Daerah  

P3-TGAI Hadir di Cinangneng, P3A Girang Cai: Irigasi Lancar, Petani Sejahtera

Kabupaten Bogor, RADARNUSANTARA.NET — Harapan petani terhadap jaringan irigasi yang lebih baik terus mendapat perhatian melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).(08/09/2026).

Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan oleh P3A Girang Cai, dengan lokasi kegiatan di Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya, dan tercatat bertanggal 17 Juni 2026.

Bagi masyarakat petani, keberadaan jaringan irigasi bukan sekadar persoalan saluran air. Irigasi merupakan salah satu infrastruktur penting yang menopang aktivitas pertanian, mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, hingga pemeliharaan tanaman.

Ketersediaan dan kelancaran air menjadi faktor penting agar petani dapat mengelola lahan secara lebih optimal. Karena itu, peningkatan tata guna air melalui P3-TGAI diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima manfaat.

Ketua P3A Girang Cai, Abdul Rozak, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur irigasi masyarakat.

Menurutnya, program tersebut harus dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, serta seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Kami berharap manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh para petani,” ujar Abdul Rozak.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hasil pembangunan secara bersama-sama agar manfaat jaringan irigasi tidak hanya dirasakan dalam waktu singkat.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pelaksana. Setelah pembangunan selesai, kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga dan merawatnya. Kalau irigasi terjaga, manfaatnya kembali kepada petani,” tambahnya.

P3-TGAI memiliki arti strategis bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik dapat membantu distribusi air menuju lahan pertanian dan mendukung pengaturan kebutuhan air pada masa budidaya.

Dari sisi ekonomi masyarakat, kelancaran pengairan juga diharapkan dapat mendukung produktivitas lahan dan keberlanjutan usaha tani.

Namun, manfaat tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Pengelolaan, pemeliharaan, dan rasa memiliki dari masyarakat menjadi faktor penting agar infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi secara berkelanjutan.

Program irigasi pada hakikatnya bukan sekadar membangun saluran. Tujuan akhirnya adalah memastikan air dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat petani.

Karena itu, P3A sebagai kelembagaan petani memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi. Semangat gotong royong, keterbukaan, dan kepedulian terhadap fasilitas bersama harus terus dipertahankan.

Ketika saluran irigasi terjaga, air mengalir dengan baik, lahan produktif, maka yang pada akhirnya diperkuat bukan hanya sektor pertanian, tetapi juga ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

P3A Girang Cai berharap program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pertanian masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan.

“Harapan kami sederhana, irigasi bisa dimanfaatkan dengan baik, petani bisa bertani dengan lebih tenang, dan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani,” pungkas Abdul Rozak.

Reporter:AwaL