Cilegon | Seorang pria bernama Dedi Rustana Siregar (38), warga Cilegon, Provinsi Banten, melompat ke laut di Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (11/10/2026) dini hari. Hingga Minggu pagi, korban belum ditemukan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Peristiwa tersebut terjadi pukul 01.10 WIB.
Data lain dalam laporan menunjukkan Berdasarkan laporan awal Pos SAR Bakauheni, korban datang ke area parkir kendaraan Dermaga 7 Eksekutif bersama kerabatnya menggunakan mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi BE 1430 DT. Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara mengatakan, korban kemudian keluar dari mobil, melompati pagar pembatas dermaga, lalu terjun ke laut dari area Fender 09. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tiba di area parkir kendaraan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni bersama kerabatnya menggunakan mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi BE 1430 DT," ujar Rezie. Setelah mendapat laporan, tim SAR bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 06.10 WIB dengan membawa perahu karet bermotor, peralatan komunikasi, alat pelindung diri serta dua set peralatan selam. Sebelum kejadian, korban melakukan perjalanan dari Belilas, Riau, menuju Cilegon, Banten, 6 Oktober 2026 menggunakan bus.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kerabat yang berada di lokasi melaporkan kejadian tersebut kepada petugas ASDP Bakauheni. Petugas kemudian berkoordinasi dengan tim SAR untuk melakukan pencarian di sekitar titik korban diduga terjatuh. Setelah pertemuan tersebut, Dadang menghubungi keluarga korban dan meminta agar Dedi dijemput. Kerabatnya kemudian menjemput korban di kediaman Dadang sebelum membawanya menuju Pelabuhan Bakauheni. Salah seorang saksi, Eno Sardiono, yang merupakan adik sepupu korban, turut memberikan keterangan kepada petugas mengenai rangkaian peristiwa sebelum korban dilaporkan terjun ke laut.
Namun, pada 8 Oktober 2026, korban kembali menuju Riau dan diturunkan di kawasan Bandar Jaya, Lampung. Pada 10 Oktober 2026, korban bertemu dengan seseorang bernama Dadang. Dalam laporan awal, keluarga menyampaikan bahwa korban beberapa kali pernah menjalani rehabilitasi terkait penggunaan narkoba serta perawatan kesehatan jiwa. Meski demikian, kondisi psikologis maupun motif tindakan korban belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut," terangnya. Rezie menyebutkan, korban memiliki tinggi badan sekitar 187 sentimeter. Saat kejadian, Dedi mengenakan kaus berkerah berwarna merah muda kecokelatan dan celana jeans biru dongker.

