Surabaya | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur dan Pemprov setempat memberikan bantuan kacamata gratis kepada 1.000 guru taman kanak-kanak (TK) dan taman pendidikan Al Quran (TPQ) dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 provinsi itu.“Guru kita kenal kesejahteraannya masih butuh perhatian, beda dengan profesi selain guru. BAZNAS Jatim salurkan Rp6,1 miliar untuk korban bencana Sumatera Kemenag sebut BAZNAS Jatim role model pemberdayaan zakatKhofifah menjelaskan program di bidang pendidikan diwujudkan melalui beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana.Di bidang ekonomi, Baznas memberikan bantuan gerobak dan modal usaha, sedangkan di bidang kesehatan dilaksanakan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis.“Betapa sinergi Baznas dengan berbagai elemen ini sangat penting, dan kami tentu menyampaikan terima kasih, karena ini bersama-sama didedikasikan dalam rangkaian Hari Jadi Jawa Timur yang ke-81,” katanya.
Keterangan yang tercatat menyebut Itulah alasan kenapa kami dari Baznas memilih guru yang kami beri perhatian,” kata Kepala Baznas Jatim Muhammad Ghofirin di Islamic Center, Surabaya, Minggu..
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Maka, ada istilah guru pahlawan tanpa tanda jasa. Pendekatannya ini betul-betul Human Development Index approach,” ujarnya. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .
Baznas gandeng Pemprov Jatim perkuat kesejahteraan umat melalui zakatIa mengatakan penerima bantuan mendapatkan kacamata berstandar optik dan dapat memilih bingkai sesuai selera masing-masing.Setelah pemeriksaan mata, kacamata akan diproduksi dan didistribusikan melalui sekolah masing-masing.“Setelah itu baru diproses untuk produksi kacamata dan didistribusikan melalui sekolah masing-masing,” ucapnya.Ghofirin menjelaskan pemenuhan kacamata bagi guru yang baru menjalani pemeriksaan membutuhkan waktu sedikitnya dua minggu.Sementara itu, peserta yang memerlukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terkait.Ia berharap program tersebut dapat diperluas ke berbagai kabupaten dan kota melalui kolaborasi dengan Baznas setempat agar semakin banyak guru yang memperoleh manfaat.“Bismillah, kita ingin bersinergi dan berkolaborasi dengan Baznas seluruh kabupaten/kota di masing-masing daerah untuk bisa menduplikasi apa yang hari ini kita inisiasi di Jawa Timur,” ujarnya.Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi Baznas Jatim dengan berbagai elemen dalam menghadirkan program yang menyasar kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.“Menurut saya sangat komprehensif.

