Kabupaten Bogor, Radarnusantara.net — Program pembangunan jalan lingkungan berupa hotmix di Kampung Babakan RW 09, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Proyek dengan anggaran sebesar Rp56.173.000,- yang bersumber dari dana bonus produksi PT Star Energy Geothermal Salak, Ltd tahun anggaran 2025 ini dinilai sebagian warga tidak tepat sasaran karena kondisi jalan sebelumnya masih tergolong baik.
Pembangunan dengan volume 370 meter x 1 meter x 0,03 meter tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Ciasihan. Pemerintah desa mengklaim proyek ini sebagai bentuk peningkatan akses dan kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Namun, sejumlah warga justru mengeluhkan bahwa penggunaan dana tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat.
> “Jalan di sini sebenarnya masih bagus, belum terlalu rusak. Masih banyak wilayah lain di desa ini yang jalannya lebih parah dan butuh diperbaiki lebih dulu,” ujar, warga setempat, Rabu (5/11/2025).
Keluhan senada disampaikan warga lainnya yang menilai bahwa dana sebesar itu seharusnya difokuskan untuk sektor yang lebih prioritas seperti perbaikan drainase, penerangan jalan, atau bantuan ekonomi masyarakat kecil.
> “Kalau lihat kondisi sekarang, banyak jalan yang masih tanah dan berlubang di RW lain. Tapi malah di sini yang di-hotmix. Harusnya pemerintah desa lebih adil dan lihat kebutuhan yang paling penting,” tutur salah satu warga Kampung Babakan.
Dari hasil pantauan lapangan, beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga menyatakan belum adanya koordinasi yang baik antara pihak desa dan lembaga BPD dalam penentuan proyek tersebut.
> “Kami tidak dilibatkan dalam musyawarah perencanaan. Padahal, anggaran sebesar ini harusnya dibahas bersama agar tepat sasaran dan sesuai aspirasi masyarakat,” ungkap salah satu anggota BPD yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, Kepala Desa Ciasihan menyebut proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam memperkuat infrastruktur dasar untuk jangka panjang. Namun, pihaknya akan tetap menampung masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi ke depan agar penggunaan dana lebih transparan dan berbasis kebutuhan.
Dengan adanya perdebatan tersebut, publik berharap pemerintah desa dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan dan prioritas pembangunan, agar setiap program benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Reporter : Asep Kobul/H Taupik
