Opini  

Benih Energi Yang Tumbuh Dalam Hening

Benih Energi Yang Tumbuh Dalam Hening

Oleh : Pandita

Jakarta, Radarnusantara.net, – Sebuah bangunan bisa berdiri karena suara yang heboh dan gaduh.
Ada palu yang memukul, ada mesin yang meraung, ada orang yang berteriak memberi aba².
Semua terlihat. Semua terdengar.
Dan kita menyebutnya: kemajuan.

Tetapi benih tidak tumbuh seperti itu.
Benih ditanam dalam tanah.
Ditutup.
Dibiarkan sendiri.
Tidak ada sorak. Tidak ada pengumuman.
Hanya gelap, air, dan waktu.
Lalu dalam keheningan itu, ia pecah.
Mengeluarkan akar ke bawah, dan tunas ke atas.
Tanpa izin. Tanpa tepuk tangan.
Pertumbuhan yang sebenarnya tidak pernah terjadi di tengah hiruk pikuk.
Ia terjadi dalam diam.
Dalam kekuatan hening yang dimiliki setiap makhluk hidup.

HUKUM BENIH JUGA BERLAKU PADA BATIN
Demikian pula dengan hal² yang baik di dalam diri kita.
Prasangka baik, tidak tumbuh saat kita sibuk berdebat di luar.
Ia tumbuh saat kita berhenti sejenak, menarik napas, dan memilih untuk tidak langsung menghakimi.
Pemahaman, tidak lahir saat kita paling banyak bicara.
Ia lahir saat kita cukup hening untuk mendengar,
bukan hanya suara orang lain,
tetapi juga suara hati kita sendiri.

Cinta tidak menjadi dalam karena terus-menerus diumbar.
Ia menjadi dalam jeda² kecil:
saat kita memilih memaafkan tanpa dirayakan,
saat kita memilih setia tanpa dituntut,
saat kita memilih percaya tanpa bukti.
Semua itu tumbuh seperti benih.
Dalam keheningan yang mampu melepaskan kemelekatan rasa.

MENGAPA HARUS HENING.
Karena kebisingan membuat kita melekat.
Melekat pada pengakuan.
Melekat pada hasil.
Melekat pada kapan aku akan dipuji karena ini.
Sementara hening melatih kita untuk melepas.
Melepas kebutuhan untuk segera dilihat.
Melepas kebutuhan untuk segera dipahami.
Melepas kebutuhan untuk segera menang.
Di ruang lepas itulah, sesuatu yang baru bisa tumbuh.
Ruang itu kosong. Dan kekosongan adalah syarat agar benih bisa mengembang.

TIGA HAL YANG HANYA TUMBUH DALAM HENING.
1.Karakter
Bukan dibentuk di atas panggung.
Dibentuk di kamar, saat tidak ada yang melihat.
Saat kita memilih jujur meski bisa bohong.
Saat kita memilih sabar meski bisa marah.
2.Kebijaksanaan
Bukan datang dari banyaknya informasi.
Datang dari kemampuan diam cukup lama, agar informasi itu mengendap menjadi pengertian.
3.Prasangka Baik.
Bukan dengan memaksa diri berpikir positif.

Tetapi dengan memberi ruang pada hati untuk tidak langsung bereaksi.
Memberi jeda antara melihat dan menilai.
Di jeda itulah prasangka baik tumbuh, dan membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam.
Dunia akan terus gaduh.
Dan tidak ada salahnya membangun, bekerja, dan bersuara.
Tetapi jangan tertipu.
Yang membuat bangunan tetap berdiri bukanlah suara palunya.
Yang membuat pohon tetap hidup bukanlah suara anginnya.

Yang membuatnya hidup adalah apa yang terjadi di dalam tanah,
saat tidak ada yang melihat.
Maka jika hari ini sedang dalam fase gelap, fase menunggu, fase yang terasa tidak menghasilkan apa²
jangan panik.
Mungkin tubuh yang mulai sinkron dengan alam sedang menjadi benih.
Sedang dipecahkan.
Sedang ditumbuhkan.
Dan pertumbuhan yang paling kokoh, selalu dimulai dari tempat yang paling hening.

Tanpa sesenggolan.
Rahayu.
Bicara itoe Moedah

Reporter : ( Red 01TR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *