Banjir di Istanbul Tewaskan Tiga Orang, Penerbangan dan Aktivitas Warga Terganggu

Banjir di Istanbul Tewaskan Tiga Orang, Penerbangan dan Aktivitas Warga Terganggu

Kota Dua Benua | Hujan deras yang mengguyur Istanbul sejak Rabu memicu banjir besar di sejumlah kawasan kota terbesar Turki itu. Tiga orang dilaporkan tewas, sementara rumah dan jalan terendam air. Genangan juga mengganggu aktivitas warga serta operasional penerbangan, menambah dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga Kamis, 15 Oktober 2026. Beberapa kawasan yang terdampak lain Esenyurt, Beykoz, Kucukcekmece, dan Sariyer, dengan tingkat curah hujan yang berbeda-beda.

Air meluap di jalan-jalan dan memasuki bangunan, sehingga warga menghadapi kesulitan untuk beraktivitas maupun berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Gangguan pada penerbangan menjadi salah satu dampak yang terasa lebih luas, karena kondisi cuaca dan genangan memengaruhi perjalanan udara. Banjir di berbagai bagian kota menunjukkan bahwa hujan yang turun bukan hanya menimbulkan genangan setempat, tetapi juga mengganggu layanan dan rutinitas harian di Istanbul.

Pemerintah Kota Metropolitan Istanbul menyampaikan bahwa curah hujan tertinggi tercatat di Beykoz, mencapai 242 milimeter. Angka tersebut termasuk yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1985. Data itu menggambarkan intensitas hujan yang luar biasa di kawasan tersebut dan membantu menjelaskan besarnya tekanan pada lingkungan perkotaan. Di Eyupsultan, curah hujan tercatat 190,5 milimeter, sedangkan Sariyer menerima 187,9 milimeter, menurut data pemerintah kota.

Perbedaan angka antarkawasan menunjukkan bahwa hujan ekstrem tersebar di sejumlah bagian Istanbul, meskipun Beykoz mencatat jumlah paling tinggi di lokasi yang disebutkan. Kondisi yang berlanjut hingga Kamis membuat dampak banjir tetap menjadi perhatian, terutama bagi warga di kawasan terdampak dan pengguna transportasi. Selain menimbulkan korban jiwa, limpasan air merendam properti dan ruas jalan, sementara gangguan penerbangan memperlihatkan bagaimana cuaca buruk dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan kota secara bersamaan. Data curah hujan tersebut juga menempatkan kejadian ini dalam konteks catatan pengamatan jangka panjang di Istanbul.

Tiga orang dilaporkan meninggal dalam insiden yang berkaitan dengan banjir di Istanbul. Informasi mengenai masing-masing korban menunjukkan bahwa kematian terjadi dalam keadaan berbeda. Pihak berwenang telah menyampaikan beberapa rincian tentang dua korban, sementara identitas korban ketiga masih dalam proses pemeriksaan. Perbedaan kejadian yang telah dipastikan dan dugaan mengenai asal korban ketiga perlu diperhatikan.

Korban pertama adalah seorang anak berusia 14 tahun. Ia tersengat listrik ketika menginjak genangan air di Balat. Keterangan yang tersedia mengaitkan insiden tersebut dengan genangan yang terdampak banjir. Tidak ada rincian lebih lanjut yang dapat dipastikan mengenai kondisi di lokasi atau sumber listrik, sehingga informasi itu tidak perlu diperluas dengan dugaan lain.

Korban kedua adalah seorang pria berusia 34 tahun. Ia terjatuh saat menyeberangi jalan yang terendam banjir di Sariyer. Fakta yang dilaporkan menyebutkan usia korban, lokasi, dan keadaan saat ia terjatuh. Rincian tersebut membedakan insiden ini dari kejadian di Balat, tempat seorang anak tersengat listrik ketika menginjak genangan.

Jenazah korban ketiga ditemukan di dekat Taman Sadabad, di wilayah Kagithane. Hingga informasi yang tersedia disampaikan, identitasnya belum dipastikan dan pihak berwenang masih melakukan proses identifikasi serta penyelidikan. Otoritas menduga korban mungkin terbawa arus dari Sariyer. Namun, dugaan itu belum merupakan fakta yang telah dikonfirmasi. Lokasi penemuan jenazah telah disebutkan, sedangkan asal korban dan kemungkinan terbawanya dari Sariyer masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan.

