Monas Akan Dipadati 23 Ribu Penikmat Musik Klasik, Ini Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas Akan Dipadati 23 Ribu Penikmat Musik Klasik, Ini Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintasnya

JAKARTA – Persiapan pelaksanaan Konser Akbar Monas (KAM) 2026 mulai dimatangkan. Berbagai instansi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama unsur TNI-Polri dan panitia penyelenggara duduk bersama dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Posko Pengamanan Dalam (Pamdal) Monas, Kamis (25/6/2026).

Rapat yang berlangsung sejak pagi tersebut membahas berbagai aspek teknis menjelang penyelenggaraan konser musik klasik berskala besar yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 di kawasan Silang Tenggara Monumen Nasional (Monas).

Acara yang diperkirakan menyedot sedikitnya 23 ribu pengunjung itu menjadi perhatian banyak pihak karena akan menghadirkan ribuan penonton dari Jakarta maupun sejumlah daerah penyangga seperti Bogor, Bandung hingga kota-kota lain di Pulau Jawa.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Isa, yang memimpin jalannya rapat, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi demi memastikan kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Dalam pembukaan rapat, Isa menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya karena sebelumnya menghadiri agenda pimpinan di Balai Kota DKI Jakarta. Ia kemudian meminta seluruh peserta rapat memberikan masukan sesuai bidang masing-masing agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara maksimal.

“Harapan kami sederhana, kegiatan ini dapat berjalan lancar, aman dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang hadir,” ujarnya di hadapan peserta rapat.

Dari pihak penyelenggara, Guntur yang mewakili ketua panitia menjelaskan bahwa Konser Akbar Monas 2026 merupakan penyelenggaraan keempat setelah sebelumnya sukses digelar pada 2019, 2022 dan 2023.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap konser tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu panitia memperkirakan jumlah penonton yang hadir tahun ini akan mencapai sekitar 23 ribu orang.

“Pengunjung tidak hanya berasal dari Jakarta. Kami juga memperkirakan banyak peserta yang datang dari wilayah Bogor, Bandung dan sejumlah daerah lainnya,” kata Guntur.

Berbeda dengan konser musik populer pada umumnya, Konser Akbar Monas 2026 mengusung konsep pagelaran musik klasik yang menghadirkan kolaborasi orkestra dan paduan suara dalam satu panggung terbuka.

Dua kelompok seni yang akan tampil yakni Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS).

JSO dikenal sebagai salah satu kelompok orkestra profesional di Indonesia yang didirikan oleh Stephen Tong pada tahun 2009. Orkestra tersebut secara rutin menggelar sedikitnya 16 konser setiap tahun di Aula Simfonia Jakarta.

Sementara JOS merupakan kelompok paduan suara yang telah berdiri sejak 1986 dan fokus membawakan karya-karya oratorio. Kelompok tersebut secara konsisten menggelar pertunjukan besar sedikitnya dua kali setiap tahun.

Mengingat besarnya jumlah penonton yang diperkirakan hadir, persoalan transportasi dan parkir menjadi salah satu topik yang cukup mendapat perhatian dalam rapat tersebut.

Perwakilan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nukhoiri, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan personel dan rekayasa lalu lintas yang diperlukan selama kegiatan berlangsung.

Ia juga mengingatkan bahwa kapasitas lahan parkir di sekitar Monas memiliki keterbatasan sehingga masyarakat diimbau memanfaatkan moda transportasi umum untuk menuju lokasi acara.

Menurutnya, penggunaan transportasi publik akan membantu mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus memperlancar mobilitas pengunjung sebelum dan sesudah konser.

Senada dengan itu, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran DKI Jakarta meminta panitia aktif mengedukasi calon penonton agar tidak memarkir kendaraan di sembarang lokasi, terutama di sepanjang Jalan Medan Merdeka yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

UPT Perparkiran juga menyarankan agar panitia melakukan koordinasi lebih lanjut terkait pemanfaatan kantong-kantong parkir yang terintegrasi dengan fasilitas milik pemerintah daerah.

Aspek kesehatan juga menjadi perhatian penting mengingat ribuan orang akan berkumpul dalam satu kawasan selama beberapa jam.

Perwakilan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Lilis Yunita, menilai kesiapan layanan medis harus menjadi prioritas penyelenggara.

Ia menyarankan agar panitia berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan tenaga medis yang memadai, termasuk keberadaan ambulans siaga, pos kesehatan, tenda medis serta ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan apabila terjadi kondisi darurat.

“Kegiatan dengan jumlah massa yang besar membutuhkan dukungan layanan kesehatan yang memadai agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila diperlukan,” ungkapnya.

Selain kesehatan, persoalan kebersihan kawasan Monas juga menjadi sorotan dalam rapat.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Taufik, menekankan pentingnya penyediaan fasilitas toilet yang cukup mengingat jumlah pengunjung yang diprediksi mencapai puluhan ribu orang.

Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada pengunjung terkait kebersihan lingkungan agar tidak membuang sampah sembarangan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan sebuah acara tidak hanya diukur dari kemeriahan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan setelah acara selesai.

Dukungan serupa datang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Perwakilan Satpol PP, Aji, menegaskan pihaknya siap membantu pengamanan dan penataan kawasan, termasuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas pedagang kaki lima agar tidak memasuki area inti Monas selama konser berlangsung.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban kawasan sekaligus memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi para pengunjung.

Sementara itu, dari unsur kepolisian, Kasubnit Intelkam Polsek Metro Gambir Iptu Heri Moko SH menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terkait keamanan kegiatan.

Polsek Metro Gambir berencana menyiapkan dua pos pengamanan yang akan ditempatkan di wilayah Polsubsektor Merdeka Barat dan Polsubsektor Monas Timur.

Kedua pos tersebut nantinya berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi apabila ditemukan gangguan keamanan, kehilangan barang maupun situasi darurat lainnya selama kegiatan berlangsung.

Meski demikian, kepolisian masih menunggu rencana pengamanan resmi dari Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Pusat sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan personel tambahan yang akan diterjunkan pada hari pelaksanaan.

Berdasarkan jadwal yang dipaparkan panitia, persiapan fisik akan dimulai sejak 10 Juli 2026 melalui pemasangan berbagai sarana pendukung konser.

Selanjutnya pada 16 hingga 17 Juli akan dilaksanakan gladi resik guna memastikan seluruh perangkat teknis, tata suara, tata panggung dan skenario acara berjalan sesuai rencana.

Pada hari pelaksanaan, area konser dijadwalkan mulai disterilkan sejak pukul 15.00 WIB. Setelah proses sterilisasi selesai, penonton akan mulai diperbolehkan memasuki lokasi pada pukul 17.00 WIB.

Acara resmi akan dibuka melalui sambutan singkat pada pukul 18.30 WIB sebelum dilanjutkan dengan pertunjukan utama yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

Rapat koordinasi yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut akhirnya ditutup sekitar pukul 10.43 WIB. Seluruh peserta meninggalkan ruang rapat dalam suasana tertib dan kondusif.

Dengan keterlibatan berbagai instansi sejak tahap perencanaan, penyelenggara berharap Konser Akbar Monas 2026 tidak hanya menjadi pertunjukan musik berskala besar, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman yang aman, nyaman, serta berkesan bagi puluhan ribu masyarakat yang akan memadati kawasan Monas pada pertengahan Juli mendatang.

Pewarta: Abdul Latif

📚 Artikel Terkait:

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *