Jakarta | Situasi tersebut terutama terjadi di area tower atau asrama tempat mahasiswa yang terlibat tinggal. Suyanto, menyebut bahwa insiden tersebut benar terjadi pada Jumat (9/10/2026).
Keterangan yang tercatat menyebut Ratri mengatakan, penanganan insiden tersebut dimulai setelah video perundungan beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik. Karena memang respon khususnya mahasiswa di asrama yang saat itu banyak berkumpul dan memprotes terkait video yang kemudian berkembang di masyarakat khususnya di area tower atau asrama dimana yang terlibat berada," kata dia. Ditindaklanjuti proses konsultasi dan diskusi baik dengan pelaku dan juga korban," kata dia.
Data lain dalam laporan menunjukkan Peristiwa tersebut terjadi jumat 9 Oktober pukul 20.00 di asrama putra Telkom University. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa fakultas rekayasa industry Telkom university," kata dia dalam virtual press conference, Minggu (11/10/2026).
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Jakarta, VIVA – Rektor Telkom University buka suara terkait dengan kasus perundungan terhadap mahasiswa baru di asrama mahasiswa yang viral di media sosial. Rektor Telkom University, Prof. Peristiwa berupa penyemprotan api menggunakan cairan semprot terhadap korban. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Endowment Telkom University, Prof. Ratri Wahyuningtias, menjelaskan kronologi kejadian serta langkah penanganan yang dilakukan pihak kampus.
Saat itu, pihak kampus melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Karier, tim PPAKPT (Penanganan dan Pencegahan Kekerasan di Perguruan Tinggi), perwakilan fakultas terkait, serta unsur sivitas akademika dan bidang sumber daya berupaya mengamankan situasi. Langkah tersebut dilakukan menyusul respons mahasiswa di asrama yang berkumpul dan memprotes kejadian dalam video yang telah menjadi perhatian masyarakat. Ratri menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan pihak kampus adalah mengamankan korban untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi dan mereka merasa aman. Kampus juga berupaya meredakan situasi agar kondisi di asrama kembali kondusif. Ketika di situ yang Utama mengamankan para korban untuk memperoleh hak dan juga rasa aman. Kami mencoba mengamankan situasi sehingga situasi pada malam itu kondusif dan mahasiswa sudah Kembali ke area masing-masing di asrama. Sehari setelah kejadian, pihak kampus meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait untuk mendalami kronologi insiden tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kampus memutuskan untuk menjatuhkan sanksi administratif kepada dua mahasiswa yang terlibat. Namun, pihak kampus masih melakukan verifikasi dan mengumpulkan informasi tambahan untuk memastikan peran masing-masing pihak.
Baca juga: Penyidikan Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru di Unsoed | Dugaan Keterlibatan Guru SMA dalam Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru | Kecaman Terhadap Candaan di Grup Chat Mahasiswa UB Terkait Percobaan Bunuh Diri

