Setelah berada di rumah, korban mengalami sesak napas

Setelah berada di rumah, korban mengalami sesak napas

Pati | Siswa Sekolah Rakyat di Pati Diduga Dikeroyok 14 Temannya, Ibu Korban: Ada Arahan untuk Mengaku Jatuh PATI, Seorang siswa kelas X Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga dikeroyok 14 teman sekolahnya hingga mengalami kerusakan gigi. Dugaan Perundungan Siswa Sekolah Rakyat Pati, Keluarga Soroti Penanganan, Sekolah Beri Klarifikasi Dewi mengaku baru mengetahui anaknya menjadi korban dugaan pengeroyokan pada Kamis, meski peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa. Waktu anak saya mau dibawa ke Suwondo, katanya itu ada guru yang bilang, 'Nanti kalau ditanya pihak rumah sakit, disuruh bilang jatuh, jangan bilang kalau dikeroyok, nanti BPJS-nya enggak bisa dipakai'," ungkap Dewi kepada saat ditemui di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH), Jumat (9/10/2026).

Keterangan yang tercatat menyebut Dewi, ibu korban, mengatakan arahan tersebut diduga disampaikan saat anaknya hendak dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati. Menurut informasi yang diterimanya, korban diminta menyebut luka yang dialami akibat terjatuh ketika ditanya pihak rumah sakit, dengan alasan agar biaya pengobatan bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Menurut Dewi, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa.

Data lain dalam laporan menunjukkan Di sana, Dewi mendapat informasi dari wali asuh bahwa anaknya mengalami luka pada bagian gigi akibat diduga dikeroyok 14 teman sekolahnya. Hari Kamis saya disuruh datang untuk menemui dan mengetahui keadaan anak saya," kata Dewi.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Di tengah penanganan medis terhadap anaknya, sang ibu mengaku mendapat informasi bahwa ada guru yang diduga mengarahkan korban untuk mengaku terjatuh, bukan dikeroyok. Ia baru diminta datang untuk melihat kondisi anaknya setelah kejadian tersebut. Saat tiba di rumah sakit, anaknya sudah berada di poli gigi. Pengeroyokan itu disebut dipicu tuduhan pencurian sabun cuci muka. Saya tahu anak saya jadi korban pengeroyokan itu dari Kamis, Pak.

Ia mengaku kecewa karena tidak menerima pemberitahuan lebih awal dari pihak sekolah mengenai kejadian yang menimpa anaknya. Namun, keluarga baru mendapat kabar pada Kamis, ketika korban telah mendapatkan penanganan medis. Dewi menyebut satu gigi depan anaknya lepas sepenuhnya, sedangkan satu gigi lainnya patah. Beberapa gigi depan lainnya juga harus dipasangi kawat untuk membantu menstabilkan gigi yang goyang. Selain luka pada gigi, korban mengeluhkan nyeri pada pundak. Dewi juga menyebut terdapat lebam dan benjolan di kepala anaknya. Setelah berada di rumah, korban mengalami sesak napas. Dewi kemudian membawa anaknya sendiri ke KSH untuk mendapatkan penanganan medis. Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.