**Barabai** – Inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Bakapas, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kini mendapat angin segar dengan pembangunan kandang ayam potong berkapasitas 8.000 ekor. Proyek ini digagas oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Bakapas dengan dukungan penuh dari Kopka Syamsuhadi, Babinsa Koramil 1002-06/Barabai. Minggu (11/08/2024).
Kandang ayam potong berukuran 50 x 10 meter ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi desa dan warga setempat. Jainudin, Ketua BumDes Desa Bakapas, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan upaya untuk memberdayakan ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Kami sangat berharap usaha peternakan ayam potong ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat desa, baik dalam hal peningkatan ekonomi maupun ketersediaan lapangan kerja,” ujar Jainudin.
Pembangunan kandang ini menjadi salah satu bentuk nyata dari sinergi antara TNI dan masyarakat desa. Kehadiran Kopka Syamsuhadi tidak hanya membawa semangat, tetapi juga keahlian yang sangat dibutuhkan dalam tahap konstruksi. Lebih dari itu, Kopka Syamsuhadi aktif memberikan pendampingan dalam manajemen usaha peternakan ayam potong, termasuk dalam hal teknik perawatan dan pemeliharaan.
“Sebagai Babinsa, tugas saya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam proyek yang bermanfaat seperti ini,” ungkap Kopka Syamsuhadi.
Warga Desa Bakapas menyambut positif upaya ini, dengan harapan besar bahwa usaha peternakan ayam potong yang sedang dirintis ini akan berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi seluruh komunitas.
Dengan selesainya pembangunan kandang dalam waktu dekat, BumDes Bakapas bersama masyarakat akan memulai tahap operasional yang diharapkan dapat menghasilkan produksi ayam potong berkualitas tinggi, sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.
Proyek ini juga menjadi bukti bahwa kerjasama antara TNI dan masyarakat desa dapat menghasilkan karya yang bermanfaat secara nyata, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
_Sumber: pen1002hst_
_Published: Edi D_





