MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Rangkaian serangan yang diduga melibatkan kelompok geng motor terjadi di sejumlah titik di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 4 Oktober 2026. Aksi tersebut berlangsung sejak dini hari hingga pagi dan menimbulkan korban jiwa serta luka serius. Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi dalam rentang waktu berdekatan dengan dugaan penggunaan senjata tajam dan anak panah busur.
Korban meninggal dunia diketahui bernama M Akmar Makmur, berusia 24 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi mengalami luka terbuka pada bagian kepala akibat sabetan senjata tajam. Polisi juga menemukan anak panah busur tertancap di kepala korban. Akmar dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang mahasiswa.
Korban lainnya adalah Muh Farel, berusia 17 tahun. Remaja tersebut mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung setelah insiden yang diduga berkaitan dengan rangkaian serangan itu. Farel kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan masih menjalani perawatan intensif di RS Dr. Tajuddin Khalid Makassar.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar membenarkan adanya dua korban dalam peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, satu korban meninggal dunia di tempat, sedangkan korban lainnya dirawat karena mengalami luka serius. Keterangan itu menjadi dasar awal dalam penanganan perkara, sementara kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian, lokasi masing-masing insiden, serta pihak-pihak yang diduga terlibat. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap kronologi secara menyeluruh dan memastikan penyebab serta motif serangan.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa rangkaian kejadian bermula ketika Akmar, Farel, dan sejumlah teman mereka sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Mereka berada di lokasi tersebut dalam keadaan duduk-duduk bersama sebelum didatangi sebuah kelompok yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 sepeda motor. Kedatangan kelompok itu kemudian menjadi awal terjadinya penyerangan terhadap orang-orang yang sedang berkumpul di tempat tersebut.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, kelompok yang datang disebut membawa senjata tajam dan busur panah. Tanpa uraian lebih lanjut mengenai identitas kelompok maupun alasan kedatangannya, mereka disebut langsung menyerang para korban. Serangan tersebut menyasar Akmar, Farel, dan teman-temannya yang berada di Jalan Daeng Ramang. Rangkaian peristiwa itu membuat situasi di lokasi berubah dari kegiatan berkumpul menjadi kepanikan dan aksi saling mengejar.
Setelah serangan berlangsung, kelompok korban melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kelompok yang diserang itu disebut bergerak meninggalkan lokasi dan melarikan diri ke arah Kabupaten Maros. Arah pelarian tersebut menjadi bagian dari kronologi awal yang tengah ditelusuri dalam penyelidikan. Hingga tahap ini, informasi yang tersedia berfokus pada urutan kejadian, mulai dari korban berkumpul di Jalan Daeng Ramang, kedatangan sekitar 12 sepeda motor, penyerangan menggunakan senjata yang disebut dibawa kelompok tersebut, hingga pengejaran menuju wilayah Maros. Identitas maupun motif para pelaku belum disimpulkan dalam uraian awal ini.
Pengejaran tersebut berakhir di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, Makassar, tepatnya di sekitar kawasan perlimaan bandara. Dalam situasi itu, rombongan korban mengalami kecelakaan lalu lintas ketika berupaya melarikan diri dari kejaran. Sepeda motor yang mereka gunakan kehilangan kendali hingga para penumpangnya terjatuh di badan jalan. Peristiwa kecelakaan itu kemudian menjadi titik awal terjadinya serangan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Jafar, para pelaku yang sebelumnya mengejar rombongan korban kemudian berbalik mendatangi mereka setelah kecelakaan terjadi. Korban yang terjatuh disebut tidak sempat segera menyelamatkan diri. Para pelaku diduga menyerang menggunakan parang dan busur panah, sehingga situasi di lokasi menjadi semakin mencekam. Serangan tersebut berlangsung ketika korban berada dalam kondisi tidak berdaya setelah mengalami kecelakaan.
Akmar dan Farel ditemukan dalam keadaan bersimbah darah di sekitar lokasi kejadian. Keduanya mengalami luka yang diduga berasal dari sabetan senjata tajam serta serangan busur. Kondisi itu membuat warga dan pihak yang berada di lokasi berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin. Namun, Akmar dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat luka yang dideritanya.
Sementara itu, Farel masih dapat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Peristiwa di Jalan Perintis Kemerdekaan tersebut memperlihatkan rangkaian kejadian yang bermula dari pengejaran, berlanjut dengan kecelakaan, lalu berujung pada penyerangan terhadap korban yang telah terjatuh. Keterangan mengenai urutan peristiwa dan peran masing-masing pihak selanjutnya menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Peristiwa lain berlangsung hampir bersamaan di Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Makassar, pada sekitar pukul 05.00 WITA. Insiden tersebut terjadi di kawasan inspeksi kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, ketika sekelompok warga menghadang rombongan pengendara sepeda motor yang melintas dari arah timur.
Rombongan itu diperkirakan berjumlah sekitar 20 sepeda motor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga menggunakan petasan dan busur panah saat melakukan penghadangan. Aksi tersebut membuat sejumlah pengendara kehilangan kendali hingga terjatuh. Dalam situasi itu, beberapa pengendara meninggalkan sepeda motor mereka dan berupaya menyelamatkan diri dari lokasi.
Dua kendaraan yang tertinggal kemudian dibakar oleh kelompok pemuda di kawasan tersebut. Pembakaran itu menambah ketegangan setelah sebelumnya terjadi aksi saling kejar dan penghadangan. Api menghanguskan bagian kendaraan sebelum petugas datang untuk mengamankan lokasi serta mencegah situasi berkembang lebih luas.
Sekitar pukul 06.20 WITA, petugas mengevakuasi bangkai dua sepeda motor dari lokasi kejadian. Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Makassar untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan. Polisi juga mengumpulkan informasi mengenai urutan kejadian, identitas pemilik kendaraan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penghadangan dan pembakaran.
Peristiwa di Jalan Sungai Saddang Baru ini menjadi bagian dari rangkaian gangguan keamanan yang berlangsung pada waktu hampir bersamaan di Makassar. Kepolisian masih menyelidiki kedua peristiwa tersebut secara terpisah maupun berkaitan, termasuk menelusuri kemungkinan hubungan antaraksi yang terjadi di sejumlah lokasi.
AKP Jafar menyatakan bahwa polisi masih memburu para pelaku. Petugas akan melakukan pengembangan berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, dan hasil pemeriksaan kendaraan yang telah dievakuasi. Para pelaku yang berhasil diidentifikasi akan ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