Dengan demikian, jumlah korban meninggal yang dilaporkan adalah tiga orang, tetapi tingkat kepastian rincian untuk setiap korban tidak sama. Usia dan keadaan dua korban pertama telah dijelaskan, sedangkan identitas korban ketiga masih diperiksa. Dugaan hubungan penemuan jenazah di Kagithane dan arus dari Sariyer harus tetap dipisahkan dari keterangan yang sudah terkonfirmasi. Penyelidikan pihak berwenang masih berlangsung untuk memastikan identitas korban ketiga serta keadaan yang terkait dengan penemuannya. Sampai ada hasil pemeriksaan lebih lanjut, informasi tersebut sebaiknya disampaikan sebagai dugaan, bukan kepastian.

Dampak banjir di Istanbul tidak hanya terlihat dari genangan di jalan, tetapi juga dari warga yang menghadapi arus deras dan rumah yang terendam. Di Esenyurt, sejumlah warga bergerak menyelamatkan seorang perempuan yang terseret arus. Mereka menariknya dari aliran air dan membawanya ke tempat aman. Aksi tersebut menggambarkan risiko yang dihadapi masyarakat ketika air naik dengan cepat, terutama di kawasan yang dilintasi arus kuat. Di Beykoz, warga juga membantu seorang lansia keluar dari rumahnya yang telah dimasuki air. Evakuasi itu dilakukan saat kondisi sekitar masih terdampak banjir, sehingga bantuan langsung dari warga menjadi penting untuk menjauhkan penghuni dari bahaya.

Bangunan bersejarah turut terkena dampak luapan air. Sungai Kağıthane meluap dan membanjiri Masjid Sadabad, termasuk ruang salat serta bagian bawah mimbar. Air yang masuk ke area ibadah menunjukkan bahwa banjir menjangkau fasilitas publik dan situs bersejarah, bukan hanya permukiman serta jalan. Genangan di dalam masjid juga menambah pekerjaan pembersihan dan pemeriksaan setelah air surut. Masjid Sadabad dikenal sebagai bangunan bersejarah di kawasan tersebut, sehingga kerusakan atau dampak pada interiornya menjadi perhatian di tengah penanganan darurat yang lebih luas. Laporan mengenai ruang salat dan mimbar memberikan gambaran tentang seberapa jauh air memasuki bangunan.

Skala keadaan darurat tercermin dalam banyaknya laporan yang diterima otoritas. Pemerintah Kota Metropolitan Istanbul mencatat 6.937 laporan darurat terkait kondisi yang dipicu cuaca buruk dan banjir. Sementara itu, kantor gubernur melaporkan 1.277 kejadian banjir, 15 tanah longsor, serta 47 kasus warga terjebak. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa petugas menghadapi beragam kebutuhan, mulai dari penanganan genangan dan longsor hingga pertolongan bagi orang yang tidak dapat meninggalkan lokasi terdampak. Di sejumlah titik, warga ikut membantu penyelamatan sebelum atau selama petugas menjangkau kawasan tersebut. Kombinasi laporan yang besar, rumah terendam, dan bangunan yang kemasukan air memperlihatkan luasnya gangguan terhadap kehidupan sehari-hari di Istanbul.

Cuaca buruk yang memicu banjir di Istanbul turut mendorong pemerintah mengambil langkah pencegahan di sejumlah wilayah. Kegiatan pendidikan ditangguhkan pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Istanbul, Duzce, Zonguldak, Sakarya, Kocaeli, dan Yalova. Penangguhan tersebut diberlakukan ketika hujan lebat dan angin kencang meningkatkan risiko bagi warga, termasuk pelajar yang harus bepergian menuju sekolah. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi cuaca belum membaik. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dan memperhatikan peringatan keselamatan yang disampaikan pihak berwenang.

Gubernur Istanbul Davut Gul secara khusus meminta warga yang tinggal di lantai bawah tanah untuk berpindah ke tempat yang lebih aman. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi sungai serta kawasan yang rawan banjir, terutama ketika hujan deras masih berlangsung. Peringatan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko bagi penghuni rumah maupun orang yang berada di sekitar aliran air. Pusat Koordinasi Bencana Istanbul memperkirakan hujan tambahan sebanyak 50–75 milimeter dapat turun di sejumlah wilayah hingga Kamis pukul 10.00 waktu setempat. Warga diminta tidak mengabaikan potensi kenaikan air dan segera mengikuti arahan evakuasi apabila kondisi di lingkungan mereka memburuk.

Gangguan juga terjadi pada transportasi udara. Sebanyak 43 pesawat yang tidak dapat mendarat di Bandara Istanbul dialihkan ke bandara lain. Dari jumlah tersebut, 39 pesawat diarahkan ke bandara domestik, sedangkan empat lainnya menuju bandara di luar negeri. Pengalihan dilakukan karena kondisi cuaca menghambat pendaratan dan mengubah jadwal perjalanan.

Baca juga: Guncangan Gempa di Malang: Dirasakan Warga Selama Tiga Detik | TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda