Kota Tayibe | Ahmad Tibi, anggota parlemen Israel dari kalangan Arab sekaligus pemimpin Joint List, menyatakan bahwa bloknya siap bekerja sama dengan Blok Perubahan untuk menggulingkan pemerintahan Benjamin Netanyahu. Pernyataan tersebut menempatkan Joint List sebagai pihak yang bersedia menjalin kerja sama politik dengan kelompok oposisi yang berupaya mengganti pemerintahan saat ini. Tibi menyampaikan kesiapan itu di tengah upaya berbagai partai untuk menyatukan langkah menghadapi Netanyahu.
Blok Perubahan merupakan gabungan partai-partai oposisi yang bertujuan menggantikan pemerintahan Netanyahu. Koalisi tersebut mencakup Yashar, yang dipimpin mantan kepala staf militer Israel Gadi Eisenkot; Yesh Atid, pimpinan Yair Lapid; serta Partai Demokrat, pimpinan Yair Golan. Dua anggota lainnya adalah Beyachad, yang dipimpin Naftali Bennett, dan Yisrael Beiteinu, pimpinan Avigdor Lieberman. Masing-masing partai memiliki pemimpin dan posisi politiknya sendiri, tetapi mereka berada dalam kelompok yang sama dalam upaya menantang pemerintahan Netanyahu.
Kesiapan Joint List untuk bekerja sama dapat memperluas ruang koordinasi di pihak-pihak yang ingin mengakhiri pemerintahan tersebut. Namun, pernyataan Tibi menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama, bukan dengan sendirinya menandakan bahwa kesepakatan formal telah tercapai atau bahwa susunan pemerintahan pengganti sudah ditentukan. Bentuk kerja sama, cakupannya, serta langkah politik yang mungkin ditempuh masih bergantung pada pembicaraan antarkelompok dan perkembangan situasi politik.
Dalam konteks ini, komposisi Blok Perubahan memperlihatkan bahwa upaya oposisi melibatkan sejumlah partai dengan pemimpin yang berbeda-beda. Yashar, Yesh Atid, Partai Demokrat, Beyachad, dan Yisrael Beiteinu membentuk gabungan yang berusaha menghadirkan alternatif terhadap pemerintahan Netanyahu. Kesediaan Tibi membuka kemungkinan keterlibatan Joint List dalam upaya tersebut, meskipun rincian dan konsekuensi kerja sama belum dipaparkan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada bagaimana para pemimpin kelompok itu menyelaraskan agenda serta menentukan bentuk dukungan politik yang dapat diberikan.
Dalam pernyataan tertulisnya, Ahmad Tibi menyebut tingginya partisipasi warga Arab sebagai pencapaian bersejarah bagi Joint List. Penilaian tersebut menempatkan keterlibatan pemilih sebagai hasil penting bagi blok politik itu. Tibi mengaitkan capaian tersebut dengan seruan masyarakat agar kekuatan politik Arab bersatu. Menurutnya, Joint List telah menjawab seruan itu. Dengan demikian, partisipasi dan persatuan menjadi bagian utama dari pesan yang disampaikan Tibi mengenai hasil yang dicapai bloknya. Ia juga menekankan arti keterlibatan warga Arab dalam menentukan arah perubahan politik. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa dukungan masyarakat bukan sekadar latar bagi langkah Joint List, melainkan unsur yang dianggap penting bagi peran politiknya.
Tibi mengatakan bloknya telah menunjukkan peran penting dalam menentukan arah perubahan. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak mungkin terjadi tanpa dukungan mereka. Pernyataan itu menghubungkan partisipasi warga Arab dengan kemungkinan terjadinya perubahan politik, sekaligus menyoroti posisi Joint List dalam proses tersebut. Menurut Tibi, seruan masyarakat untuk bersatu telah dijawab, dan tingginya partisipasi menjadi pencapaian bersejarah bagi bloknya. Karena itu, dukungan warga Arab dipandang sebagai faktor yang tidak dapat dipisahkan dari upaya perubahan. Tibi tidak menggambarkan perubahan sebagai sesuatu yang dapat berlangsung tanpa keterlibatan mereka; sebaliknya, ia menempatkan dukungan tersebut sebagai syarat penting. Pesan itu memperlihatkan bagaimana ia menilai kontribusi bloknya dan para pendukungnya dalam arah politik yang sedang dibicarakan.
