SAMARINDA.radarnusantara – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 , sinergi lintas elemen di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diwujudkan lewat aksi nyata melestarikan warisan sejarah cagar budaya .
Segenap personil TNI dari Koramil 01/Penajam Kodim 0913/PPU Bersama Polsek Penajam, pemerintah Kelurahan Gn Steleng, ormas, hingga mahasiswa serta warga Masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan kawasan cagar budaya meriam peninggalan Jepang yang berlokasi di Jalan Kapao, RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam Kab PPU, Rabu (12/8/26).
Dilokasi Meriam,Komandan Kodim 0913/PPU Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyuono, S.Hub.,Int didampingi Danramil 01/Penajam Kapten Inf Imam S menyampaikan,”Hari ini kita TNI berkolaborasi dengan Polri ,pemerintah daerah melalui Kelurahan Gunung Steleng beserta Pemuda Pancasila, Komando Kawal Muhammadiyah (Kokam), serta Mahasiswa KKN Universitas Balikpapan (Uniba) serta warga melaksanakan pengecatan cagar budaya yang berada di wilayah Kelurahan Gunung Steleng yaitu berupa Meriam bekas peninggalan Jepang,”ujarnya.
“Kalau bukan sekarang kapan lagi dan Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mencintai negara kita dan memeriahkan kemerdekaan ini termasuk merawat cagar budaya kebanggan Kab PPU yang ada di wilayah kita,” tutur Dandim.
Lanjutnya,”Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus kita maknai dengan memperkuat persatuan dan gotong royong. Menjaga cagar budaya adalah tanggung jawab bersama. Peninggalan sejarah ini menjadi pengingat bagi generasi muda akan perjalanan panjang bangsa sebelum meraih kemerdekaan,”
Sementara itu menurut Ahli waris bernama Mansyah mengatakan, meriam tersebut dibangun oleh pekerja Romusha saat itu dengan cara mengangkat dan meletakkannya di atas gunung. Pada zaman pendudukan Jepang, meriam itu berfungsi sebagai benteng pertahanan di wilayah Penajam (dulu Balikpapan Seberang). Moncong meriam itu mengarah ke laut Balikpapan. Bertujuan untuk mengganggu kapal-kapal di laut Balikpapan pada masanya.
“Dulu pada zaman pendudukan Jepang ada pekerja Romusha dari Jawa, membawa meriam diangkut ke atas gunung ini. Arahnya ke laut untuk menakuti kapal-kapal,” jelasnya.
Namun, dua pucuk meriam sudah diangkat dan terpasang di halaman Markas Kodam VI/Mulawarman. Satu pucuk lain telah dipotong-potong oleh masyarakat dan satu pucuk meriam berada di RT 06 Gunung Seteling yang merupakan meriam induk di mana sekarang dijadikan objek wisata.
Lanjutnya,“Meriam yang ada di Gunung Seteling ini adalah meriam indukan atau yang besar, ada juga yang kecil-kecil sudah dipindah ke Markas Kodam VI/ Mulawarman,” jelasnya.
Sejumlah pejabat daerah turut turun langsung mendampingi warga dan turut serta dalam pembersihan situs bersejah tersebut di antaranya Dandim 0913/PPU, Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyuono, Dansub Denpom PPU, Kapten Cpm Samsul Arifin, Danramil Penajam, Kapten Inf H Imam Syafi’i, serta Lurah Gunung Seteleng Yusdar Yusuf.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan bahu-membahu mengecat ulang meriam bersejarah dan pagar pengaman, membabat rumput liar, membenahi lingkungan sekitar, hingga memoles kawasan tersebut dengan hiasan umbul-umbul merah putih.(Mur)







https://justonemoment.vip
краби таиланд когда сезон краби сезон для отдыха по месяцам