IWL Kembali Bergulir, Shafira Ika Harapkan Timnas Putri Makin Kuat

IWL Kembali Bergulir, Shafira Ika Harapkan Timnas Putri Makin Kuat

Tangerang | Indonesia Women’s League (IWL) kembali bergulir pada musim 2026/2027, menghadirkan lagi kompetisi kasta tertinggi sepak bola putri di Indonesia setelah edisi terakhirnya berlangsung pada 2019. Kembalinya liga menjadi momen penting bagi para pemain dan klub, sekaligus membuka kembali ruang kompetisi reguler bagi sepak bola putri nasional. Antusiasme atas dimulainya musim baru terasa dalam rangkaian pertandingan yang mempertemukan tim-tim peserta, termasuk Dewa United FC Women dan Persita Women.

Pada pekan kedua, Dewa United FC Women meraih kemenangan 3-0 atas Persita Women di Indomilk Arena, Tangerang. Hasil tersebut menjadi salah satu catatan dari awal perjalanan kompetisi musim ini. Pertandingan itu berlangsung dalam suasana yang menandai kembalinya IWL, tanpa mengurangi makna lebih luas dari hadirnya kembali liga setelah jeda panjang sejak edisi 2019. Bagi klub dan pemain, kesempatan untuk bertanding dalam kompetisi tertinggi nasional merupakan bagian penting dari perkembangan sepak bola putri.

Di pemain Dewa United yang menyambut kembalinya kompetisi tersebut adalah Shafira Ika Putri. Ia merupakan pemain Dewa United sekaligus salah satu bintang tim nasional Indonesia putri. Kehadirannya menghubungkan perjalanan klub dengan harapan terhadap perkembangan timnas, yang dapat memperoleh manfaat dari semakin aktifnya kompetisi domestik. Dengan liga yang kembali berjalan, pemain memiliki panggung untuk mengasah kemampuan dan menjaga ritme pertandingan, sementara klub dapat berpartisipasi dalam persaingan yang terstruktur.

Shafira turut merayakan bergulirnya kembali liga kasta tertinggi tersebut. Momen ini membawa harapan agar keberadaan kompetisi dapat mendukung peningkatan kualitas pemain dan memperkuat timnas putri Indonesia. Kemenangan Dewa United atas Persita menjadi bagian dari pekan kedua musim 2026/2027, sekaligus mengiringi kembalinya ajang yang telah dinantikan sejak edisi terakhir pada 2019. Bergulirnya IWL kembali memberi sepak bola putri Indonesia kesempatan untuk melanjutkan perkembangan melalui kompetisi antarklub.

Kembalinya kompetisi sepak bola putri menjadi kabar yang melegakan bagi para pemain setelah liga tidak bergulir sejak 2019. Jeda panjang tersebut sempat menghadirkan ketidakpastian mengenai kelanjutan karier, karena pemain kehilangan wadah kompetitif yang teratur untuk terus bermain dan mengembangkan kemampuan. Situasi itu membuat masa depan sepak bola putri terasa sulit dipastikan, baik bagi pemain yang telah berkarier maupun mereka yang berharap mendapat kesempatan tampil. Karena itu, bergulirnya kembali IWL dipandang sebagai langkah penting untuk menghidupkan lagi kompetisi domestik dan membuka ruang bagi para pesepak bola putri untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Shafira Ika menyampaikan rasa senang dan syukurnya atas kembalinya liga tersebut. Seusai pertandingan pada Minggu, 25 Oktober 2026, ia mengungkapkan bahwa hadirnya kompetisi kembali merupakan perkembangan yang telah lama dinantikan. Bagi Shafira, keberadaan liga memberi kepastian yang lebih baik bagi pemain untuk terus berkarier, sekaligus menghadirkan kesempatan bermain secara kompetitif. Perasaannya tidak hanya berkaitan dengan satu pertandingan, tetapi juga dengan terbukanya kembali jalur bagi para pemain untuk menjaga perkembangan dan keberlanjutan karier mereka. Setelah bertahun-tahun tanpa liga, kembalinya kompetisi membawa harapan baru bagi sepak bola putri Indonesia.

Antusiasme menyambut IWL juga dirasakan oleh pemain-pemain lain. Mereka menyambut kesempatan untuk kembali berkompetisi setelah penantian panjang, sehingga suasana kembalinya liga memiliki arti penting bagi banyak pihak di lingkungan sepak bola putri. Bergulirnya kompetisi dapat membantu para pemain memperoleh pengalaman pertandingan, menjaga kemampuan, serta memperlihatkan potensi mereka di lapangan. Shafira berharap momentum ini tidak berhenti pada penyelenggaraan satu edisi, melainkan menjadi awal bagi kompetisi yang berkelanjutan. Dengan adanya liga yang teratur, para pemain memiliki ruang untuk berkembang dan tim nasional putri diharapkan dapat semakin kuat. Harapan tersebut sejalan dengan rasa lega dan syukur Shafira atas kembalinya wadah kompetitif bagi pesepak bola putri.

Penguatan sepak bola putri tidak hanya bergantung pada kompetisi di tingkat senior. Turnamen kelompok umur, liga pelajar, dan ajang yang melibatkan sekolah sepak bola di berbagai daerah menyediakan ruang bagi pemain muda untuk belajar sekaligus menguji kemampuan. Dalam pertandingan, mereka berhadapan dengan lawan yang beragam, memahami kerja sama tim, serta membiasakan diri mengambil keputusan di bawah tekanan.

Pembinaan sejak usia dini menjadi fondasi penting untuk menyiapkan generasi atlet yang berbakat dan siap berkembang. Latihan yang terarah membantu pemain membangun teknik dasar, kebugaran, disiplin, dan kepercayaan diri secara bertahap. Pengalaman bertanding juga memberi pelatih kesempatan menilai perkembangan pemain secara lebih utuh, bukan hanya dari kemampuan individu saat berlatih. Karena itu, keberlanjutan kompetisi usia muda perlu berjalan seiring dengan pembinaan yang konsisten.

Semakin banyak wadah kompetitif di tingkat lokal maupun pelajar dapat memperluas kesempatan anak perempuan untuk mengenal sepak bola. Selama ini, potensi pemain bisa tersebar di berbagai daerah dan belum tentu terjangkau oleh proses pemantauan yang terpusat. Turnamen yang rutin memberi pemain panggung untuk menunjukkan kualitas, sementara pelatih dan pemandu bakat memperoleh kesempatan menyaksikan lebih banyak calon atlet dalam situasi pertandingan nyata.

Harapan Shafira Ika agar timnas putri semakin kuat berkaitan erat dengan luasnya jalur pembinaan tersebut. Jika kompetisi usia muda tumbuh dan pemantauan dilakukan secara lebih menyeluruh, peluang menemukan pemain potensial dari berbagai latar belakang akan semakin besar. Tim nasional pun dapat memiliki pilihan yang lebih beragam, baik dari sisi posisi, karakter bermain, maupun pengalaman. Kedalaman skuad yang berkualitas dapat mendukung persaingan sehat dan memudahkan pelatih menyusun tim sesuai kebutuhan. Dengan demikian, turnamen usia muda bukan sekadar agenda pertandingan, melainkan bagian dari proses panjang membangun ekosistem sepak bola putri dan menyiapkan talenta untuk level yang lebih tinggi.

Shafira Ika menyampaikan pesan kepada anak-anak perempuan di seluruh Indonesia yang memiliki keinginan untuk bermain sepak bola: jangan ragu mencoba. Menurutnya, lapangan hijau bukan hanya ruang bagi laki-laki. Anak perempuan juga dapat hadir, berlatih, dan menunjukkan kemampuan mereka melalui permainan. Keinginan untuk mengenal sepak bola bisa menjadi langkah awal, tanpa perlu merasa bahwa olahraga ini bukan untuk mereka. Pesan tersebut menekankan keberanian untuk memulai, termasuk bagi mereka yang belum pernah bergabung dengan tim atau baru ingin mengenal permainan ini lebih dekat.

Ia juga mengingatkan agar anak perempuan tidak malu memperlihatkan minat dan bakatnya. Rasa sungkan dapat membuat kemampuan tidak terlihat, padahal kesempatan untuk bermain dan berkembang perlu diawali dengan keberanian mengambil bagian. Shafira mendorong mereka agar percaya diri saat berada di lapangan, berani mencoba hal baru, dan tidak merasa berbeda hanya karena memilih sepak bola. Dengan berani hadir dan bermain, mereka dapat memperlihatkan bahwa sepak bola wanita memiliki banyak pemain yang mencintai olahraga ini serta ingin berkontribusi di dalamnya.

Pesan itu ditujukan kepada anak perempuan dari berbagai daerah dan latar belakang. Mereka tidak perlu menunggu merasa paling siap untuk mencoba bermain. Yang terpenting, jangan menutup diri dari kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. Shafira ingin mereka berani melangkah ke lapangan, tidak malu terhadap pilihan mereka, serta memberi ruang bagi bakat untuk terlihat. Dorongan tersebut selaras dengan harapan agar sepak bola wanita Indonesia semakin mendapat perhatian dan partisipasi. Bagi anak-anak perempuan yang bermimpi mengenakan seragam tim dan bermain di hadapan banyak orang, pesannya sederhana: beranilah mencoba, tunjukkan kemampuan, dan nikmati kesempatan untuk bermain sepak bola.

Baca juga: Memilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata kepada Pangkoops TNI Habema dan Kembali ke Masyarakat | Empat Anggota OPM Serahkan Senjata dan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi | Jamba Hadir Kembali di Jakarta Dengan Konsep Inovatif