Bisnis  

Edwin Soeryadjaya Tambah 711.900 Saham Saratoga, Porsi Kepemilikan Naik

Edwin Soeryadjaya Tambah 711.900 Saham Saratoga, Porsi Kepemilikan Naik

Jakarta | Edwin Soeryadjaya kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Dalam transaksi tersebut, ia membeli sebanyak 711.900 saham perusahaan investasi itu. Pembelian ini meningkatkan jumlah saham yang dimiliki Edwin dari sebelumnya 4.892.101.290 saham menjadi 4.892.813.190 saham.

Seiring penambahan tersebut, porsi kepemilikan Edwin naik dari 36,0646% menjadi 36,0698% dari hak suara. Perubahan itu setara dengan kenaikan sekitar 0,0052 poin persentase. Meski secara persentase kenaikannya relatif kecil, transaksi ini menambah jumlah saham yang berada dalam kepemilikannya dan memperbarui komposisi kepemilikan yang dilaporkan pada perusahaan.

Informasi mengenai transaksi pembelian saham tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada 26 Oktober 2026. Penyampaian kepada bursa memberikan informasi resmi mengenai perubahan kepemilikan saham oleh pihak terkait emiten. Angka jumlah saham dan persentase hak suara dalam laporan menjadi acuan untuk melihat posisi kepemilikan Edwin setelah transaksi berlangsung.

Edwin Soeryadjaya disebut berstatus sebagai pengendali SRTG. Dengan demikian, setelah pembelian ini, ia tetap tercatat sebagai pengendali perusahaan, dengan porsi kepemilikan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelum transaksi. Informasi yang diumumkan berfokus pada jumlah saham yang dibeli serta perubahan kepemilikannya; keterangan tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan tujuan pembelian atau dampaknya terhadap strategi bisnis perusahaan.

Perubahan kepemilikan oleh pengendali menjadi salah satu informasi yang dapat dicermati investor ketika mengikuti perkembangan emiten. Namun, pembelian saham ini sebaiknya dipahami berdasarkan data transaksi yang diungkapkan, tanpa menarik kesimpulan lebih jauh mengenai kinerja atau prospek SRTG hanya dari penambahan kepemilikan. Investor dapat membandingkan keterbukaan terbaru dengan laporan perusahaan lain dan informasi pasar yang relevan untuk memperoleh gambaran lebih menyeluruh tentang kondisi serta perkembangan Saratoga.

Rangkaian pembelian saham Saratoga oleh Edwin Soeryadjaya berlangsung dalam dua transaksi berurutan pada 22 dan 23 Oktober 2026. Pada transaksi pertama, tanggal 22 Oktober, Edwin membeli sebanyak 312.300 saham. Harga yang dibayarkan tercatat sebesar Rp1.668 per saham, sehingga nilai transaksi tersebut mencapai Rp520,92 juta. Perhitungan ini mencerminkan jumlah saham yang dibeli dikalikan dengan harga per saham, sebelum memperhitungkan biaya transaksi atau komponen lain yang mungkin berlaku.

Sehari setelah pembelian pertama, tepatnya pada 23 Oktober 2026, Edwin kembali membeli saham Saratoga. Kali ini jumlahnya 399.600 saham, dengan harga Rp1.676 per saham. Nilai transaksi kedua tercatat sebesar Rp669,73 juta. Dibandingkan transaksi pada hari sebelumnya, pembelian kedua melibatkan jumlah saham yang lebih besar dan harga per saham yang juga lebih tinggi. Kedua pembelian tersebut tercatat pada tanggal yang berurutan, sehingga membentuk satu rangkaian penambahan kepemilikan dalam rentang dua hari.

Jika jumlah saham dari kedua transaksi dijumlahkan, total pembelian Edwin mencapai 711.900 saham. Sementara itu, nilai gabungan transaksi adalah sekitar Rp1,19 miliar, berdasarkan penjumlahan nilai pembelian pada 22 dan 23 Oktober. Angka total tersebut merangkum keseluruhan nilai yang disebutkan untuk dua pembelian itu, bukan nilai dari satu transaksi tunggal. Dengan demikian, rincian waktunya menunjukkan pembelian pertama dilakukan pada 22 Oktober, disusul pembelian berikutnya pada 23 Oktober, sedangkan jumlah saham dan nilai transaksi gabungannya menggambarkan akumulasi dari kedua tanggal tersebut. Urutan ini membantu membedakan besaran pembelian harian dari total penambahan saham selama periode itu. Informasi harga per saham juga memperlihatkan bahwa harga transaksi pada hari kedua lebih tinggi Rp8 dibandingkan harga pada hari pertama. Meski demikian, nilai transaksi masing-masing tetap ditentukan oleh kombinasi harga tersebut dan jumlah saham yang dibeli pada tanggal bersangkutan. Berdasarkan rincian yang tersedia, total penambahan saham dalam dua transaksi itu adalah 711.900 lembar, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,19 miliar.

