Kabupaten Sumedang, Radarnusantara.net , — Kondisi angin yang bersahabat membuat aktivitas penerbangan West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 kembali berlangsung di kawasan Batu Dua, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Setelah sempat terhenti selama satu hari akibat kondisi angin yang tidak mendukung, para pilot kembali dapat melakukan penerbangan pada Kamis. Kondisi angin yang relatif mendukung memungkinkan rangkaian aktivitas penerbangan berlangsung dengan baik.
Berdasarkan informasi terbaru dari lapangan, WJPC 2026 diikuti 85 peserta dari 21 negara. Para pilot mengikuti rangkaian kompetisi paralayang internasional yang dipusatkan di kawasan Batu Dua, salah satu lokasi olahraga dirgantara yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Faktor cuaca menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kompetisi. Perubahan arah maupun kekuatan angin dapat menentukan apakah penerbangan dapat dilaksanakan atau harus ditunda demi keselamatan peserta.
Karena itu, rangkaian kegiatan, termasuk waktu pelaksanaan penerbangan berikutnya dan penutupan, tetap menyesuaikan kondisi cuaca di lokasi.
Di tengah berlangsungnya kejuaraan, keluarga besar RAPI Lokal 4 dan Lokal 5 di bawah naungan Zulu Whiskey 13 Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, turut mengambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan melalui Bantuan Komunikasi (Bankom).
Kegiatan komunikasi dan monitoring tersebut diprakarsai oleh Abah Zip, bersama sejumlah anggota RAPI, di antaranya Gugun, Gunadi, H. Herlan dan H. Ahyar, serta anggota lainnya.
Menurut Abah Zip, keterlibatan RAPI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan komunikasi untuk membantu menjaga kelancaran koordinasi selama pelaksanaan WJPC 2026.
«“Kami dari RAPI Lokal 4 dan Lokal 5 bersama rekan-rekan ikut membantu komunikasi dan monitoring di lapangan. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman dan tertib, terutama karena kegiatan paralayang sangat bergantung pada kondisi cuaca,” ujar Abah Zip.»
Sementara itu, Gugun, salah satu anggota RAPI yang turut berada di lokasi, mengatakan bahwa kondisi angin menjadi salah satu faktor utama yang harus terus dipantau selama kegiatan berlangsung.
«“Kondisi angin memang sangat menentukan. Ketika cuaca dan arah angin memungkinkan, penerbangan dapat dilaksanakan. Namun keselamatan tetap menjadi yang utama sehingga semua kegiatan harus mengikuti keputusan teknis penyelenggara,” katanya.»
Dukungan terhadap pelaksanaan WJPC 2026 juga datang dari unsur kewilayahan. Personel jajaran Koramil dan Polsek dari enam wilayah, yakni Cisitu, Situraja, Darmaraja, Wado, Jatinunggal dan Jatigede, turut terlibat dalam pengamanan kegiatan.
Keterlibatan unsur keamanan dan komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kegiatan tetap berlangsung aman, tertib dan terkendali.
Sementara itu, aktivitas penerbangan di Batu Dua masih sangat bergantung pada perkembangan kondisi alam. Dengan demikian, setiap sesi penerbangan maupun agenda penutupan akan mengikuti keputusan teknis penyelenggara berdasarkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan.
Hingga Kamis (17/9/2026), kawasan Batu Dua masih menjadi pusat aktivitas para pilot dan tim pendukung yang mengikuti rangkaian West Java Paragliding Championship 2026.
Reporter: ( Deni Suryakusumah )

