Kabupaten Sumedang , Radarnusantara.net , – Forum Ormas Masyarakat Peduli Sumedang atau FORMAS mengajukan permohonan resmi kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Sumedang untuk memfasilitasi audiensi terkait isu dugaan pelecehan dan penganiyaan yang dikaitkan dengan Wakil Bupati Sumedang.
Permohonan tersebut tertuang dalam surat bernomor 05/FORMAS/VIII/2026 yang dikeluarkan di Sumedang pada 28 Agustus 2026 dan ditandatangani Koordinator FORMAS, Ustd Dedi Mulyadi.
Dalam surat itu, FORMAS menyatakan isu yang berkembang saat ini sudah menjadi perhatian dan pembicaraan di tengah masyarakat. Menurut mereka, perlu ada ruang klarifikasi yang terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Perkembangan isu tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan dan memberikan citra negatif terhadap Kabupaten Sumedang apabila tidak segera mendapatkan penjelasan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait,” tulis FORMAS dalam surat tersebut.
FORMAS mengusulkan audiensi dilaksanakan pada:
– *Hari/Tanggal*: Senin, 31 Agustus 2026
– *Jam*: 10.00 WIB s/d selesai
– *Tempat*: DPRD Kabupaten Sumedang
– *Agenda*: Klarifikasi dan Penyelesaian Terkait Isu Dugaan Pelecehan dan Penganiyaan yang Berkembang di Masyarakat
Dalam audiensi tersebut, FORMAS juga meminta DPRD Kabupaten Sumedang menghadirkan Wakil Bupati Sumedang beserta Sekretaris Pribadi untuk memberikan klarifikasi secara langsung.
FORMAS menegaskan tujuan audiensi bukan untuk menghakimi.
“Kami tegas bahwa audiensi ini merupakan upaya tabayun, mencari kebenaran dan kejelasan informasi, menjaga kondusivitas masyarakat serta mencegah berkembangnya isu yang dapat merugikan nama baik Sumedang,” lanjut surat itu.
Di akhir surat, FORMAS berharap DPRD dapat menjadi ruang yang objektif dan terbuka agar persoalan segera memperoleh titik terang dan tidak terus berkembang menjadi pembicaraan negatif di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Sumedang maupun Wakil Bupati Sumedang terkait permohonan audiensi ini.
Reporter : ( Deni Surya Kusumah )