Sebelum transaksi pembelian saham Saratoga pada Oktober 2026, Edwin Soeryadjaya telah melakukan dua transaksi saham pada September. Catatan transaksi tersebut menunjukkan pembelian pertama berlangsung pada 24 September 2026, dengan jumlah sebanyak 210.000 saham. Harga yang tercatat untuk pembelian itu adalah Rp1.786 per saham. Informasi ini menjadi bagian dari riwayat transaksi Edwin pada periode sebelum penambahan saham yang diberitakan untuk Oktober.

Transaksi berikutnya terjadi sehari setelahnya, yakni pada 25 September 2026. Pada tanggal tersebut, Edwin tercatat membeli 150.000 saham Saratoga dengan harga Rp1.770 per saham. Dengan demikian, dua transaksi September yang disebutkan mencakup pembelian 210.000 saham pada 24 September dan 150.000 saham pada 25 September. Rincian tanggal, jumlah saham, serta harga per saham itu membedakan masing-masing transaksi dan memberikan gambaran kronologis tentang aktivitas yang mendahului pembelian Oktober.

Data tersebut sebaiknya dibaca sebagai catatan transaksi, bukan sebagai penjelasan mengenai alasan di balik keputusan pembelian. Keterangan yang tersedia hanya memuat tanggal transaksi, jumlah saham, dan harga yang dibayarkan per saham. Tidak ada informasi mengenai tujuan Edwin melakukan pembelian pada 24 maupun 25 September, sehingga motif transaksi tidak dapat disimpulkan dari angka-angka tersebut. Demikian pula, rincian transaksi ini tidak memberikan dasar untuk menghubungkan pembelian dengan pergerakan harga saham Saratoga sebelum atau sesudah tanggal transaksi.

Dalam konteks kronologi, kedua pembelian September berlangsung sebelum penambahan saham pada Oktober yang menjadi perhatian utama. Penyebutan riwayat ini membantu menempatkan transaksi Oktober dalam urutan waktu yang lebih lengkap, sekaligus mempertahankan pemisahan transaksi yang terjadi pada tanggal berbeda. Pembelian pada 24 September tercatat sebanyak 210.000 saham pada harga Rp1.786 per saham, sedangkan pembelian 25 September mencakup 150.000 saham pada harga Rp1.770 per saham. Angka-angka ini merujuk pada masing-masing tanggal, bukan harga rata-rata atau keterangan mengenai transaksi Oktober. Dengan batas informasi tersebut, pembaca dapat melihat aktivitas saham yang dilaporkan selama September tanpa menganggap adanya penjelasan tambahan yang tidak tercantum dalam data. Catatan ini juga tidak menyatakan apakah transaksi tersebut dilakukan melalui satu atau beberapa perantara, maupun menguraikan sumber dana pembelian. Fokusnya terbatas pada rincian transaksi September yang tersedia.Edwin Soeryadjaya telah menjabat sebagai komisaris utama Saratoga sejak 22 Januari 1997. Perannya di perusahaan mencakup pengawasan terhadap komite investasi, serta keanggotaan dalam komite nominasi dan remunerasi. Dengan demikian, keterlibatannya tidak hanya berkaitan dengan kedudukannya di jajaran komisaris, tetapi juga meliputi pengawasan dan tata kelola pada sejumlah komite perusahaan. Informasi mengenai jabatan tersebut memberi konteks atas posisinya di Saratoga, di tengah kabar penambahan kepemilikan saham yang dilakukan olehnya.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 April 2022, Edwin diangkat kembali sebagai komisaris utama untuk periode 2022–2025. Ia juga disebut sebagai salah satu pemegang saham utama Saratoga. Dalam keterangan perusahaan, Edwin memiliki hubungan afiliasi dengan Michael W. P. Soeryadjaya, yang menjabat sebagai direktur utama, serta Joyce Soeryadjaya Kerr, yang menjabat sebagai komisaris. Informasi afiliasi ini menunjukkan adanya hubungan keluarga di sejumlah anggota pimpinan perusahaan, sementara masing-masing tetap memiliki jabatan yang berbeda dalam struktur Saratoga.

Riwayat karier Edwin mencakup pengalaman panjang di sektor usaha Indonesia. Ia mulai bekerja di Astra International pada 1978 dan kemudian menduduki posisi wakil direktur utama. Edwin meninggalkan jabatan tersebut pada 1993, sebelum ikut mendirikan Saratoga.