Jakarta | Harga BBM Pertamina pada Selasa, 13 Oktober 2026, menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat. Perhatian tersebut muncul karena harga bahan bakar minyak dapat memengaruhi berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk perencanaan pengeluaran rumah tangga dan kegiatan usaha. Masyarakat ingin mengetahui apakah terdapat perubahan harga yang berlaku pada tanggal tersebut, terutama setelah memasuki periode baru dalam penetapan harga.
Pembahasan kali ini berfokus pada BBM nonsubsidi Pertamina. Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah kemungkinan adanya penurunan harga. Pertanyaan tersebut menjadi perhatian karena perubahan harga BBM nonsubsidi dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat sebelum membeli bahan bakar. Dengan demikian, informasi mengenai kondisi harga pada 13 Oktober 2026 diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas berdasarkan keterangan resmi.
Berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga, harga BBM nonsubsidi pada Selasa, 13 Oktober 2026, masih sama dengan harga pada periode sebelumnya, yakni September 2026. Artinya, belum terdapat penurunan harga sebagaimana yang mungkin diharapkan atau diperkirakan oleh sebagian masyarakat. Keterangan ini menjadi acuan utama dalam melihat kondisi harga BBM Pertamina pada tanggal tersebut.
Dengan belum adanya perubahan, masyarakat tidak perlu menyesuaikan informasi berdasarkan kabar yang belum terkonfirmasi. Penjelasan dari Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi tetap berlaku seperti pada periode sebelumnya. Oleh karena itu, pembahasan mengenai harga pada 13 Oktober 2026 perlu dipahami sebagai informasi bahwa kondisi harga masih sama, bukan sebagai pengumuman mengenai penurunan maupun perubahan baru.
Wakil Presiden Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan penjelasan mengenai keputusan perusahaan untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Keterangan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi pada Kamis, 1 Oktober 2026, menjelang pemberlakuan harga BBM Pertamina pada 13 Oktober 2026.
Dalam penjelasannya, Kitty menyebutkan bahwa Pertamina Patra Niaga memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian terhadap harga BBM nonsubsidi. Dengan demikian, harga produk BBM nonsubsidi tetap dipertahankan pada periode tersebut. Keputusan ini berlaku sebagai bagian dari kebijakan perusahaan dalam menetapkan harga di tengah perkembangan berbagai kondisi yang memengaruhi sektor energi.
Pertamina mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan apakah diperlukan perubahan harga. Pertimbangan tersebut mencakup kondisi yang berkaitan dengan dinamika energi serta keadaan masyarakat. Faktor-faktor itu menjadi bagian dari proses evaluasi perusahaan sebelum penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan.
Menurut keterangan Kitty, keputusan mempertahankan harga juga memperhatikan kondisi masyarakat secara menyeluruh. Pertamina tidak hanya melihat faktor yang berkaitan dengan penetapan harga, tetapi turut mempertimbangkan kemampuan dan situasi masyarakat dalam menghadapi perubahan biaya energi. Karena itu, setiap rencana penyesuaian harga perlu didahului kajian atas berbagai faktor dan kondisi yang ada.
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi tetap dipertahankan setelah Pertamina melakukan pertimbangan terhadap faktor-faktor terkait dan kondisi masyarakat. Keterangan resmi itu menjadi dasar penjelasan perusahaan mengenai kebijakan harga BBM Pertamina pada 13 Oktober 2026, tanpa adanya informasi mengenai penyesuaian harga pada waktu tersebut.
Harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 2 September 2026 untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen tetap menjadi acuan pada 13 Oktober 2026. Ketentuan ini mencakup DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya. Dalam daftar tersebut, terdapat penyesuaian harga pada produk Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 dibandingkan harga sebelumnya.
Pertamax Turbo tercatat seharga Rp19.600 per liter. Harga terbaru ini meningkat dari harga sebelumnya, yaitu Rp18.300 per liter. Dengan demikian, konsumen di wilayah dengan PBBKB 5 persen perlu menyiapkan biaya lebih tinggi saat membeli Pertamax Turbo dibandingkan periode sebelumnya. Perubahan tersebut berlaku untuk setiap liter bahan bakar yang dibeli di stasiun pengisian yang menerapkan ketentuan wilayah tersebut.
Sementara itu, Pertamax Green 95 berada di level Rp19.150 per liter. Angka ini naik dari harga sebelumnya sebesar Rp16.600 per liter. Selisih harga terbaru dan harga sebelumnya perlu diperhatikan, khususnya oleh pengguna yang menjadikan Pertamax Green 95 sebagai pilihan bahan bakar untuk kendaraan sehari-hari.
Perbandingan kedua produk menunjukkan bahwa harga Pertamax Turbo terbaru lebih tinggi daripada Pertamax Green 95. Pertamax Turbo berada pada level Rp19.600 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 ditetapkan Rp19.150 per liter. Adapun harga sebelumnya masing-masing adalah Rp18.300 per liter dan Rp16.600 per liter. Seluruh angka tersebut berlaku untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, sehingga konsumen dapat menggunakannya sebagai rujukan ketika menghitung kebutuhan pengisian bahan bakar.
Rincian harga bahan bakar diesel nonsubsidi Pertamina menunjukkan adanya kenaikan pada dua produk, yaitu Dexlite dan Pertamina Dex. Berdasarkan angka yang berlaku per 2 September 2026 dalam konteks wilayah yang disebutkan pada sumber, Dexlite dipatok sebesar Rp23.700 per liter. Harga tersebut meningkat dibandingkan tarif sebelumnya yang berada di level Rp19.700 per liter.
Kenaikan juga tercatat pada Pertamina Dex. Produk ini dibanderol Rp25.200 per liter, naik dari harga sebelumnya sebesar Rp21.150 per liter. Dengan demikian, selisih harga Pertamina Dex mencapai Rp4.050 per liter, sedangkan Dexlite mengalami peningkatan sebesar Rp4.000 per liter dibandingkan tarif sebelumnya.
Angka-angka tersebut perlu dipahami sebagai harga yang berlaku per 2 September 2026 untuk konteks wilayah yang tercantum dalam sumber. Penyebutan tanggal dan konteks wilayah ini penting agar rincian tarif tidak disamakan dengan daftar harga yang berlaku di wilayah atau periode lain.
Pada 13 Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina masih diterapkan sama seperti periode sebelumnya. Artinya, rincian untuk Dexlite dan Pertamina Dex tetap mengacu pada angka yang telah disebutkan, yakni Rp23.700 per liter untuk Dexlite dan Rp25.200 per liter untuk Pertamina Dex, sesuai konteks wilayah sumber. Sementara itu, harga sebelumnya masing-masing menjadi pembanding, yaitu Rp19.700 per liter dan Rp21.150 per liter.
Baca juga: 5 Calon Berebut Kursi Kades Linggajaya, Pencoblosan Digelar 28 Oktober 2026 | Perkuat Sinergitas,Kodim 0913/PPU Gelar Olga Bersama Polres PPU dan Pertamina RU V Lawe-Lawe

