Penyelidikan Aksi Eksibisionis di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung

Penyelidikan Aksi Eksibisionis di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung

Kota Bandar Lampung | Seorang pria diduga melakukan aksi pamer alat kelamin di depan Panti Asuhan Putri Al Insyam Yasmuba, Kota Bandar Lampung, Lampung, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di area depan pagar panti asuhan yang dihuni oleh anak-anak dan perempuan.

Berdasarkan informasi awal, aksi itu berlangsung di bagian depan lingkungan panti, tepatnya di sekitar pagar yang menjadi batas area panti dan ruang publik. Penghuni Panti Asuhan Putri Al Insyam Yasmuba seluruhnya merupakan perempuan. Karena itu, kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran serta memerlukan penanganan secara serius sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini diduga berkaitan dengan tindakan tidak senonoh yang dilakukan di ruang terbuka dan dapat terlihat dari lingkungan panti. Namun, informasi mengenai identitas pria yang diduga terlibat, motif, maupun rangkaian kejadian secara lebih terperinci belum disampaikan dalam bahan awal. Setiap keterangan mengenai peristiwa tersebut perlu diverifikasi agar pemberitaan tetap akurat dan tidak menimbulkan kesimpulan yang belum terbukti.

Aksi di depan pagar panti asuhan juga menjadi perhatian karena lokasi tersebut merupakan lingkungan yang seharusnya memberikan rasa aman bagi para penghuninya. Kehadiran orang yang melakukan tindakan pamer alat kelamin di sekitar tempat itu berpotensi mengganggu ketenangan penghuni dan pengelola panti. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kronologi kejadian secara jelas, termasuk waktu berlangsungnya peristiwa dan langkah yang diambil setelah laporan diterima.

Hingga informasi awal ini disampaikan, pokok peristiwa yang dapat dipastikan adalah adanya dugaan aksi pamer alat kelamin di depan Panti Asuhan Putri Al Insyam Yasmuba pada 13 Oktober 2026. Perkembangan penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak terkait diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kejadian tersebut.

Pria yang diduga melakukan aksi eksibisionis tersebut datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Ia kemudian berhenti di sekitar depan pagar panti asuhan putri di Bandar Lampung. Kehadirannya sempat menarik perhatian pengurus panti karena gerak-geriknya dianggap mencurigakan. Berdasarkan keterangan Ayu Fathonah, pria itu tiba menggunakan sepeda motor, lalu berada di depan pagar dan melakukan tindakan yang tidak pantas di hadapan lingkungan panti.

Pengurus panti berupaya mengabadikan kejadian tersebut menggunakan telepon seluler. Rekaman itu dibuat sebagai bahan bukti untuk mendukung laporan kepada pihak kepolisian. Setelah menyadari tindakan pria tersebut, pengurus panti berteriak dan meminta yang bersangkutan segera meninggalkan lokasi. Namun, pria itu tidak langsung pergi. Ia masih bertahan di sekitar tempat kejadian meskipun telah ditegur dan diminta menjauh dari area panti.

Ayu Fathonah menjelaskan bahwa urutan kejadian bermula ketika pria tersebut datang sendirian, berhenti di depan pagar, kemudian melakukan aksinya. Pengurus yang melihat peristiwa itu langsung berteriak serta menyuruhnya pergi. Karena pria tersebut belum juga meninggalkan lokasi, pengurus panti meminta bantuan seorang perempuan yang tinggal di sebelah panti. Setelah perempuan itu dipanggil dan datang untuk membantu, pria tersebut akhirnya melarikan diri dengan sepeda motornya. Keterangan mengenai kedatangan, aksi di depan pagar, teriakan pengurus, hingga pelaku kabur tersebut disampaikan sebagai bagian dari penjelasan kepada polisi. Rekaman yang dibuat pengurus diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dan memperjelas rangkaian peristiwa yang terjadi di sekitar panti asuhan.

Pihak pengelola panti asuhan putri di Bandar Lampung berencana melaporkan dugaan aksi tak senonoh yang terjadi di depan lingkungan panti kepada kepolisian. Langkah tersebut ditempuh agar peristiwa itu dapat ditindaklanjuti melalui prosedur yang berlaku, termasuk pemeriksaan terhadap informasi, saksi, dan bukti yang tersedia. Pihak panti berharap laporan resmi dapat membantu aparat mengklarifikasi kejadian secara menyeluruh serta menentukan langkah sesuai ketentuan hukum. Pelaporan juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di sekitar panti, terutama karena lokasi tersebut merupakan tempat tinggal dan aktivitas anak-anak.

Ayu Fathonah menyampaikan kekhawatiran terhadap kemungkinan penghuni panti merasa takut setelah melihat perilaku yang diduga tidak senonoh tersebut. Anak-anak yang menyaksikan atau mengetahui peristiwa itu dapat membutuhkan perhatian dan pendampingan dari orang dewasa di lingkungan panti. Karena itu, pengelola berupaya memperhatikan kondisi mereka sembari menunggu proses pelaporan dan penanganan dari pihak berwenang. Pihak panti juga dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan perasaan atau pertanyaan secara aman, tanpa memaksa mereka menceritakan pengalaman secara berulang.

Kekhawatiran mengenai rasa takut atau trauma tersebut merupakan perhatian dari pihak panti, bukan kesimpulan medis maupun keterangan bahwa seluruh anak telah mengalami dampak psikologis tertentu. Penilaian mengenai kondisi kejiwaan hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional melalui pemeriksaan yang sesuai. Untuk sementara, pihak panti menekankan pentingnya lingkungan yang aman, dukungan emosional, dan komunikasi yang tenang bagi para penghuni. Dengan melaporkan dugaan kejadian kepada polisi, pengelola berharap penanganan dapat berlangsung secara objektif, sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi anak-anak dan mencegah gangguan serupa di kemudian hari.

Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, disebut tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pria yang diduga melakukan aksi tidak senonoh di depan sebuah panti asuhan putri di Bandar Lampung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi, memeriksa keterangan saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas apabila tersedia. Polisi juga berupaya memastikan rangkaian peristiwa berdasarkan keterangan pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi.

Hingga tahap ini, pihak panti disebut belum menyampaikan laporan resmi ke Mapolsek Sukarame. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan upaya awal kepolisian untuk menindaklanjuti informasi mengenai kejadian yang meresahkan tersebut. Petugas masih berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu langkah pelaporan agar proses penanganan dapat berjalan sesuai prosedur. Identitas pria yang diduga terlibat belum disampaikan, sehingga seluruh informasi masih perlu diverifikasi melalui penyelidikan.

Ayu, salah satu pihak yang mengetahui kejadian itu, masih mengingat sejumlah ciri pria tersebut, termasuk sepeda motor yang digunakan saat berada di sekitar panti. Namun, ia tidak dapat melihat wajahnya secara jelas karena pria itu mengenakan masker dan helm. Ingatan mengenai pakaian, kendaraan, serta situasi saat kejadian diharapkan dapat membantu polisi mempersempit penelusuran. Ayu berharap laporan segera dibuat dan pelaku dapat segera tertangkap setelah proses tersebut ditempuh. Untuk saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada keterangan bahwa pria yang dimaksud telah teridentifikasi atau diamankan oleh kepolisian.

Baca juga: Tindakan Rusahtya Mobil di Jagakarsa, Polsek Terus Melakukan Penyelidikan | Penyelidikan Polisi terkait Kecelakaan Mobil di Surabaya | Jaksa Mengambil Tindakan Terhadap PT PSMI di Lampung