Kasus Influenza A di DIY Bertambah, Dinkes Yogyakarta Minta Warga Tetap Tenang

Kasus Influenza A di DIY Bertambah, Dinkes Yogyakarta Minta Warga Tetap Tenang

Kota Yogyakarta | Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat tetap tenang menyusul meningkatnya kunjungan pasien dengan keluhan yang mengarah pada gejala influenza di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Keluhan tersebut lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, serta rasa lemas. Peningkatan kunjungan tidak serta-merta menunjukkan terjadinya lonjakan luar biasa atau wabah di wilayah kota. Masyarakat diimbau tetap tetapi tidak panik, dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta memeriksakan diri apabila gejala memburuk.

Berdasarkan data surveilans hingga 27 September 2026, tercatat 24 kasus positif influenza A di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rinciannya terdiri atas 11 kasus influenza A subtipe H1N1 pandemi 09, 11 kasus subtipe H3N2, dan dua kasus yang belum berhasil ditentukan subtipenya. Data tersebut diperoleh melalui pemantauan dan pemeriksaan laboratorium terhadap pasien yang memenuhi kriteria tertentu, sehingga perlu dibaca sesuai konteks surveilans kesehatan masyarakat.

Penting ditegaskan bahwa angka 24 kasus merupakan catatan untuk seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan angka yang secara khusus menggambarkan kondisi Kota Yogyakarta. DIY mencakup beberapa kabupaten dan kota dengan karakteristik penduduk serta cakupan layanan kesehatan yang berbeda. Karena itu, penyebutan data secara tepat diperlukan agar informasi tidak menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat. Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kasus, memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan, dan mendorong warga memperoleh informasi dari sumber resmi. Masyarakat juga disarankan menjaga ventilasi ruangan, mencuci tangan secara rutin, menutup mulut ketika batuk atau bersin, serta menggunakan masker ketika sedang mengalami gejala atau berada di tempat ramai. Langkah tersebut membantu mengurangi risiko penularan sekaligus memastikan pasien yang membutuhkan pertolongan dapat ditangani lebih cepat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta, Lana Unwanah, menyampaikan bahwa peningkatan kasus Influenza A di wilayah DIY masih berada dalam rentang kendali yang dapat ditangani. Keterangan tersebut disampaikan saat ditemui di Yogyakarta pada Selasa, 6 Oktober. Menurutnya, perkembangan kasus tetap dipantau oleh jajaran kesehatan sehingga penanganannya dapat dilakukan sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.

Lana meminta masyarakat tetap tenang dan tidak merasa khawatir secara berlebihan. Bertambahnya kasus tidak serta-merta menunjukkan keadaan yang berada di luar kendali. Dinas Kesehatan terus mengikuti perkembangan influenza melalui pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk dengan memperhatikan gejala yang menyerupai influenza atau influenza-like illness (ILI).

Dalam pemantauan tersebut, Puskesmas Danurejan 1 telah ditetapkan sebagai salah satu fasilitas sentinel ILI. Penetapan ini membuat puskesmas tersebut memiliki peran penting dalam mengamati kondisi yang berkaitan dengan gejala influenza di wilayah layanan. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan kasus dan kondisi kesehatan masyarakat secara berkala.

Selain memantau kondisi, Puskesmas Danurejan 1 juga bertugas mengambil sampel dari kasus yang memenuhi kebutuhan pemeriksaan. Sampel tersebut kemudian digunakan untuk pemeriksaan laboratorium secara berkala. Proses ini membantu petugas kesehatan mendapatkan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan, sekaligus mendukung pemantauan perkembangan influenza di DIY.

Keterangan Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa pengawasan dilakukan secara teratur melalui fasilitas sentinel dan pemeriksaan laboratorium. Masyarakat diharapkan menyikapi informasi mengenai penambahan kasus secara tenang, karena peningkatan yang terjadi masih berada dalam rentang kendali yang dapat ditangani. Pemantauan oleh Puskesmas Danurejan 1 menjadi bagian dari upaya untuk mengikuti kondisi influenza secara berkelanjutan.

Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat menular dengan cepat karena virus dapat berpindah dari orang yang terinfeksi kepada orang lain dalam interaksi sehari-hari. Penularan terutama berkaitan dengan keluarnya partikel dari saluran pernapasan penderita, baik ketika sedang batuk, bersin, maupun berbicara. Dalam situasi tersebut, percikan dapat berada di sekitar penderita dan kemudian terhirup oleh orang lain.

Jalur penularan melalui percikan atau droplet menjadi salah satu cara utama penyebaran influenza A. Ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara, droplet dapat keluar dari mulut atau hidung dan mencapai orang yang berada di dekatnya. Jika percikan tersebut masuk ke saluran pernapasan orang lain, virus berpotensi menyebabkan infeksi. Karena proses ini dapat terjadi dalam interaksi biasa, influenza A dapat menyebar dengan cepat di orang-orang yang berdekatan.

Selain melalui droplet, penularan juga dapat berlangsung secara tidak langsung melalui permukaan benda. Permukaan tertentu dapat terkontaminasi setelah terkena percikan dari penderita. Seseorang kemudian dapat menyentuh permukaan tersebut dan tanpa disadari memegang area wajah, seperti hidung, mulut, atau mata. Kontak tangan dengan area wajah itu memungkinkan virus berpindah dan masuk ke tubuh.

Dengan demikian, influenza A dapat menyebar melalui kontak dengan percikan pernapasan penderita maupun melalui perantara permukaan benda yang telah terkontaminasi. Batuk, bersin, dan berbicara merupakan aktivitas yang dapat menghasilkan droplet, sedangkan sentuhan pada permukaan terkontaminasi menjadi jalur penularan tidak langsung. Pemahaman mengenai kedua jalur tersebut membantu menjelaskan mengapa infeksi ini perlu diperhatikan ketika kasusnya bertambah di masyarakat.

Menurut dr. Yovita Alviana, gejala influenza A umumnya muncul secara mendadak dan dapat terasa lebih berat dibandingkan flu biasa. Perubahan kondisi biasanya berlangsung cukup cepat, sehingga keluhan yang dialami penderita dapat muncul dalam waktu berdekatan. Gejala utama yang perlu dikenali adalah demam tinggi yang datang tiba-tiba dan sering disertai menggigil. Demam tersebut dapat muncul bersama batuk kering serta sakit tenggorokan, yang menjadi keluhan pada saluran pernapasan.

Selain itu, penderita dapat mengalami pilek atau hidung tersumbat. Keluhan lain yang juga dapat menyertai infeksi ini meliputi sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, serta rasa nyeri di seluruh tubuh. Kombinasi keluhan tersebut dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada sebagian penderita, influenza A juga ditandai dengan kelelahan dan rasa lemas yang cukup berat. Kondisi tubuh yang mendadak menurun menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika berbagai gejala tersebut muncul secara bersamaan.

Pada anak-anak, infeksi influenza A terkadang juga disertai keluhan pada saluran pencernaan, seperti muntah atau diare. Gejala ini dapat muncul bersama demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, maupun keluhan nyeri pada tubuh. Dengan demikian, tanda yang muncul pada anak tidak selalu terbatas pada gangguan pernapasan. Penjelasan mengenai gejala tersebut disampaikan untuk membantu mengenali gambaran influenza A berdasarkan informasi yang tersedia, tanpa menetapkan diagnosis terhadap keluhan tertentu.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Siap Menantang Persebaya di Surabaya