Tibi juga menyampaikan langkah yang, menurutnya, akan memulai upaya untuk menggulingkan pemerintahan Netanyahu dan Ben-Gvir: pencopotan Ketua Knesset Amir Ohana. Dengan demikian, pernyataannya memuat dua hal yang saling berkaitan, yakni penilaian atas partisipasi warga Arab dan arah langkah politik yang hendak ditempuh. Ia menyebut partisipasi tersebut sebagai pencapaian bersejarah bagi Joint List, menyatakan bahwa bloknya telah menjawab seruan persatuan, serta menekankan bahwa perubahan membutuhkan dukungan mereka. Pada bagian mengenai langkah politik, Tibi secara khusus menunjuk pencopotan Ohana sebagai titik awal upaya menggulingkan pemerintahan Netanyahu dan Ben-Gvir. Pernyataan yang tersedia tidak merinci langkah-langkah berikutnya, sehingga fokusnya tetap pada arti partisipasi dan langkah awal tersebut.
Dalam video yang dirilis kantornya, Ahmad Tibi berbicara kepada para pendukung Joint List saat kampanye di Tayibe, Israel bagian tengah, pada Rabu dini hari. Pesan yang disampaikan berfokus pada suara para pendukung dan berlangsungnya pemungutan suara di tengah hambatan yang disebut terjadi di tempat pemungutan suara. Video tersebut menampilkan Tibi menyapa basis pendukungnya dan menyampaikan penilaiannya secara langsung kepada mereka selama kegiatan kampanye.
Tibi mengatakan suara para pendukungnya menjadi yang paling lantang, meskipun terdapat upaya memutus aliran listrik di tempat pemungutan suara dan menghalangi proses pemungutan suara. Ia menempatkan pernyataan itu sebagai bagian dari pesannya kepada para pendukung Joint List. Ucapannya merujuk pada kondisi yang ia gambarkan saat kampanye tersebut, tanpa merinci lebih jauh siapa yang melakukan upaya itu atau bagaimana peristiwa tersebut berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Tibi juga menyampaikan pernyataan mengenai Itamar Ben Gvir. Ia mengatakan bahwa Ben Gvir tidak akan menjadi menteri kepolisian. Pernyataan itu disampaikan kepada para pendukung dalam video yang dirilis kantornya, bersamaan dengan pesannya tentang suara mereka dan hambatan di lokasi pemungutan suara. Tibi tidak memberikan rincian tambahan mengenai pernyataan tersebut dalam kutipan yang disampaikan.
Tibi kemudian menyatakan bahwa waktunya telah tiba. Kalimat itu menjadi bagian dari pesan kampanyenya kepada para pendukung Joint List di Tayibe pada Rabu dini hari. Dengan demikian, inti pernyataan dalam video mencakup tiga hal: suara pendukung yang disebut paling lantang, adanya upaya memutus listrik serta menghalangi pemungutan suara, dan keyakinan Tibi bahwa Ben Gvir tidak akan menjadi menteri kepolisian. Ia menyampaikan hal-hal tersebut secara langsung kepada para pendukung yang hadir dalam kegiatan kampanye. Pernyataan itu tetap terbatas pada apa yang dikatakan Tibi dalam video, tanpa penjelasan tambahan tentang pihak yang terlibat, motif, ataupun perkembangan setelahnya.
Proyeksi yang dipublikasikan media Israel saat 84,5 persen suara telah dihitung menunjukkan bahwa blok yang mendukung Benjamin Netanyahu belum memperoleh cukup kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Dengan perhitungan sementara tersebut, blok Netanyahu diperkirakan mengamankan 54 dari total 120 kursi Knesset. Angka itu masih kurang tujuh kursi dari ambang mayoritas, yaitu 61 kursi. Karena itu, meskipun blok tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam perolehan sementara, hasil proyeksi belum memastikan bahwa Netanyahu dapat membentuk pemerintahan tanpa dukungan tambahan dari pihak lain.
Di sisi lain, blok oposisi yang dipimpin Eisenkot diproyeksikan memperoleh 49 kursi. Perolehan itu juga belum cukup untuk mencapai mayoritas secara mandiri. Perbandingan sementara kedua blok memperlihatkan bahwa tidak satu pun kelompok utama diperkirakan menguasai 61 kursi yang diperlukan. Situasi ini dapat membuat komposisi dukungan dari partai-partai lain menjadi penting dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan negosiasi politik dan pembentukan koalisi. Namun, angka kursi yang dilaporkan saat ini masih bergantung pada penghitungan suara yang belum tuntas, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai susunan akhir parlemen.
Partai-partai yang mayoritas mewakili warga Arab diperkirakan mengumpulkan 17 kursi secara keseluruhan. Dari jumlah tersebut, Joint List diproyeksikan meraih 11 kursi, sementara United Arab List, yang juga dikenal sebagai Ra’am, diperkirakan memperoleh enam kursi. Perolehan itu membuat partai-partai tersebut berpotensi menjadi bagian penting dalam kalkulasi politik, terutama karena kedua blok utama sama-sama berada di bawah ambang mayoritas pada proyeksi saat ini.
Baca juga: Dukungan Pelatih Persib untuk Pemain yang Bergabung di Timnas Indonesia | Dukungan untuk Guruh Soekarnoputra dalam Masa Perawatan






