnya beralih kepada kepentingan klub, termasuk mengikuti arahan pelatih, menjaga konsistensi permainan, serta membantu rekan-rekannya menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Karena itu, gelar yang diraih bersama tim nasional tidak perlu dibawa sebagai beban maupun dorongan khusus dalam persiapan pertandingan berikutnya.

Menghadapi Dewa United, Haye ingin menjalankan tugasnya secara maksimal bersama Persib. Ia dan para pemain lainnya perlu menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan, bekerja sebagai satu kesatuan, serta berusaha mengamankan poin penuh di hadapan lawan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa perhatian Haye tetap tertuju pada kebutuhan tim di kompetisi klub, bukan pada perayaan keberhasilan sebelumnya. Persib membutuhkan kontribusi setiap pemain agar rencana permainan dapat berjalan sesuai harapan, terutama di tengah rangkaian laga yang berlangsung rapat. Dengan memisahkan tanggung jawab internasional dan klub, Haye menempatkan pertandingan melawan Dewa United sebagai agenda yang harus dihadapi secara serius dan profesional.